Scroll ke bawah untuk membaca
Example floating
Example floating
Literasi - Wawasan

Kasus Phineas Gage: Sebuah Ledakan dan Besi Menjadi Pengantar dalam Kajian Neurosains

225
×

Kasus Phineas Gage: Sebuah Ledakan dan Besi Menjadi Pengantar dalam Kajian Neurosains

Sebarkan artikel ini

Oleh: Nashwa Virginia (Mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya)

Kasus Phineas Gage merupakan salah satu kasus neurologis terkenal yang terjadi pada pertengahan abad ke-19. Phineas Gage lahir pada 9 Juli 1823, di Lebanon, New Hampshire, Amerika Serikat. Ia merupakan anak kedua dari lima bersaudara. Pada usia 25 tahun, ia bekerja sebagai pekerja konstruksi dan peledak di Vermont Railroad Construction. Gage dikenal sebagai pekerja yang terampil dan bertanggung jawab sebelum mengalami insiden yang mengubah hidupnya.

Pada 13 September 1848, Gage memimpin tim yang sedang menyiapkan Jalur Kereta Api Rutland dan Burlington dengan cara meledakkan batu untuk membentuk landasan jalan. Proses ini melibatkan penggunaan batang besi untuk memasukkan bubuk peledak ke dalam lubang. Sayangnya, ketika Gage sedang melakukan tugas ini, terjadi ledakan yang menyebabkan besi tamping yang digunakannya terlempar dari lubang dan menembus sisi kiri wajah Gage dari bawah ke atas. Besi dengan panjang 43 inci dan diameter 1,24 inci tersebut menembus pipi kiri Gage, melintasi belakang mata kirinya, menembus otak kirinya, dan akhirnya keluar dari tengkoraknya jatuh sejauh 80 kaki.

Setelah insiden tersebut, Gage terlempar ke belakang karena kekuatan batang besi dan mengalami kejang singkat pada lengan dan kaki. Namun, dalam beberapa menit Gage tidak hanya selamat dari cedera awal tetapi ia mampu untuk berdiri, berbicara, dan berjalan dengan sedikit bantuan ke kereta terdekat sehingga ia dapat dibawa ke kota dan segera melakukan pemeriksaan oleh dokter. Seorang dokter bernama Dr. Edward H. Williams menemui Gage dan melaporkan bahwa dia dapat melihat denyut otak sangat jelas. Bagian atas kepala tampak seperti corong terbalik

Baca Juga:  Neuroplastisitas dan Pembelajaran: Bagaimana Otak Beradaptasi Terhadap Pengalaman Belajar

Sebelum kecelakaan, Gage dikenal sebagai pekerja yang rajin, sopan dan menyenangkan. Namun, setelah kecelakaan, ia berubah menjadi seorang peminum berat yang pemarah dan agresif sehingga ia tidak mampu mempertahankan pekerjaannya. Harlow memberikan penjelasan awal mengenai perubahan perilaku Gage setelah kecelakaan, meskipun Gage sebelumnya dikenal sebagai individu yang energik, termotivasi, dan cerdas. Teman-temannya menggambarkan bahwa Gage “bukan lagi Gage” setelah cedera. Perubahan ini menyebabkan perubahan besar dalam kepribadiannya yang menyiratkan bahwa bagian otak yang terkena oleh batang besi memiliki peran penting dalam mengendalikan aspek-aspek kepribadian.

Ketidakpastian mengenai sejauh mana kerusakan otak Gage terjadi karena kecelakaan tersebut membuat sulit menentukan secara pasti dampaknya. Catatan Harlow menunjukkan bahwa cedera tersebut mengakibatkan hilangnya hambatan sosial, menyebabkan Gage berperilaku tidak pantas. Namun, beberapa bukti menyarankan bahwa dampak yang diduga akibat dari kecelakaan tersebut mungkin terlalu dibesar-besarkan dan bahwa Gage sebenarnya jauh lebih fungsional daripada yang dilaporkan sebelumnya.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 1994, ilmuwan menggunakan teknik neuroimaging untuk merekonstruksi tengkorak Phineas Gage dan menetapkan lokasi tepat dari cedera tersebut. Hasil temuan menunjukkan bahwa cedera yang dialaminya mengenai korteks prefrontal baik di sisi kiri maupun kanan, yang menyebabkan masalah dalam proses emosional dan pengambilan keputusan rasional. Pada tahun 2004, studi lain menggunakan rekonstruksi tiga dimensi dengan bantuan komputer untuk menganalisis sejauh mana cedera Gage. Penelitian ini menemukan bahwa efek cedera tersebut terbatas pada lobus frontal kiri. Pada tahun 2012, penelitian terbaru memperkirakan bahwa batang besi menghancurkan sekitar 11% materi putih di lobus frontal Gage dan 4% korteks serebralnya.

Baca Juga:  Kisah Mata Hari, Intel Wanita Berdarah Jawa Era Perang Dunia I yang Gemparkan Eropa

Kehidupan Gage setelah insiden tersebut yang menyebabkan ia tidak dapat melanjutkan pekerjaan di perusahaan sebelumnya. Menurut Harlow, Gage menghabiskan beberapa waktu melakukan perjalanan di New England dan Eropa dengan menampilkan batang besinya untuk mengumpulkan uang, bahkan dikabarkan tampil di Barnum American Museum di New York. Dia juga bekerja sementara di sebuah kandang kuda di New Hampshire dan kemudian menghabiskan tujuh tahun sebagai sopir kereta pos di Chili. Pada tahun 1859, Gage meninggalkan Chili menuju California, di mana ia bekerja untuk waktu yang singkat di sebuah peternakan kecil di Santa Clara. Sekitar waktu ini, Gage tampaknya mulai mengalami kejang-kejang yang semakin parah, yang akhirnya menyebabkan kematiannya pada tahun 1860.

Setelah mengalami serangkaian serangan epilepsi, Gage meninggal pada tanggal 21 Mei 1860, hampir 12 tahun setelah kecelakaannya. Tujuh tahun setelah kematiannya, jenazah Gage digali. Saudaranya memberikan tengkorak dan batang tampingnya kepada Dr. Harlow, yang kemudian menyumbangkannya ke Fakultas Kedokteran Universitas Harvard sebagai kepentingan untuk melalukan penelitian dan pembelajaran.

Selama hidupnya, Gage menjadi pasien yang sangat terkenal dalam sejarah neurosains dan merupakan orang pertama yang menunjukkan kepada para ahli medis korelasi antara trauma otak dan perubahan kepribadian. Dampak cedera yang dialami Gage menghasilkan banyak penemuan baru dalam bidang neurosains. Kasus Gage ini kemudian memiliki dampak yang signifikan pada pengetahuan awal tentang neurologi. Perubahan perilakunya memberikan wawasan tentang fungsi otak dan menyajikan gagasan tentang fungsi-fungsi khusus yang terkait dengan area otak yang lebih spesifik. **

Baca Juga:  Awal Mula Tradisi Megengan Jelang Ramadhan di Masyarakat Muslim Jawa

Referensi
Harlow, J. M. 1993. Recovery From the Passage of An Iron Bar Through The Head. Sege Journals, 4(14), 274-281https://doi.org/10.1177/0957154X9300401407
O’Driscoll, K., & Leach J., P. 1998. “No Longer Gage”: An Iron Bar Through the Head. BMJ, 317, 1673.  https://doi.org/10.1136/bmj.317.7174.1673a
Macmillan, M. 2000. An Odd Kind of Fame: Stories of Phineas Cage. Pers MIT.
Damasio, H., Grabowski, T., Frank, R., Galaburda, A., M., & Damasio A., R. 1994. The Return of Phineas Gage: Clues About the Brain from the Skull of a Famous Patient. Science, 264(5162), 1102-1105. https://doi.org/10.1126/science.8178168
Ratiu, P., & Talos, I., F. 2004. The Tale of Phineas Gage, Digitally Remastered. The New England Journal of Medicine, 351(23), e21. https://doi.org/10.1056/NEJMicm031024
Van Horn, J., D., Irimia, A., Torgerson, C., M., Chambers, M., C., Kikinis, R., & Toga, A., W. 2012. Mapping Connectivity Damage in the Case of Phineas Gage. Plos One, 7(5), e37454. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0037454
Sevmez, F., Adanir, S., & Ince, R. 2020. Legendary Name of Neuroscience: Phineas Gage (1823-1860). Child’s Nervous System. https://doi.org/10.1007/s00381-020-04595-6
Twomey, S. 2010. Phineas Gage: Neuroscience’s Most Famous Patient. Majalah Smithsonian.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *