Presisi News Scroll ke bawah untuk membaca
Example floating
Example floating
NarasiSejarah

Buku Jelajah Kuburan Londo Malang Jilid 2, Perkaya Khasanah Sejarah Kota Malang

196
×

Buku Jelajah Kuburan Londo Malang Jilid 2, Perkaya Khasanah Sejarah Kota Malang

Sebarkan artikel ini

WartaPress, Kota Malang – Salah satu hal yang mbois dalam Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang adalah peluncuran buku jelajah sejarah berjudul Jelajah Kuburan Londo Malang Jilid 2, (1/4/2026).

Pengenalan perdana literatur ini dilaksanakan secara seremonial disela upacara HUT di Balai Kota Malang dan dilauncing langsung oleh Wali Kota Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M.

Buku ini menghadirkan narasi sejarah Keanekaragaman Demografi dan Keberlanjutan Makam Kolonial. Isinya tidak hanya mengungkap secara detail riwayat makam Belanda, tetapi juga membedah berbagai aspek historis yang memperkaya khasanah kearifan lokal Kota Malang.

Baca Juga:  KUHAP DALAM ANCAMAN DISINFORMASI

Materi buku mengupas seputar regulasi pemakaman era awal berdirinya kota (Gemeente), jejak perkumpulan kuno Freemason di Malang, kejadian Geger Mergosono, masa pendudukan Jepang, hingga beberapa peristiwa di periode kemerdekaan.

“Buku ini sarat nilai sejarah dan menjadi refleksi keberagaman sosial yang membentuk wajah Kota Malang,” kata Wali Kota Malang kepada media. Dr Wahyu Hidayat berharap, buku tersebut dapat menjadi referensi edukatif sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga warisan sejarah.

Saat yang sama, Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Drs. Gamaliel Raymond Hatigoran M., M.AP., menjelaskan buku tersebut mengangkat potensi sejarah dari kawasan Makam Sukun yang selama ini jarant terekspos secara literatif. Pemakaman, terangnya, tidak selalu identik dengan kesan suram, melainkan menyimpan nilai historis lintas zaman—mulai dari era kolonial, pendudukan Jepang, hingga kemerdekaan.

Baca Juga:  Sidoarjo Butuh Bupati Tak Ber-Mainset Ndonyo/Harta

Sementara penulis buku, Hariani, membeberkan bahwa kajian buku ini berawal dari pengalamannya bekerja di lingkungan pemakaman. Ia menemukan banyak fakta sejarah yang belum terdokumentasi secara luas.

“Di balik tempat yang dianggap menyeramkan, justru tersimpan banyak pengetahuan sejarah,” kata Hariani kepada media.

Diharapkan buku ini semakin memperkuat citra Kota Malang sebagai salah satu laboratorium sejarah di Jawa Timur, dimana setiap peristiwa bersejarah didokumentasikan agar generasi muda dapat mempelajari serta memetik spiritnya untuk kemajuan masa depan Bhumi Arema.

Baca Juga:  Masyarakat Korban!! Putusnya Jaringan Internet di Papua Selatan Sudah Seperti Pandemi Varian Baru

Pimpinan Penerbit Media Nusa Creative (NMC), Gedeon Soerja, menyatakan bahwa buku ini merupakan ikonik yang mampu memperkuat identitas sejarah lokal Kota Malang yang sekaligus mendorong kesadaran masyarakat menjaga dan menghargai situs sejarah. (ed-wp). **

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *