Scroll ke bawah untuk membaca
Example floating
Example floating
Regional

Seminar “Melacak Jalur Peradaban Rempah Dunia”, Hidupkan Kembali Kejayaan Maluku Utara

138
×

Seminar “Melacak Jalur Peradaban Rempah Dunia”, Hidupkan Kembali Kejayaan Maluku Utara

Sebarkan artikel ini

WartaPressCom, Tidore Maluku Utara – Indonesia memiliki berbagai kekayaan sumber daya alam yang melimpah, tak terkecuali kekayaan rempah. Salah satunya, Provinsi Maluku Utara yang berperan  dalam sejarah Indonesia dan Eropa terutama terkait dengan ekspansi rempah yang telah menarik perdagangan di seluruh dunia.

Hal ini dibahas oleh Wakil Presiden (Wapres) RI, K.H Ma’ruf Amin dalam acara Pembukaan Seminar Nasional Melacak Jalur Peradaban Rempah Dunia yang diselenggarakan di Kantor Wali Kota Tidore Kepulauan (11/4/).

Acara seminar yang bertajuk “Melacak Jalur Peradaban Rempah Dunia, Enrique Maluku Pengeliling Dunia Pertama dari Tidore” ini bertujuan untuk membedah pengetahuan dan informasi seputar sejarah nusantara dan dapat menghasilkan masukan yang komprehensif kepada pemerintah guna memperkuat jalur rempah nusantara sebagai jalan peradaban.

“Saya ingin memaknai seminar ini bukan hanya sekedar membedah buku seputar sejarah nusantara, namun lebih jauh bahwa Maluku Utara memiliki peran strategis dalam lintasan sejarah peradaban dunia dan saya yakin Maluku Utara dapat tumbuh menjadi pusat gravitasi ekonomi global dan kawasan Indo Pasifik di masa yang akan datang,” ujar Wapres, K.H Ma’ruf Amin dalam sambutannya.

Baca Juga:  Cuti Bersama 19–25 April 2023, Gubernur Khofifah Minta ASN Pemprov JATIM Patuh Aturan

Pada abad ke-16, perdagangan rempah-rempah menjadi sangat penting bagi bangsa Eropa yang mencari keuntungan besar di wilayah Asia Tenggara. Di tahun 1512, Ferdinand Magellan, seorang penjelajah Spanyol, mencapai Pulau Tidore dan menemukan rempah-rempah yang sangat berharga saat masa kejayaan Sultan Al Mansur (1521-1526). Pada tahun 1529, Sultan Al Mansur dari Tidore membuka kesempatan bagi bangsa Spanyol untuk masuk ke dalam perdagangan dan mengambil alih rempah-rempah tersebut.

Sejarah peradaban rempah nusantara ini membuktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki kemajuan dalam perdagangan rempah sejak dahulu kala, sehingga menjadi pemantik semangat dalam membangun kembali kejayaan rempah di Maluku Utara.

“Kesuksesan masa silam ini bukan semata hikayat untuk anak dan cucu kita, melainkan juga menjadi pengobar semangat untuk menghidupkan kembali kejayaan bumi Maluku Utara,” tutur Wapres.

K.H Ma’ruf Amin mengungkapkan gagasan bahwa rempah bukan hanya sekedar komoditas unggulan ekonomi, namun membangun sejarah peradaban yang plural. Dari masa ke masa menjadi gerbang pertukaran antar budaya dan praktik yang melahirkan peradaban seperti kebudayaan, keberagaman suku, etnis, agama dan kelompok sosial di Indonesia selama ratusan tahun. Oleh sebab itu, agenda revitalisasi jalur rempah di Maluku Utara sebagai upaya meningkatkan nilai tambah dengan pola hilirisasi ekonomi yang berbasis masyarakat.

Baca Juga:  Siap Dampingi Penyandang Disabilitas, Ribuan Peserta Akan Ikuti Seleksi Kompetensi PPPK Pemprov Jatim

Selain itu, K.H Ma’ruf Amin menyebutkan pentingnya mendorong pusat-pusat penelitian di Maluku Utara dan di Indonesia untuk memperbanyak penelitian tentang tokoh-tokoh maritim Nusantara serta mengembangkan program pendidikan dan pelatihan di bidang ekonomi biru dalam rangka mewujudkan visi poros maritim dunia. Karena, tokoh-tokoh sejarah di Indonesia, khususnya di Maluku merupakan simbol jati diri rakyat Maluku yang terbuka dalam berpikir global memiliki fisik yang tangguh dan wawasan navigasi pelayaran yang unggul.

Walikota Tidore Kepulauan, Capt H. Ali Ibrahim juga mengatakan tokoh Enrique Maluku ini disinyalir merupakan orang pertama yang mengelilingi bumi dan berasal dari Tidore. “Disinyalir orang pertama yang mengelilingi bumi bukanlah Magelhaens, tetapi Enrique Maluku, sosok pemberani yang katanya berasal dari Tidore, dan sosok ini nanti dibedah dalam seminar nasional hari ini,” ujar Ali Ibrahim.

Baca Juga:  Polres Boven Digoel Papua Selatan Bersama KNPI Mendorong Literasi di Boven Digoel

Di akhir sambutannya, K.H Ma’ruf Amin mengajak para pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dan menyukseskan rencana jalur rempah sebagai warisan budaya UNESCO pada tahun 2024. Dalam konteks tersebut, ia menyebutkan wilayah Maluku Utara adalah bagian penting dari perjalanan sejarah jalur rempah nusantara dan merupakan titik nol dari jalur rempah dunia. “Saya ingin menegaskan bahwa Maluku Utara adalah titik nol dari jalur rempah dunia,” tutur Wapres.

Turut hadir mengikuti pembukaan seminar nasional ini, Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba beserta Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Maluku Utara. Sementara Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika; Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pemerintahan dan Wawasan Kebangsaan Velix Wanggai; Deputi Bidang Administrasi Sapto Harjono Wahjoe Sedjati; Staf Khusus Wapres Masduki Baidlowi, Robikin Emhas, dan Zumrotul Mukaffa; serta Tim Ahli Wapres Farhat Brachma. (Rls/ed-wp). **

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *