WartaPress, Gaza – Sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan, Hamas kembali membebaskan tahanan asal Israel yang telah mereka tahan selama 477 hari sejak awal konflik ini terjadi.
Pada Sabtu (25/1) Hamas melepas 4 tentara wanita Israel yang dilakukan secara prosedural, menandatangani surat pembebasan dan menyerahkannya kepada pihak palang merah internasional untuk dikembalikan ke keluarganya masing-masing. Mereka adalah, Karina Araiv, Daniella Gilboa, Naama Levy, Liri Albag.
Momen langka saat “acara pelepasan” ini adalah dilakukan secara terbuka, seremonial dan tampak ke 4 tahanan yang mengenakan seragam militer itu terawat, ceria bahkan melambaikan tangan bak penyanyi panggung ke arah kerumunan massa yang rata-rata pria bertopeng mengokang senapan serbu di sebuah lapangan di Kota Gaza tersebut.

Hal itu menimbulkan komentar bahwa Hamas telah unggul dalam merebut simpati internasional tentang tata cara memperlakukan tawanan perang dan bagaimana sikap profesional dalam menjalankan kesepakatan gencatan senjata.
“This is a big slap in the face of IDF” tulis akun X @HumaZhr, yang menyindir perlakukan pihak Israel yang dinilainya brutal, bahwa momen ini merupakan tamparan bagi pihak Israel.
Akun lainnya bahkan ada yang menyebut tahanan wanita tersebut bersikap seolah lagi dipanggung selebriti, semakin mematahkan klaim propaganda pendukung Israel yang menuding Hamas memperlakukan tahanan wanita dengan kekerasan seperti memperkosa, menganiaya dan membuatnya kelaparan, “But guys I was assured by all the Israeli propagandists that these Israeli soldiers were pregnant, starved and mistreated. What happened? They lied?” Komentar @SuppresseNws.
Namun di sisi lain, pro Israel menganggap cara Hamas tersebut merupakan pertunjukkan drama, mendandani tahanan dengan seragam, menyuruhnya seolah bahagia, padahal mereka telah menyekapnya selama 477 hari dengan jahat. “Hamas dressing Naama, Liri, Daniella, and Karina in IDF uniforms and forcing them to smile and wave is an attempt to make us forget that they were kidnapped in their pajamas and tortured. They’re evil,” tulis @HenMazzig. (Red2). **









