Scroll ke bawah untuk membaca
Example floating
Example floating
BeritaRegional

Astaga, IKA UB Jawa Timur Dualisme

1762
×

Astaga, IKA UB Jawa Timur Dualisme

Sebarkan artikel ini

Kubu yang satu pelantikan di kampus, kubu lainnya fokus bangun program untuk masyarakat

WartaPress, Malang – Dengan dilantiknya salah satu kubu Ikatan Alumni UB Jawa Timur di UB Malang pada Sabtu (1/7/2023), maka organisasi para alumni UB di Jatim, dari kampus terbesar di kota pendidikan ini resmi “dualisme”.

Sudah diberitakan luas, bahwa IKA UB yang di lantik di Gedung F Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UB, Sabtu (1/7/2023) dipimpin oleh Dr Leo Herlambang SE MM, sebagai Ketua IKA UB Jatim periode 2023 – 2027. Rektor UB Profesor Widodo hadir dalam acara pelantikan ini.

Baca Juga:  Munas IKA UB Tinggal Hitungan Hari, Tapi Diterpa Isu Tak Sedap

Jauh sebelumnya telah ada IKA UB Jawa Timur yang mendapatkan SK, dibawah pimpinan Ir. Tri Indah Sutjiati, M.M., selaku Ketua IKA UB PENGDA JATIM. Mereka saat ini sedang fokus pada merancang program yang antara lain adalah edukasi keamanan pangan bagi keluarga alumni UB Jatim yang bergerak di sektor UMKM/UKM.

IKA UB Jatim pimpinan Ir. Tri Indah Sutjiati, M.M., diketahui sudah mengadakan “Reuni Akbar” Temu Kangen Pengurus Daerah IKA UB Jawa Timur lintas angkatan yang diselenggarakan pada hari Minggu tanggal 21 Mei 2023 lokasi di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya. Acara tersebut mendapatkam sambutan luas dari para alumni UB di Jawa Timur.

Baca Juga:  IKA UB Jawa Timur Siapkan Program Edukasi Keamanan Pangan
IKA UB Jatim pimpinan Ir. Tri Indah Sutjiati, M.M, saat reuni akbar dan temu kangen alumni UB Jatim lintas angkatan di Surabaya / ig

“Saat ini ada tren baru, banyak organisasi yang pecah. Namun sangat tidak elok jika itu terjadi pada organisasi alumni PTN,” kata alumni Pasca FIA UB, Afrianus Adven Kadha, S.Sos., M. AP., kepada media ini, Sabtu.

Menurutnya, IKA UB itu organisasi yang bersifat sosial dan kekeluargaan, jika terjadi perpecahan struktural maka sedang ada masalah soliditas internal IKA yang belum selesai. Dan seharusnya pihak-pihak terkait mengambil langkah cepat untuk menyelesaikannya agar dualisme tersebut tidak merembet secara nasional.

Baca Juga:  Membayangkan Wajah Perkotaan Indonesia dari Pameran ‘Suatu Hari yang Baik 2045’

“IKA UB Pusat dan Rektor UB harus duduk bersama, untuk menyatukan semua kubu. Jangan dibiarkan berlarut tanpa solusi. Sebab jika tidak dituntaskan polemik ini maka akan melebar ke mana-mana, termasuk pada misalnya pemanfaatan dana sumbangan alumni, kubu mana yang berhak?” pungkas Adven yang juga Kepala Litbang Warta Press Network ini. (Red1/lam/wp). **

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *