Presisi News Scroll ke bawah untuk membaca
Example floating
Example floating
Warta Publik

Gagas Suatu Rencana, LIRA Malang Duduk Bareng Bos KEK Singhasari

×

Gagas Suatu Rencana, LIRA Malang Duduk Bareng Bos KEK Singhasari

Sebarkan artikel ini

LIRA Malang bertemu Direksi KEK Singhasari untuk jajaki sinergi. Bahas pendidikan internasional hingga masa depan ekonomi digital Malang Raya

WartaPress, Malang, JATIM — Sebuah pertemuan strategis yang jarang terungkap ke publik baru-baru ini terjadi antara pengurus Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Malang dengan jajaran Direksi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari. Pertemuan yang digelar di kawasan Singhasari tersebut mempertemukan Bupati LIRA Kabupaten Malang, Wiwid Tuhu, S.H., M.H., dengan Direktur Utama KEK Singhasari, Dr. H. Purnadi, S.H., M.Si., beserta jajarannya.

Pertemuan ini menjadi sorotan karena LIRA, yang selama ini dikenal sebagai lembaga swadaya masyarakat yang kritis terhadap kebijakan pemerintah, justru mengambil langkah konstruktif dengan mendatangi langsung pengelola salah satu proyek strategis nasional di Malang Raya tersebut. LIRA menegaskan bahwa posisinya bukanlah oposisi, melainkan mitra kritis yang berfungsi sebagai kontrol sosial dan penyalur aspirasi rakyat.

Dalam pertemuan tersebut, LIRA menyampaikan maksud kedatangannya untuk menjajaki sinergi dengan semua komponen masyarakat di Kabupaten Malang. Harapannya, kolaborasi ini dapat mendukung terciptanya ekosistem Kabupaten Malang yang mampu mensejahterakan masyarakat secara lebih merata dan berkelanjutan.

KEK Singhasari: Pionir Ekonomi Digital di Indonesia

KEK Singhasari bukanlah kawasan ekonomi biasa. Kawasan ini merupakan Kawasan Ekonomi Khusus pertama di Indonesia yang berfokus pada sektor digital dan pariwisata. Diresmikan pada 27 September 2019 melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2019 dan mulai beroperasi secara resmi pada 21 November 2022, KEK Singhasari diproyeksikan menjadi pusat pengembangan teknologi digital dan pariwisata terpadu di Jawa Timur.

Baca Juga:  Bung Shollahurobbani terpilih Sebagai Ketua Persatuan Alumni GMNI Malang Selatan

Kawasan ini dikembangkan oleh PT Intelegensia Grahatama dengan luas wilayah mencapai 120,3 hektar. Pemerintah menargetkan KEK Singhasari mampu menarik investasi hingga Rp11,92 triliun dan menyerap 6.863 tenaga kerja hingga tahun 2030.

Pemilihan Singosari sebagai lokasi KEK bukan tanpa alasan. Kawasan ini memiliki keunggulan geostrategis dan geoekonomi yang signifikan. Lokasinya yang strategis di jalur Pandaan-Malang, berdekatan dengan Bandara Internasional Juanda Surabaya dan Pelabuhan Tanjung Perak, serta terhubung langsung dengan tol Pandaan-Malang, menjadikannya simpul transportasi yang mudah diakses.

Selain itu, populasi Malang Raya yang besar dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di atas rata-rata Provinsi Jawa Timur menjadi modal utama pengembangan sumber daya manusia potensial, khususnya di sektor ekosistem digital dan ekonomi kreatif. Kekayaan budaya dan peninggalan sejarah nusantara, termasuk situs Kerajaan Singhasari, menjadi nilai tambah yang menjadikan kawasan ini mengusung konsep heritage tourism yang memadukan pelestarian budaya dengan modernisasi.

Pendidikan Kelas Dunia di Tanah Malang

Salah satu daya tarik utama KEK Singhasari adalah kehadiran institusi pendidikan internasional bergengsi. King’s College London (KCL), salah satu universitas terbaik dunia dan anggota Russell Group, telah membuka kampus cabangnya di dalam kawasan KEK Singhasari. KCL Singhasari menawarkan program pascasarjana bergengsi seperti MSc Digital Economies dan MA Digital Futures.

Baca Juga:  10 Karyawan di PHK Tanpa Pesangon, Karyawan Hotel Kota Blitar Lapor ke Disnaker

Program ini memberikan kesempatan bagi talenta Indonesia untuk memperoleh pendidikan kelas dunia tanpa harus menempuh studi di luar negeri. Kuliah diselenggarakan dengan sistem blended learning yang menggabungkan pembelajaran asinkron dan sinkron bersama dosen dari London, memastikan kualitas pendidikan yang setara dengan kampus utama KCL di Inggris. Mahasiswa juga berkesempatan memperoleh beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Tidak hanya KCL, Indian Institute of Management Bangalore (IIM Bangalore) juga telah menjajaki kerja sama pendidikan dengan KEK Singhasari. Kerja sama ini difokuskan untuk mempersiapkan sumber daya manusia berdaya saing global, melengkapi berbagai inisiatif kolaborasi Indonesia-India yang telah berkembang di kawasan tersebut, termasuk Cyber Defense Academy dan Mumbai-Malang Creative Tech Corridor. Selain itu, terdapat pula penjajakan kerja sama dengan kampus dari China, memperkuat posisi KEK Singhasari sebagai hub pendidikan internasional di kawasan ASEAN.

Fokus pada Pariwisata dan Teknologi

Dalam dialog yang berlangsung, Direktur Utama PT Intelegensia Grahatama selaku pemangku KEK Singhasari memaparkan bahwa kawasan ini memiliki perhatian besar pada pengembangan pariwisata dan teknologi, terutama yang terkait dengan pendidikan. Saat ini, di dalam KEK telah berdiri kluster Animation and Film Factory (AFF) terbesar di Indonesia yang mewadahi sekitar 500 animator. Selain itu, tengah dibangun sekolah menengah plus yang bekerja sama dengan SMA HelloMotion Jakarta, dengan fokus pada programer visual arts dan design thinking.

Baca Juga:  KRIDA Sampaikan Pesan Kerukunan Beragama di Rakorda LDII Kota Batu 2024

Dari dialog yang terjadi, ditemukan kesepemahaman bahwa perlu ada dinamika yang lebih intens untuk membawa pembicaraan pada bahasa konkret terkait kontribusi mendorong tingkat kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Malang. Mengingat inti dari KEK sendiri lebih banyak berfokus pada bidang pembangunan aplikasi dan sistem teknologi, harapannya LIRA dapat mengambil peran pada bidang yang sesuai untuk memastikan manfaat KEK Singhasari benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.

Pertemuan ini menandai babak baru hubungan antara LIRA dan KEK Singhasari. Jika sinergi ini terwujud, bukan tidak mungkin KEK Singhasari tidak hanya menjadi kebanggaan Jawa Timur, tetapi juga menjadi model kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat sipil dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang inklusif dan berkeadilan. (Ak/wp). **

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *