Scroll ke bawah untuk membaca
Example floating
Example floating
OtomotifPanduan

15 Tips Mengemudikan Mobil di Jalan Tol Agar Aman dan Selamat

425
×

15 Tips Mengemudikan Mobil di Jalan Tol Agar Aman dan Selamat

Sebarkan artikel ini

Cara aman mengemudikan mobil pribadi di jalan tol berdasarkan pengalaman melintasi tol Surabaya - Jakarta

WartaPressCom, Panduan – Mudik lebaran tahun ini pasti banyak masyarakat yang menggunakan mobil pribadi, dan tak sedikit yang memilih menggunakan jalan tol. Apalagi saat ini jalur jalan tol ada di mana-mana. Dan kondisi jalan tol pas liburan cukup ramai kendaraan. Semua berkecepatan tinggi.

Hal utama yang harus dipahami adalah bagaimana keselamatan diperjalanan, sebab laju kendaraan di jalan tol rata-rata jauh lebih cepat dibanding jalan biasa. Bagaimana agar kita mengendarai mobil pribadi yang aman di jalan tol, dan menghindari atau setidaknya meminimalisir potensi kecelakaan lalu lintas tol? Berikut ini WartaPress.Com menjelaskan kiat-kiatnya, berdasarkan kajian dan pengalaman pribadi crew yang sering melintasi jalan tol jarak jauh antar provinsi, seperti tol Malang – Surabaya – Jakarta.

Pertama, pastikan kondisi mobil dalam kondisi prima. Sebelum memulai perjalanan, anda harus mengecek kesehatan mobil. Akan lebih baik jika hal ini dipercayakan kepada bengkel atau orang yang ahli. Mulai dari kondisi ban, mesin, kelistrikan, rem, minyak rem, oli, lampu, hingga komponen pengaman bawaan mobil. #MobilPrima.

Kedua, kondisi pengemudi (driver) mobil harus sehat, vit dan sebaiknya berpengalaman mengemudi jarak jauh. Pengemudi yang vit membuatnya mampu berkonsentrasi dan tetap prima selama perjalanan. Dan Ingat, cara berkendara di dalam kota yang relatif lebih pelan berbeda dengan karakter lalu lintas di jalur cepat, sehingga pengalaman akan cukup membantu. #SopirVit

Ketiga, jaga jarak dalam batasan aman. Cara ini sangat melindungi pengendara dari potensi lakalantas. Aturlah jarak dengan kendaraan di depan sesuai himbauan di jalan tol. Kecepatan rendah atau tinggi, jaga jarak dengan kendaraan lain wajib dilakukan. Demikian juga dengan berkendara sambil iring-iringan maupun mendahului mobil di depan, harus tetap atur jarak aman. #JagaJarak.

Keempat, kecepatan jangan melampaui batas yang ditentukan. Jaga emosi, jangan terpancing ngebut atas alasan apapun. Keselamatan yang utama. Perhatikan tanda batas kecepatan yang biasanya dipasang di sisi jalan, dan patuhlah pada pentunjukknya. #KontrolKecepatan.

Baca Juga:  Sambut Era Baru Kendaraan Ramah Lingkungan, Wuling Pamer Mobil Listrik di IIMS 2023

Kelima, jika ngantuk harus langsung istirahat, jangan dilanjutkan. Sekali lagi, jangan mengemudi pada saat diserang kantuk. Jika tidak ada sopir ganti, berhentilah di pinggir, dan atau jika ada didekat rest area maka pelan-pelan parkir di rest area dan istirahatlah hingga kondisi kembali bugar. #NgantukBerhenti.

Keenam, jangan menyalip tanpa riting yang benar, dan jangan zig-zag. Jangan ugal-ugalan. Jika ingin menyalip kendaraan lain selalu lihat kondisi di belakang melalui spion dalam maupun luar, apakah kendaraan di belakang ada dalam jarak aman? Lihat juga kendaraan depan yang mau disalip, apakah mobil itu kecepatan stabil atau malah menaikkan kecepatan? Dan lihat juga keadaan lalin di depan bagaimana posisi mobil-mobil lainnya yang lajur kiri maupun kanan. Catatan penting: jangan menyalip jika kendaraan depan juga sedang mau nyalip kendaraan lain; jangan nyalip jika di depan masih banyak kendaraan dalam jarak yang tidak aman; jangan nyalip jika ada kendaraan di belakang dalam jarak tidak aman melaju dalam kecepatan tinggi; dan jangan menyalip melalui bahu kiri jalan. Jika ingin menyalip harus didahului dengan menyalakan lampu riting agar kendaraan di belakang maupun depan paham. Catatan lagi: jangan sekali-sekali berkendara zig-zag di tol apalagi dalam kecepatan tinggi. #NyalipWajibRiting #JanganZigZag

Ketujuh, perhatikan rambu rambu. Ingat, tanda-tanda atau rambu lantas di tol tidak sembarang asal pasang. Tapi berdasarkan riset dan kajian mendalam. Misalnya ada tanda test rem, kurangi kecepatan, tanda jalan tanjakan atau turun dst. Lalu ada juga tanda berupa pendaran lampu biru tepi jalan saat malam, atau tanda lainnya agar hati-hati: itu semua peringatan pada zona rawan agar meningkatkan konsentrasi. #PerhatikanRambuLaluLintas.

Kedelapan, jangan rem mendadak. Rem dadakan selain mengguncang isi mobil juga dapat memperpendek jarak dengan mobil di belakang secara tiba-tiba, dan hal ini bisa membuat pengemudi belakang kaget kehilangan kontrol. Cara paling aman mengantisipasinya adalah: jaga jarak dan patuhi standar kecepatan dalam tol yang sesuai aturan. #JanganRemMendadak.

Baca Juga:  Serapan Kendaraan Listrik Masih Rendah, Indonesia Segera Operasikan Pabrik Industri Baterai

Kesembilan, sopir dan mobil juga butuh rehat. Saat lelah mendera sopir maka sebaiknya langsung istirahat di rest area terdekat. Selain itu mobil juga benda yang butuh “istirahat” seperti mendinginkan ban dan mesin. #SopirIstirahatRutin #RestArea.

Kesepuluh, pahami sifat kendaraan, karakteristik dan “kebiasaan” para sopir dalam berlalu-lintas di jalan tol. Misalnya, kendaraan berat seperti tronton dan truk gandeng, kecepatannya rendah dan semakin rendah jika di jalan tanjakan (awas, jaga jarak). Bus termasuk kendaraan berat tapi bisa saja melaju dengan kencang. Mobil jenis LCGC atau city car ber cc kecil tapi di jalan tol ada saja yang melajunya mirip pembalap. Ada mobil yang lajunya lambat tapi kadang memilih tetap di lajur kanan. Ada mobil yang lajunya cepat tapi ngotot memilih nyalip bahu kiri jalan. Ada kendaraan sama-sama berat tapi egois saling berusaha menyalip. Ada mobil pic-up tapi larinya sangat kencang dan kadang knalpotnya brongk plus berasap tebal. Ada kendaraan besar yang klaksonnya suka bikin kaget. Dan masih banyak lagi. Memahami karakteristik dan budaya ber lalulintas di jalan tol tersebut dapat dijadikan reverensi dan bahan pelajaran bagi kita agar semakin waspada dan hati-hati. #PerhatikanKendaraanLain.

Kesebelas, jangan mainan hp atau sambil teleponan saat menyetir. Budaya baru yang susah diatur tapi amat berbahaya adalah: nyetir sambil baca/balas chat/pesan WA, nyetir sambil angkat telpon, bahkan ada yang video call an sambil nyetir. Jangan lakukan semua itu saat memegang kemudi. Letakkan ponsel dan mengemudilah dengan fokus. #Fokus #JanganMainHP

Baca Juga:  Tren Mobil Bekas Meningkat, Simak Tips Membeli Mobil Bekas Jelang Lebaran

Keduabelas, selalu pakailah SABUK PENGAMAN. Baik sopir maupun penumpang, harus pakai sabuk pengaman. Dari sebelum mobil mulai jalan hingga kendaraan berhenti, jangan lepas sabuk pengaman. Sabuk pengaman salah satu pelindung utama anda. #PakaiSabukPengaman.

Ketigabelas, jangan merokok sambil menyetir (membakar rokok, membuang abu dan puntung rokok melalui jendela mobil yang sedang melaju cepat merupakan kebiasaan buruk berbahaya). Ingat laju kendaraan di jalan tol jauh lebih cepat dibandingkan jalan biasa. Rokok, makan, minum sebaiknya dilakukan di rest area. Hindari melakukan aktivitas lain selama mengemudi, harus selalu fokus, konsentrasi. #JanganMerokok.

Keempatbelas, perhatikan pembatas jalan (berwarna orange plastik). Ketika ada perbaikan tertentu di jalan tol, maka pada jarak tertentu dipasang pengumuman ada perbaikan jalan dan ada pembatas jalan agar kendaraan melewati sisi sebelahnya. Jika melihat tanda atau pembatas tersebut di tol anda harus mengurangi kecepatan karena ukuran lebar jalan berkurang sementara. #PerhatikanBatasJalan.

Kelimabelas, jika berkendara malam hari di tol, perhatikan bagian belakang kendaraan di depan: ada yang berlampu dan ada yang tidak/redup. Yang redup inilah yang hendaknya diwaspadai. Ada kendaraan besar tertentu yang tidak memasang lampu belakang yang layak untuk malam hari, sehingga dari jarak tertentu kita tidak dapat melihat ada kendaraan di depan, tapi saat sudah dekat baru tiba-tiba tampak. Maka ingat panduan kami, selalu jaga jarak, nyalakan lampu pada malam hari dan atur kecepatan sesuai aturan. Masukan buat pemerintah: agar menindak tegas kendaraan besar yang tidak memasang lampu belakang standar malam hari di jalan tol, atau membuatkan aturan yang jelas tentang itu. #BerkendaraMalamLebihKonsentrasi.

Demikian tips atau panduan dan tata cara berkendara bagi sopir mobil pribadi di jalan tol yang aman dan nyaman. Semoga anda semua sehat dan selamat hingga di tempat tujuan. WartaPress.Com (Red1/lam/wp). **

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *