Scroll ke bawah untuk membaca
Example floating
Example floating
Warta MudaZona Aktivis

Forum BEM Jatim Gelar Mimbar Demokrasi, Serukan Pemilu Damai Tanpa Provokasi

322
×

Forum BEM Jatim Gelar Mimbar Demokrasi, Serukan Pemilu Damai Tanpa Provokasi

Sebarkan artikel ini

WP, Surabaya JATIM – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Jawa Timur menggelar Mimbar Demokrasi di halaman Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), pada Rabu (13/12/2023).

Dalam agenda tersebut, BEM Se- Jatim menyerukan kepada masyarakat agar kritis terhadap berbagai aksi atau manuver menjelang pemilu 2024.

Ahmad Roby Gunawan Koordinator Wilayah BEM SI Jawa Timur menjelaskan bahwa perkumpulan ini berangkat dari kegelisahan atas dinamika aktual khusunya jelang Pemilu 2024.

“Akhir-akhir ini mulai marak provokasi yang mengarah pada kekacauan dalam pemilu 2024, masyarakat, mahasiswa sangat rentan dihadapkan pada kasus-kasus seperti kampanye hitam, hoaks hingga maraknya ujaran kebencian,” katanya.

Baca Juga:  PMKRI Cabang Merauke Melaksanakan Rapat Pembentukan Panitia Kegiatan Nasional KONGRES XXXIII dan MPA XXXII Tahun 2024

Roby menyebut bahwa sebagian masyarakat kita masih sangat rentan menerima provokasi jelang Pemilu 2024, sehingga kita semua tidak boleh terpengaruh dengan gerakan yang mengarah pada kekacauan. Mahasiswa harus bebas berbicara dan bersuara tanpa ada upaya pembungkaman dari siapapun.

Dalam mimbar demokrasi yang diikuti ribuan mahasiswa tersebut, Forum BEM Jawa Timur menekankan agar mahasiswa yang termasuk dalam Generasi Z harus menjadi pemilih yang cerdas.

Ia mengatakan, mahasiswa harus punya kesadaran politik bahwa persatuan dan kesatuan harus lebih utama. Pemilu 2024 harus menjadi silaturrahim untuk memperkuat perbedaan-perbedaan politik bukan saling mempertajam perpecahan di negeri ini.

Baca Juga:  UKT Mahal, Sekjen DPP GMNI: Indonesia Emas 2045 Bisa Jadi Hanya Wacana

Sementara itu, Elang Bagus Dwi Tunggal Koordinator Daerah BEM Nusantara Jawa Timur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan, mengedepankan kontestasi ide dan gagasan serta menekankan bahwa perbedaan politik adalah sebuah keniscayaan dalam iklim demokrasi. Artinya berbeda pilihan itu menjadi hal yang biasa.

“Setiap orang harus menghargai pilihan masing-masing individu, yang harus ditekankan adalah pemilu hanyalah kegiatan sementara, sedangkan persaudaraan adalah sesuatu hal yang harus kita jaga selamanya,” tegasnya.

Baca Juga:  RMI Gelar Webinar Bertajuk Kepemimpinan Muda Menuju Kursi Kepala Daerah 2024

Selain itu, para mahasiswa ini juga mendeklarasikan diri dengan menandatangani petisi ditolak politik uang demokrasi tanpa provokai hingga mencegah adanya kampanye isu sara dalam kampanye pemilu 2024, serta menghimbau kepada mahasiswa dan seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi kampanye hitam dan ujaran kebencian.

Semua kekuasaan pasti mempunyai celah. Apapun pilihan kita. Jangan sampai kita digiring untuk terpecah belah. Mari kita sukseskan bersama Pemilu 2024 dengan aman dan penuh ketertiban. Hentikan postingan tanpa fakta yang bersifat provokasi, karena ini demi memastikan tidak adanya perpecahan di Pemilu nanti,” pungkasnya. (Rls/ed-wp). **

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *