Scroll ke bawah untuk membaca
Example floating
Example floating
SejarahWarta Inspiratif

Diari Anne Frank yang Melegenda, Ungkap Kekejaman Nazi

225
×

Diari Anne Frank yang Melegenda, Ungkap Kekejaman Nazi

Sebarkan artikel ini

Kisah remaja korban perang, lalu dikenang sebagai Penulis Buku Harian Terbesar Sepanjang Masa

“Suatu hari, petugas gedung menemukan catatan harian berserakan di lantai yang baru saja ditinggalkan penghuninya yang ditangkap aparat pro-Nazi. Catatan itu lalu disimpannya dalam laci. Kelak naskah itu dikenal sebagai buku diari Anne Frank, gadis remaja yang disebut-sebut sebagai salah satu tokoh pengisah paling berpengaruh di dunia. Gadis itu tidak pernah menikmati ketenaran karyanya karena mati muda di sebuah kamp konsentrasi tahun 1945”

WP, Narasi Sejarah Litbang WPN – Anne Frank namanya. Seorang remaja yang hobi menulis, memiliki banyak kisah dan mimpi indah, namun direnggut oleh kejamnya Perang Dunia II, dimana rezim dari Jerman, Hitler, sedang berambisi menguasai dunia sambil melakukan genosida pada orang Yahudi.

Mendiang Anne Frank disebut sebagai “Sang Pengisah Terbesar” sepanjang masa. Catatan pribadinya begitu menyentuh. Ratusan halaman tulisan, lengkap dengan tanggal, bulan dan tahun.

Di sebuah ruangan yang memiliki loteng, persembunyian keluarganya di zaman perang itu, sejenis gedung kecil, yang disebutnya Secret Annext, dia menjalani masa-masa sulit, tegang dan penuh ketakutan. Karena mereka sekeluarga, sama dengan keluarga keturunan Yahudi lainnya di seluruh Eropa yang dijajah Hitler, mereka diburu oleh militer untuk digiring ke barak pembuangan. Anne sekeluarga tinggal di Belanda yang kala itu jatuh di tangan Jerman.

Satu-satunya hal yang dilakukannya untuk mengisi hari-harinya yang terisolir, gadis remaja itu menulis di buku diarinya yang ia beri nama “Kitty”: menulis tentang perasaannya, mimpi masa depannya, obsesi, kisah lucu, pengalaman sehari-hari, hingga suasana mencekam ketika deru pesawat tempur musuh terbang di atas rumahnya.

Sepeninggalnya, buku diari Anne Frank diterbitkan di berbagai negara, dan menjadi salah satu buku yang paling banyak diterjemahkan di berbagai negara / nt

Dia mulai menulis diari pada tanggal 12 Juni 1942, untuk curhat bagi dirinya sendiri. Keluguannya dalam politik membuatnya sangat heran kenapa ras tertentu, mulai dari anak dewasa, laki perempuan, dikejar-kejar dan dihabisi. Kenapa orang bisa berlaku tidak adil pada orang yang tidak bersalah?

Baca Juga:  Relief di Candi ini Ungkap Burung Pos Era Majapahit

“Aku berharap,” tulisnya pertama kali pada 12 Juni 1942, “aku bisa mencurahkan isi hatiku padamu dengan cara yang belum pernah aku lakukan kepada siapa pun sebelumnya, aku berharap kamu dapat memberi rasa nyaman dan juga semangat untukku,” ia seolah berdialog dengan buku diarinya. Saat awal menulis itu usianya baru 13 tahun.

Anne mengisahkan betapa tidak nyamannya menjadi anak Yahudi sejak Hitler berkuasa, bahkan mulai Juni 1940 semua serba dikekang. Para tetangga hanya bisa menyaksikan dengan prihatin, tanpa sanggup berbuat apa-apa untuk menolong.

“Setiap Yahudi dipaksa memakai tanda yellow star, dipaksa menyerahkan kendaraan; dilarang menggunakan jalan raya; dilarang mengendarai mobil sekalipun milik sendiri; dilarang terlihat di jalanan antara jam delapan malam hingga jam enam pagi; dilarang masuk teater, bioskop atau tempat-tempat hiburan lain; dilarang ikut serta dalam aktivitas atletik umum apapun; dilarang berada di pekarangan rumah atau pekarangan orang lain di atas jam delapan malam; dilarang berkunjung ke kediaman orang Kristen; harus masuk sekolah Yahudi; dan seterusnya dan seterusnya,” ungkap Anne Frank di catatannya.

Ketika situasi semakin runyam, saat Nazi meningkatkan patrolinya merazia orang-orang Yahudi dari rumah ke rumah, untuk dibawa ke kamp konsentrasi. Keluarga Anne cepat bersembunyi di sebuah ruangan sewaan di gedung yang di depannya terkamuflase sebagai “kantor”. Tempat itu memiliki loteng yang dapat digunakan sebagai tempat tidur dan ruang makan.

Baca Juga:  Mahasiswa Asal Washington DC Blusukan ke Kampung Inspiratif di Kota Malang
Hari-hari terakhir di rumah masih bisa menulis sambil duduk di kursi, sebelum akhirnya bersembunyi di Secret Annext, lalu diciduk aparat dan di bawa ke kamp pembuangan / x

Suara tembakan, ledakan bom mengiringi dengung pesawat tempur di kota itu. Namun Anne Frank tetap menuliskan pengalamannya dan perasahaannya. Sewaktu-waktu penghuni Secret Annext menyalakan radio pelan-pelan untuk mendengarkan perkembangan dunia luar.

“Apakah tujuan dari perang itu? Mengapa, oh, mengapa orang tidak bisa hidup bersama-sama dengan damai? Mengapa semua kerusakan ini harus ada?” Tulis Anne yang sudah bosan terlalu lama di lorong persembunyian itu. Ia rindu sekolah, ingin menghirup udara luar dan kangen pada teman-temannya.

“Mengapa Inggris memiliki pabrik pesawat dan bom yang lebih besar dan lebih baik dan pada waktu yang sama merusak rumah rumah baru untuk dibangun kembali? Mengapa jutaan uang dihabiskan untuk perang setiap hari, sementara tidak sepeserpun dimanfaatkan untuk ilmu medis, seniman, atau kaum miskin? Mengapa banyak orang harus mati kelaparan sementara bergunung-gunung makanan membusuk di belahan dunia lain? Oh, mengapa orang begitu kehilangan akal?” Seru Anne Frank pada diarinya, pada bulan Mei 1944. Ini menunjukkan betapa remaja ini anak yang cerdas, rasional dan peka.

Anne Frank terakhir menulis tanggal 1 Agustus 1944. Diari nya sudah sangat tebal, tapi bukan itu alasannya.

Pagi hari 4 Agustus 1944, sebuah mobil berhenti di depan gudang persembunyian, rumah nomor 263. Aparat bersenjata menahan 8 orang yang bersembunyi di Annext, termasuk dua pembantunya. Uang tunai dan barang berharga disita.

Mereka semua, termasuk Anne Frank, di bawa ke penjara Amsterdam, lalu dipindahkan ke Westerbork, sebuah kamp transit khusus untuk Yahudi di utara Holland. Pada tanggal 3 September mereka di deportasi, dan 3 hari perjalanan tiba di “neraka” yang paling dihindari Yahudi: Auschwitz, Polandia. Kamp konsentrasi, salah satu “buah tangan” Hitler yang legendaris.

Baca Juga:  Diva K-Pop Lisa Blackpink Menjadi Aktivis Sosial Global

Sebagian anggota keluarga dikabarkan meninggal dunia di sini. Sebagian lainnya dipencar ke kamp Bergen-Belsen, Buchenwald dan Theresienstadt. Tanggal kematian mereka tidak tercatat detail.

Anne Frank dan kakaknya dipindahkan dari Auschwitz ke kamp dekat Jerman, Bergen-Belsen (BB), pada akhir Oktober. Saat itu bersamaan dengan menyebarnya epidemi tifus, ikut menyerang ribuan manusia yang ada di kamp-kamp pembuangan. Jerman yang gencar diserbu oleh pasukan Sekutu, tidak mungkin bisa konsentrasi mengurusi kamp, sehingga kondisi kamp sangat mengerikan.

Anne Frank meninggal dunia di kamp BB, diperkirakan antara akhir februari – awal maret. Mungkin dalam kondisi kesehatan buruk, kelaparan dan sakit. Kamp itu berhasil dibebaskan pasukan Inggris tanggal 12 April 1945. Sementara kamp Auschwitz dibebaskan oleh pasukan Rusia.

Satu-satunya penghuni Annext yang bertahan hidup adalah Otto Frank, ayah dari Anne. Setelah Rusia menyerbu dan membebaskan kamp Auschwitz, Otto di kembalikan ke Amsterdam lewat Odessa dan Marseille, tiba tanggal 3 Juli 1945.

Otto memilih tinggal di Basel, Switzerland dan hidup hingga 1980. Selama sisa usianya, ia mengabadikan hidupnya untuk menyiarkan pesan-pesan dari isi buku diari putrinya, Anne Frank. Dan seperti yang di awal kita singgung, buku diari Anne telah menyebar ke seluruh dunia sebagai buku, menjadi salah satu naskah yang paling banyak diterbitkan di seluruh dunia. (Redaksi/la/wp). **

– Diolah dari berbagai sumber, dan dari buku The Diary of a Young Girl: The Definitive Edition, versi Indonesia terbitan Jalasutra 2003.
– Kajian Literasi Litbang Warta Press Network

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *