Cegah Virus ASF, Tim PKH Kecamatan So’a Menggelar Kegiatan Pembagian Cairan Desinfektan dan Obat Cacing Hewan Ternak Babi

WP, Ngada NTT – Pusat Kesehatan Hewan (PKH) Kecamatan So’a menggelar kegiatan pembagian cairan desinfektan dan pembagian obat cacing dalam rangka pencegahan Virus African Swine fever (ASF) atau flu babi di Desa Mengeruda, Kecamatan So’a, Kabupaten Ngada. Rabu(8/11/2023).

Drh. Rosalina M.E. Eba, Kepala PKH Kecamatan So’a menjelaskan berdasarkan hasil uji Lab sudah ditemukan positif ASF di Kecamatan Jerebu’u dan Aimere. ASF merupakan virus endemis, jadi pencegahan harus dilakukan.

Baca Juga:  Polri Salurkan 50 Ton Beras ke Ende dan Maumere, NTT

“Salah satu kegiatan pencegahan yaitu Biosecurity dengan desinfeksi kandang. Sebenarnya kegiatan desinfeksi wajib dilakukan peternak bukan hanya pada saat wabah saja. Sedangkan pembagian obat cacing dimaksudkan untuk meningkatkan ketahanan tubuh, ketika cacingnya sudah dibasmi maka imunnya jadi bagus”, ungkapnya.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Desa Mengeruda. Para petugas PKH membagikan cairan desinfektan dan obat cacing serta memberikan petunjuk penggunaan saat diaplikasikan pada kandang masing-masing peternak.

Baca Juga:  Jalan Usaha Tani Rusak Parah, Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD) Menjadi Solusi Terbaik

Pusat Kesehatan Hewan (PKH) Kecamatan So’a juga sudah menggelarkan kegiatan yang sama dibeberapa desa yaitu Desa Ngabheo, Desa Piga dan Desa Tarawali. Selain itu, memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk membatasi pemasukan babi dari luar daerah. Babi-babi yang masuk dari luar kecamatan harus dilengkapi dengan Surat Kesehatan Hewan dari Petugas asal sedangkan dari luar Kabupaten dilengkapi dengan hasil Lab negatif ASF. (Hb/aak/wp). **

Baca Juga:  Kunker DPRD Kabupaten Boven Digoel, Menanggapi Langsung Aspirasi Masyarakat

Reporter Ngada: Hendrik Ba’i.