Scroll ke bawah untuk membaca
Example floating
Example floating
NarasiWarta Publik

Pengamat: Pemilu dan Pilkada 2024 Momentum Strategis Menyukseskan Indonesia Emas 2045

209
×

Pengamat: Pemilu dan Pilkada 2024 Momentum Strategis Menyukseskan Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini

Juga Akui Figur Baru Berpeluang Pimpin Kota Malang dalam Pilkada Serentak 2024

WartaPress, Kota Malang – Di tengah semarak menyambut Pemilu (Pileg-DPDRI/Pilpres) 2024, masyarakat diharapkan tetap memperhatikan momentum yang juga dekat jarak waktu pelaksanaannya, Pilkada serentak 2024. Hal ini disampaikan pemerhati kebijakan publik dan pengamat demokrasi melalui keterangannya kepada media ini.

“Dua momentum ini sama-sama penting bagi bangsa Indonesia, khususnya kota dan kabupaten. Sebab suksesi kepemimpinan dari arus bawah (dipilih oleh rakyat) akan dilahirkan pada momen tersebut,” kata Afrianus A. Kadha, S. Sos., M. AP., dalam keterangannya Jumat, (3/10/2024).

Baca Juga:  Pemilu Jelang Masa Tenang, Kolaborasi GenZ Indonesia: Bersama Menjaga Martabat Demokrasi

Menurut alumnus pascasarjana FIA UB yang berdomisi di Kota Malang ini, fokus perhatian publik yang dominan pada pemilu, juga perlu diimbangi dengan memikirkan suksesi lokal yang menentukan arah masa depan Kota Malang. Sebab, baik pemilu, pilpres maupun pilkada merupakan agenda demokrasi yang bakal melahirkan para pemimpin, stakeholder pembangunan, mulai dari legislatif hingga eksekutif.

Selain itu, tahapan mula target Indonesia Emas 2045 mulai bergulir, dan akan turut digerakkan oleh kepemimpinan hasil suksesi 2024 nanti. Paduan antara gerakan pembangunan pemimpin hasil pemilu 2024 dengan periode selanjutnya, akan memantapkan laju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga:  Solidaritas Ulama Muda di Kota Malang Turba, Briefing Anggotanya Menangkan Prabowo-Gibran

Terkait figur potensial yang bakal meraih dukungan publik dalam kontestasi pilkada Malang Kota, menurut pengamat kebijakan publik yang juga Kepala Litbang WP Network ini, semua punya peluang yang sama.

“Namun saya meyakini tokoh baru akan lebih menarik perhatian. Selain karena efek kejenuhan, juga tidak ada gebrakan perubahan dari figur lama yang benar-benar ‘moncer’ di masyarakat. Dan ingat, memori publik masih melekat pada polemik hukum yang 5 tahun belakang ini menerpa Malang Raya, ini kurang menguntungkan (bagi politisi lama),” lanjutnya. Sebab, figur-figur lama yang berkuasa pada saat Malang raya viral karena kasus penindakan tipikor oleh KPK, akan terkena efek issu dimana dapat mempengaruhi citra dan reputasinya.

Baca Juga:  Bersamaan dengan Hari Valentine, Harlah ke-3 Rumah Sedekah NU Bahagiakan Anak Yatim Piatu

Sehingga, lanjutnya, tokoh baru bakal mudah meraih simpati publik. “Asalkan tokoh tersebut visioner, berintegritas dan mampu menggalang dukungan massif di masyarakat pemilih,” katanya lagi. (Red1/la/wp). **

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *