WartaPress, Internasional – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat tajam setelah kedua negara saling melancarkan serangan militer di kawasan Timur Tengah (9/7). Situasi ini menimbulkan kekhawatiran global atas potensi pecahnya konflik yang lebih luas.
Serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat kemarin disebut menargetkan puluhan fasilitas strategis Iran, termasuk infrastruktur militer dan titik-titik penting di sekitar jalur pelayaran internasional. Aksi tersebut diklaim sebagai upaya menjaga keamanan jalur energi global, khususnya di kawasan Teluk.
Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone yang menyasar pangkalan militer Amerika serta sekutunya di sejumlah negara kawasan seperti Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Yordania. Beberapa serangan berhasil dicegat, namun tetap meningkatkan status siaga di kawasan tersebut.
Konflik ini juga berdampak pada stabilitas ekonomi global, terutama terkait ancaman terhadap jalur vital energi dunia di Selat Hormuz. Iran bahkan memperingatkan akan mengendalikan atau membatasi akses di jalur tersebut, yang menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dunia.
Situasi semakin kompleks setelah gencatan senjata yang sebelumnya sempat disepakati dinyatakan tidak lagi berlaku. Pemerintah Amerika Serikat menegaskan akan meningkatkan tekanan militer jika Iran terus melakukan serangan, sementara pihak Iran menyatakan siap melakukan pembalasan lebih luas jika agresi berlanjut. (xin/ap/wp). **
Sumber Foto: ChinaXinhuaNews









