Scroll ke bawah untuk membaca post
Example floating
Example floating
Demokrasi

Sering disebut partai “ekslusif”, ternyata Pengurus PKS ada keluarga Penginjil

138
×

Sering disebut partai “ekslusif”, ternyata Pengurus PKS ada keluarga Penginjil

Sebarkan artikel ini

Warta Press, Politik – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan salah satu partai berbasis islam berpengaruh di Indonesia. Parpol yang kini sedang dipimpin Ahmad Syaikhu ini selalu lolos parlemen threshold dalam setiap pemilu.

Publik masih banyak yang menilai PKS merupakan partai “kanan jauh” yang ekslusif dalam hal kaderisasi anggota dan rekruitmen strukturalnya. Bahkan pernah dituding sebagai basis wahabi yang kaku dan konservatif.

Segala tudingan di atas ternyata keliru. Terbukti, dalam Rakernas PKS yang berlangsung pada 24-26 Februari 2023 lalu, terdapat rombongan dari Provinsi Papua Pegunungan yang menjadi peserta, dan cukup jadi sorotan tersendiri.

Baca Juga:  Suara Tertinggi, PDI Perjuangan Dapat Usung Kadernya Sebagai Calon Gubernur Papua Tengah

Mengutip laman pks.id, sosok Terius Yigibalom merupakan kader yang menjadi Ketua DPW PKS Papua Pegunungan. Dia menceritakan tentang kepengurusan PKS di tanah Papua. Dikatakan olehnya, PKS sebagai Partai yang terbuka untuk seluruh pemeluk agama.

“Saya berasal dari keluarga penginjil, bapak saya penginjil juga kepala suku, awalnya ragu ketika hendak bergabung dengan PKS, karena disini Islam semua,” tutur Terius, sebagaimana dimuat pksID.

Baca Juga:  Saat Anies Baswedan Dicecar Jurnalis Australia Soal Politik Identitas

“Tapi setelah saya bergabung, penilaian saya salah. PKS Partai yang sangat terbuka untuk semua kalangan, saya sampaikan ke suku saya kalau masuk PKS tidak harus pindah agama,” lanjut Terius.

Terius kemudian menyatakan kesiapannya memenangkan PKS di provinsi yang baru saja terbentuk yakni Papua Pegunungan. Dia menyebut masyarakat di daerahnya sudah siap untuk memenangkan PKS pada Pemilu nanti.

‘Walaupun kami provinsi baru juga DPW baru, kami sudah siap jauh-jauh hari lagi. Masyarakat adat di gunung di desa kami siap untuk menangkan PKS di Pemilu,” katanya.

Baca Juga:  Ketum DPP PAN Zulhas ke Gibran: Bismillah mas Wali

Lebih lanjut, ia menyampaikan rombongan Papua harus melewati Pegunungan untuk sampai ke Jakarta. Terius menyebut hal itu dilakukannya untuk menunjukkan keseriusan dalam mengikuti Rakernas PKS.

“Kami harus lewati gunung dulu dengan jalur darat untuk sampai ke bandara, sebetulnya lebih mahal ke Jakarta daripada keluar negeri. Ini kami lakukan untuk menunjukkan kami serius mengikuti kegiatan Rakernas,” tutup Terius. **

Example 120x600