Raih Juara 1 Debat Bahasa Inggris, Santri Thursina IIBS Melenggang ke FLS2N 2023 Tingkat Provinsi 

WartaPress, Pendidikan – Tim debat santri Thursina International Islamic Boarding School (IIBS) yang beranggotakan Farras Hasyim, Dzakky Zafran dan M. Naufal Anugerah sukses mengamankan juara I pada ajang debat Bahasa Inggris Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2023 tingkat Kabupaten Malang (24/05). Prestasi ketiga santri kelas XI ini melenggang mewakili Kabupaten Malang pada ajang tingkat provinsi.

Kegiatan yang berlokasi di Aula SMAN 1 Gondanglegi ini mempertemukan lebih dari 33 sekolah  tingkat SMA se-Kabupaten Malang. Lebih dari 15 cabang perlombaan di gelar dalam ajang ini. Salah satu perlombaan yang diikuti santri Thursina IIBS adalah Debat Bahasa Inggris. Setidaknya mereka harus bersaing dengan 11 tim lainnya untuk memperebutkan gelar juara.

Farras selaku ketua tim mengungkapkan, kemenangan ini diraihnya berkat kerjasama dan kekompakan tim. Pada ajang tersebut ia dan timnya harus mengikuti beberapa sesi mulai dari pre-eliminasi, eliminasi, semifinal hingga pada babak final. Sebanyak 5 kali sesi debat harus dilalui santri jurusan IPA ini. “Saat yang paling menegangkan adalah tahap semifinal dan final karena lawan kami cukup berat, namun berkat kesabaran melihat kelengahan lawan kita dapat menambah poin plus,” ungkapnya.

Baca Juga:  Direktur Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang Menekankan Pentingnya Penyesuaian Pendidik dalam Era Teknologi

Lebih lanjut Faraz mengungkapkan, pada ajang ini ia dan timnya diberikan topik yang harus dipresentasikan. Topik yang diberikan mulai dari hukum, pendidikan hingga agama. Sebagai orang pertama harus mempresentasikan secara detail mulai dari deskripsi – dampak dari suatu kebijakan. Sementara itu, Dzaky sebagai orang kedua turut melengkapi argumen dan solusi atas kemungkinan terbaik dan terburuk dari suatu kebijakan mosi tersebut. Sedangkan Naufal sebagai orang ketiga ia lebih banyak memberikan sanggahan dari argumen lawan bahkan memberi banding dengan pernyataan yang lebih logis. “Saat tim lawan ada deskripsi yang kurang detail menjadi kesempatan kami untuk menyanggah dan menyerang balik dan Alhamdullillah kami dinyatakan sebagai Juara I,” imbuhnya.

Baca Juga:  Drama 'Si Pitung Takut Sunat' Meriahkan Program Pengembangan Pribadi Muslim Al Azhar

Raihan ini membawa timnya mewakili Kabupaten Malang pada ajang FLS2N tingkat Provinsi Jawa Timur. Pada pertengahan Juni mendatang, mereka akan tampil secara daring dalam seleksi yang mempertemukan ratusan peserta dari seluruh Jawa Timur untuk merebutkan maju ke kancah nasional. Kemenangan ini turut menyempurnakan kemenangan sebelumnya dengan raihan posisi runner-up pada ajang World Schools Debating Championship (WSDC) 2023 “Harapannya nanti mendapat raihan terbaik dan semoga lebih lanjut dapat maju ke kancah nasional,” sambung Naufal.

Sementara itu Dzaky juga berbagi tips agar meraih keberhasilan dalam ajang debat. Menurutnya ada beberapa hal yang harus dibentuk mulai dari membentuk ikatan yang kuat antar anggota dalam tim, meningkatkan daya kritis, mengutamakan logika, menyampaikan argumen secara terstruktur dan runtut hingga senantiasa beradab atau tidak boleh terlalu agresif. “Salah satu untuk meningkatkan kualitas kita adalah dengan melakukan simulasi debat untuk menambah jam terbang dan untuk membangun kepercayaan diri,” ungkap santri asal Surabaya itu.

Baca Juga:  BEM UNISLA: Petisi Menolak PJ Rektor UNISLA Mempertajam Perpecahan

Di akhir ia juga berharap agar komunitas debat dapat terbentuk dan diminati santri di Thursina. Baginya ajang debat dapat membentuk cara berpikir kritis hingga membangun kepercayaan diri. “Semoga nanti bidang debat ini lebih diminati banyak santri, intinya jangan takut untuk mencoba karena akan menjadi pengalaman yang berfungsi hari esok,” pungkasnya mengakhiri. (hel/lil/wp). **