Scroll ke bawah untuk membaca
Example floating
Example floating
Global IssueLingkungan

ILO Peringatkan Bahaya Radiasi Ultraviolet Akibat Perubahan Iklim

224
×

ILO Peringatkan Bahaya Radiasi Ultraviolet Akibat Perubahan Iklim

Sebarkan artikel ini

Dan dampaknya terhadap tenaga kerja luar ruangan yang terpapar matahari

WartaPress, Jenewa/AP — Organisasi buruh PBB barusaja peringatkan ada lebih dari 70% tenaga kerja di dunia kemungkinan besar akan terpapar panas berlebih selama karier mereka, dengan alasan meningkatnya kekhawatiran mengenai paparan sinar matahari. Selain itu ada polusi udara, pestisida dan bahaya lain yang dapat menyebabkan masalah kesehatan termasuk kanker, sebagaimana dikutip dari The Associated Press, pada Senin.

“Jelas bahwa perubahan iklim telah menimbulkan bahaya kesehatan tambahan yang signifikan bagi para pekerja,” kata Manal Azzi, ketua tim keselamatan dan kesehatan kerja organisasi ILO, masih menurut AP, “Penting bagi kita untuk mengindahkan peringatan ini.”

ILO memperkirakan bahwa lebih dari 2,4 miliar pekerja – lebih dari 70% angkatan kerja global – kemungkinan besar akan menghadapi suhu panas yang berlebihan sebagai bagian dari pekerjaan mereka pada suatu saat, menurut angka terbaru yang ada, mulai tahun 2020. Jumlah ini meningkat dari lebih dari 65% di 2000.

Baca Juga:  ABC Lanjutkan Penanaman 1.000 Pohon dan Konservasi Hutan, Dukung Daerah Tangkapan Air di Jawa Timur

Organisasi yang bermarkas di Jenewa ini menyebutkan semakin besarnya hubungan antara perubahan iklim dan dampak buruk terhadap kesehatan manusia, termasuk kanker, penyakit kardiovaskular, masalah pernapasan, dan kesehatan mental.

Laporan tersebut memperkirakan, misalnya, bahwa 1,6 miliar pekerja terpapar radiasi ultraviolet sebagai bagian dari pekerjaan mereka, dan hampir 19.000 kematian per tahun disebabkan oleh kanker kulit non-melanoma, dan berbagai penyakit seperti terbakar sinar matahari, kulit melepuh dan kerusakan mata, katarak dan retina. masalah seperti degenerasi makula.

Baca Juga:  Amerika Diguncang Demo, Solidaritas Gaza-Palestin Meluas di Berbagai Kampus

Jumlah pekerja yang sama – 1,6 miliar – terpapar polusi udara di tempat kerja “yang mengakibatkan 860.000 kematian terkait pekerjaan di antara pekerja luar ruangan setiap tahunnya,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Laporan tersebut mengatakan beberapa kelompok pekerja sangat rentan, seperti petugas pemadam kebakaran di Amerika Serikat yang berjuang melawan kebakaran hutan, yang menurut para ahli menjadi lebih besar dan lebih sering terjadi karena perubahan iklim akibat panas yang tinggi dan kondisi yang terlalu kering.

“Pekerja sering kali terlupakan ketika kita berbicara tentang perubahan iklim dan dampak kesehatannya sangat parah, mulai dari kematian, hingga jutaan orang yang sakit karena bahaya yang diperburuk oleh perubahan iklim, dan juga jutaan orang yang hidup dengan penyakit kronis,” kata Aziz.

Baca Juga:  Kerja Sama Koalisi KOPI Ende dan STPM Santa Ursula Ende, gelar Talkshow Green Kampus and Green Government

Beberapa negara telah mengambil tindakan dengan memberlakukan undang-undang yang menyerukan pengawasan rutin terhadap pekerja yang sering terpapar panas, sinar matahari berlebih, polusi udara, dan risiko kesehatan lainnya di tempat kerja. Dalam kasus lain, ILO mengatakan perjanjian perundingan bersama antara pekerja dan pemimpin dunia usaha telah membantu memitigasi risiko tersebut.

Badan-badan PBB dan aktivis lingkungan semakin berupaya untuk menyoroti hubungan antara perubahan iklim dan kesehatan manusia. Planet Bumi mencatat rekor naiknya suhu bulanan selama 10 bulan berturut-turut pada bulan Maret, menurut badan iklim Uni Eropa.(red3/la/wp). **

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *