Scroll ke bawah untuk membaca
Example floating
Example floating
BeritaWarta Publik

PT. LSN Diduga Caplok Sempadan Sungai, PagarJati Malang akan Observasi Lanjutan

523
×

PT. LSN Diduga Caplok Sempadan Sungai, PagarJati Malang akan Observasi Lanjutan

Sebarkan artikel ini

DPC PJI Malang berharap investasi harus ramah lingkungan dan memajukan daerah

WartaPressCom, Kab. Malang JATIM – DPC Paguyuban Arek Jawa Timur Indonesia (Pagar Jati Indonesia) Malang Raya memastikan akan kembali terjun ke lokasi sungai yang garis sempadannya diduga dicaplok PT. Lesaffre Sari Nusa (PT LSN), di desa Gading, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

“Kita akan memastikan semuanya berdasarkan data, aturan hukum dan fakta lapangan,” kata penasehat hukum Pagarjati Malang Raya, Wasis Siswoyo, S.H., kepada media ini pada Senin (10/4/2023).

Menurutnya, saluran irigasi dan akses pengairan petani merupakan hak masyarakat yang tidak boleh diganggu gugat, kecuali oleh aturan dan kebijakan yang legal. Sehingga, lanjutnya, pihak perusahaan dalam hal ini PT. LSN, dan pemangku kebijakan harus memastikan semua langkahnya berdasarkan aturan hukum dan kepentingan publik.

Baca Juga:  Hitungan Jam, Oknum Prajurit TNI Penendang Motor Ibu-ibu Ditangkap

Senada dengan itu, Ketua Pagar Jati Indonesia DPC Malang Raya Mochamad Said, S.T, menjelaskan sudah pernah turun ke lokasi bersama pihak legislatif Kabupaten Malang dan perangkat pemerintah. Ia juga menyampaikan komitmen Pagar Jati Malang untuk mengawal dampak lingkungan dari aktivitas perusahaan.

“Karena hal itu belum clear dipublik maka kami akan turun lagi, memastikan data awal dengan perkembangan terbaru di lapangan,” kata Moch. Said, yang juga merupakan warga desa Gading.

Baca Juga:  Dewan Pers Tegaskan Perusahaan Media Tak Wajib Daftar Dewan Pers, Sifatnya Stelsel Pasif - Mandiri

Lanjutnya, Pagar Jati sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat yang berdomisili di desa Gading, Bululawang, memiliki perhatian khusus pada investasi di desanya, agar semua berjalan sesuai aturan, pro-lingkungan dan tidak ada yang dirugikan.

DPC PJI Malang Raya saat turun ke lokasi PT LSN di desa Gading, Bululawang, Kab. Malang / dok. PJI MR-2022

“Baik pihak perusahaan, pemerintah dan masyarakat harus sama-sama menyadari hak, kewajiban dan kewenangannya. Sehingga pembangunan dan investasi tidak merusak lingkungan, tidak ada yang dirugikan, dan bernilai positif untuk daerah,” imbuhnya.

PT. LSN yang berinvestasi di desa Gading, Bululawang, Malang, merupakan perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) asal Perancis. Sejumlah perusahaan nasional dan PMA memang gencar membangun investasi di daerah Bululawang hingga Malang selatan.

Baca Juga:  Benny K. Harman Sambut Tantangan Menkopolhukam Mahfud MD, Bahas "Skandal Rp 349 T"

Tentang dugaan pencaplokan Garis Sempadan Sungai di desa Gading oleh PT Lesaffre, yang dinilai memakan sempadan sungai kurang lebih 3 meter untuk pagar pembatas pabrik, kata pengurus PJI Malang Raya, bukan hal baru. Organisasi yang punya banyak anggota di Kabupaten Malang tersebut sejak awal telah mempertanyakan dan akan memastikan hal tersebut berdasarkan penilaian yang objektif.

“Hasil observasi tim Pagarjati Malang Raya nanti akan diumumkan di masyarakat, dan disampaikan kepada pihak-pihak terkait,” pungkasnya. (aak/lam/wp). **

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *