Scroll ke bawah untuk membaca
Example floating
Example floating
Layanan Publik

Jalan Usaha Tani Rusak Parah, Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD) Menjadi Solusi Terbaik

715
×

Jalan Usaha Tani Rusak Parah, Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD) Menjadi Solusi Terbaik

Sebarkan artikel ini

WartaPress, Kabupaten Ngada NTT – Berdasarkan pantauan dari reporter WartaPress, ruas jalan usaha tani seperti B’na-Auwaku, Lokoreda- Turadu’a serta menuju Pomakela mengalami kerusakan berat. Jalan berlubang dan berbatu cukup menyulitkan bagi para petani untuk melewatinya. Jumat (3/11/2023)

Fransiskus Rema Ba’i mengharapkan agar jalan usaha tani tersebut segera diperbaiki untuk memudahkan petani dalam mengaksesnya dan mendistribusikan hasil panen.

“Kami sudah seringkali mengusulkan kepada Pemerintah Daerah namun tidak direspon dengan baik”, ujarnya, saat ditemui dilokasi persawahan B’na, Desa Ngabheo, kecamatan So’a. Pada jumat (3/11/2023)

Sementara itu, Yoseph nga’i Rato selaku tokoh masyarakat mengatakan bahwa setelah masa reformasi sampai dengan saat ini, tiga Desa Masu Raya ( Masumeli, Masukedhi dan Ngabheo) belum tersentuh pembangunan lapen jalan usaha tani.

Baca Juga:  Pemerintah Kota Malang Adakan Sosialisasi Penyadaran Pemuda Anti Narkoba “War On Drugs”

“Karena minimnya perhatian pemerintah, kami harus mencari jalan keluar sendiri, ketiga desa tentunya memiliki kepentingan dan kebutuhan jalan usaha tani yang sama maka kami bersama tokoh masyarakat lainnya, para Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan desa (BPD) menyatukan persepsi dengan membentuk Badan kerjasama Antar desa (BKAD) Masu Raya”. Paparnya.

Badan kerjasama Antar Desa (BKAD) Masu Raya dideklarasikan pada tanggal 17 november 2019 bertempat di kampung masu. Pada saat itu, bentuk kesepakatannya adalah membangun lapen ruas jalan Malapare – Malamasu.

Pada periode tahun 2019-2021, Badan kerjasama Antar desa (BKAD) Masu Raya berhasil membangun lapen sepanjang 1.800 meter. Pada tahun 2021, Karena tingkat pencapaian yang baik, salah satu desa yang berbatasan langsung dengan Desa Masu Raya yaitu Desa Libunio tergerak untuk menjalin komunikasi yang diwakili oleh Kasmirus G. Wale selaku penjabat Kepala Desa Libunio serta Wilbrodus Sowo yang menjabat sebagai ketua BPD untuk menjalin kerja sama dengan ketiga desa Masu Raya.

Baca Juga:  Pemasangan Lampu Jalan dan Penerangan Perkampungan di Desa Ndetundora II Ende

Pada tahun 2022, Badan kerjasama Antar desa (BKAD) Masu Raya diubah namanya menjadi MARLIN (Masu Raya-Libunio). Atas jalinan kerjasama tersebut, MARLIN membangun Lapen ruas jalan Libunio-Malawaku 600 meter (tahun 2022) dan penambahan ruas jalan Malapare-Malamasu berjumlah 600 meter (tahun 2023). Semua sumber anggaran pembangunan Lapen menggunakan Dana Desa.

Wilbrodus Sowo Kepala Desa Libunio periode 2023-2029 menegaskan dalam membangun desa perlu dibangun kerjasama antar desa yang dilandasi kepentingan dan keuntungan bersama sehingga tidak terkesan ego desa.

Baca Juga:  Sambut Bulan Suci Ramadan Pemerintah Kota Malang Gelar Festival Musik Patrol Modern The Beautiful Vibes Of Ramadan 1445 H

Sedangkan, Yohanes petrus Wio berharap kerjasama antar desa harus berkelanjutan.

” kerja sama antar desa tidak hanya berfokus pada infrastruktur saja namun bisa dengan bidang lainya juga seperti pendidikan, sosial-budaya, dan pemberdayaan. Hal yang paling penting dalam penanganan setiap permasalahan yang ada didesa menjadi tanggung jawab kaum muda. Kaum muda berada di garda terdepan untuk menjadi agen perubahan bagi desa”, ungkap pria yang biasa di sapa Juan yang saat ini menjabat sebagai sekretaris desa Masukedhi. (Hen/aak/wp). **

Reporter Ngada: Hendrik

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *