Scroll ke bawah untuk membaca
Example floating
Example floating
Literasi - Wawasan

Jadi Agama Terbesar Kedua, Begini Sejarah Masuknya Islam di Rusia

187
×

Jadi Agama Terbesar Kedua, Begini Sejarah Masuknya Islam di Rusia

Sebarkan artikel ini

Foto: Masjid Qul Sharif di Kota Kazan, Republik Tatarstan, Rusia/ Legion Media / RBTH.

(Sumber: Boris Egorov / RBTH)
WartaPress, Sejarah Dunia – Rusia, negara bekas Uni Soviet ini sedang menjadi bahan perbincangan hangat karena konfliknya dengan Ukraina yang hingga kini belum juga reda. Negara ini identik dengan paham sosialisme – marxisme, terutama jika dikaitkan dengan figur-figur yang melekat dalam sejarah Soviet lama, seperti Lenin dan Stalin.

Ternyata Rusia dengan segala dinamika ideologis yang mewarnai sejarahnya, menyimpan sejarah keagamaan yang kuat, seperti awal mula dan berkembangnya ajaran Nabi Muhammad S.A.W di negeri beruang ini. Berikut ini sejarah islam di Rusia sebagaimana dalam situs RBTH:

Umat Kristen Ortodoks Rusia telah hidup berdampingan dengan masyarakat muslim selama hampir 14 abad. Pada suatu waktu, Islam bahkan hampir dijadikan agama negara di Rusia alih-alih Kristen.
Saat ini, Islam adalah agama terbesar kedua di Rusia. Ada sekitar 20 juta orang pemeluk Islam yang tinggal di wilayah Volga, Pegunungan Ural, Kaukasus Utara, dan Siberia. Namun, kapan dan bagaimana agama Islam datang ke negara ini?

Melalui Kaukasus
Pada abad ketujuh, orang-orang Arab memulai penaklukan besar-besaran di Timur Tengah dan Afrika Utara, kemudian menyebarkan firman Allah di seluruh wilayah yang ditaklukkan. Karena itulah, Islam pun berhasil menembus Pegunungan Kaukasus menuju Dataran Eropa Timur. Itulah bagian Eropa negara Rusia saat ini yang pada masa itu didiami oleh banyak suku pagan Slavia dan bangsa-bangsa yang berbahasa Finno-Ugrik dan Turkik.

Baca Juga:  Hasil Riset, Istana Giri Kedaton Tempat "Pengukuhan" Raja-Raja Jawa Abad 15-17

Pada tahun 643, tentara Arab merebut Kota Derbent, benteng Persia di pesisir Laut Kaspia (saat ini terletak di Republik Dagestan Rusia) dan menamainya Bab al-Abwab. Kota ini menjadi benteng terpenting orang-orang Arab di wilayah Kaukasus dan pusat persebaran agama Islam.

Meski begitu, pergerakan bangsa Arab melalui Pegunungan Kaukasus menghadapi perlawanan sengit dari bangsa Khazar yang berbahasa Turkik (sekarang sudah tidak ada). Mereka mendirikan Khaganat Khazar, sebuah negara besar yang kuat, yang wilayahnya mencakup bagian dari wilayah Rusia modern, Ukraina, dan Kazakhstan. Pada saat itu, banyak suku Slavia Timur bergantung secara politis pada penguasa Khazar.

Konflik Arab-Khazar berlangsung selama hampir satu setengah abad dengan berbagai keberhasilan. Pada tahun 737, tentara Arab memukul telak bangsa Khazar dan berhasil memasuki wilayah mereka hingga tepi Sungai Don. Khagan (seseorang yang memerintah sebuah khaganat) dipaksa untuk secara resmi tunduk pada Khilafah dan, pada abad kesepuluh, orang-orang Khazar makin lemah akibat pukulan musuh kuat lainnya. Pada masa itu, negara Rusia kuno terpusat yang pertama, yang kini dikenal sebagai Rus Kiev, menjadi entitas kekuatan yang tak terkalahkan.

Baca Juga:  Relief di Candi Penataran Ungkap Alat Penerang Malam Abad 14

Berdampingan dengan umat Islam
Di atas reruntuhan Kaganat Khazar, Bulgaria Volga, negara muslim pertama di Eropa Timur, berdiri. Negara yang dibentuk oleh persatuan suku-suku Bulgar berbahasa Turkik itu terletak di wilayah Republik Tatarstan, Rusia, modern saat ini. Di sanalah, Islam berkembang subur selamanya.

Pada tahun 921, utusan-utusan Almuš, yiltivar (penguasa) Bulgaria Volga, datang ke istana Khalifah Baghdad Jaffar al-Muqtadir dengan permintaan untuk mengirimkan ulama atau ustaz demi menyebarkan agama Allah, serta membangun masjid. Tentu saja, permintaan tersebut langsung disambut dengan tangan terbuka oleh sang khalifah.

Alhasil, Bulgaria Volga menjadi pusat muslim terbesar di Eropa Timur. Masjid-masjid, sekolah-sekolah, dan perpustakaan-perpustakaan mulai bermunculan, sementara tulisan-tulisan Arab tersebar luas bersama karya-karya para cendekiawan Arab dan teolog Islam yang yang terkemuka.

Bangsa Bulgar adalah salah satu musuh utama Rusia, tetapi, pada saat yang sama, mereka memperkenalkan bangsa Slavia ke dunia Timur Arab. Kontak politik, perdagangan, dan budaya terjalin. Pangeran Vladimir Sviatoslavich dari Kyiv bahkan sempat mempertimbangkan kemungkinan untuk mengadopsi Islam sebagai agama negara.

Baca Juga:  Awal Mula Tradisi Megengan Jelang Ramadhan di Masyarakat Muslim Jawa

Pada tahun 986, utusan-utusan Bulgaria Volga mendatangi sang pangeran. Mereka bermaksud membawa Rus “keluar dari kesuraman paganisme”. Namun, sebagaimana yang tercantum dalam kronik utama Rus, Povest Vremennykh Let ‘Kisah Masa Lampau’, Vladimir tidak menyukai beberapa aturan agama Islam, terutama soal larangan minum anggur. “Minum (minuman beralkohol) adalah kesenangan semua orang Rus. Kita tidak bisa hidup tanpa kesenangan itu (minum-minum),” kata sang pangeran. Karena itulah, Vladimir memilih untuk dibaptis sesuai dengan tradisi Yunani (Byzantium).

Pada abad ke-13, bersama kerajaan-kerajaan Rusia, Bulgaria Volga, tersapu oleh invasi Mongol. Namun, ini tidak merusak posisi Islam di seluruh wilayah yang ditaklukkan karena bangsa Mongol menoleransi segala jenis kepercayaan. Pada 1320-an, Islam bahkan menjadi agama dominan di Gerombolan Emas (sebuah kekhanan Mongol-Turki pada abad pertengahan yang wilayahnya membentang dari Eropa Timur hingga Siberia Barat).

Pada abad ke-15, Gerombolan Emas terpecah menjadi banyak khanat (Kazan, Astrakhan, Siberia, Krimea, dan lainnya), yang pelan-pelan dicaplok satu per satu oleh Rusia. Secara keseluruhan, proses penyerahan wilayah muslim ke Rusia berlanjut hingga awal abad ke-20. (rbth/wp). **

Baca selengkapnya di: https://id.rbth.com/sejarah/85371-sejarah-islam-di-rusia-wyx

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *