Scroll ke bawah untuk membaca post
Example floating
Example floating
Zona Aktivis

Korda BEMNUS Jatim, Elang: Lawan Black Campaign, Mahasiswa Harus Mampu Berfikir Secara Rasional

262
×

Korda BEMNUS Jatim, Elang: Lawan Black Campaign, Mahasiswa Harus Mampu Berfikir Secara Rasional

Sebarkan artikel ini

WP, JATIM – BEM Nusantara Jawa Timur menyatakan komitmennya untuk ikut ambil bagian melawan kampanye hitam dan penyebaran hoax. Mereka menilai rusaknya kualitas demokrasi salah satunya disebabkan oleh kampanye hitam.

“Sebagai kaum intelektual, mahasiswa memiliki peran yang signifikan untuk melawan kampanye hitam (black campaign) yang memuakkan publik. Black campaign perlu diwaspadai karena akan menimbulkan banyak dampak negative, sehingga Pemilu 2024 menjadi tidak fair. Hal tersebut karena segala bentuk informasi yang dikemas melalui black campaign berisi fitnah, hoax, hingga tuduhan tanpa bukti. Segala jenis black campaign tentu saja akan menimbulkan konflik dan disintegrasi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, black campaign perlu dihindari dan diwaspadai Di sisi lain, black campaign juga melanggar hukum sehingga dapat dikenakan sanksi. Adapun regulasi yang mengatur black campaign yaitu Pasal 280 ayat (1) huruf c dan Pasal 521. Pasal 280 ayat (1) huruf c berbunyi “Menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon, dan/atau tim kampanye Pemilu yang dengan sengaja melanggar larangan dalam Pasal 280 ayat (1) huruf a,b,c,d,e,f,g,h,i, atau j, dipidana penjara paling lama dua tahun dan denda paling banyak 24.000.000 rupiah.”,” kata Elang Bagus Dwi Tunggal Koordinator Daerah BEM Nusantara Jawa Timur, Kamis (12/01/2024).

“Mari kita memilih dengan objektif, memilih dengan rasional. Jangan sampai mahasiswa terprovokasi atas berita hoax yang sengaja disebar untuk saling jatuh-menjatuhkan. Mahasiswa harus melakukan analisa kritis. “Lanjut Elang Bagus

Baca Juga:  Kawal Pesta Demokrasi 2024, GMNI Tuban Daftar Pemantau Pemilu ke Bawaslu

Dihimbaunya lagi, mari kita semua menjaga Pemilu 2024 dari segala bentuk black campaign agar pada Pemilu ini menjadi demokratis dan fair. Pemilihan umum 2024 merupakan batu loncatan pemimpin untuk menjadikan Indonesia ke arah yang lebih baik, bukan menjadi awal perpecahan serta permusuhan.

Koordinator BEMNus Jatim tersebut tidak melarang untuk melakukan kritik. Hanya saja penyampaian kritik harus dilakukan dengan norma-norma dan adan yang baik, apalagi kritik itu disampaikan oleh mahasiswa yang juga harus menjaga sebuah etika. (Rls/ft/wp). **

Baca Juga:  Kabid Kavo Kohati Cabang Malang: Launching Platform "LaporKohati" Upaya Menanggapai Isu Kekerasan Seksual
Example 120x600