Presisi News Scroll ke bawah untuk membaca
Example floating
Example floating
Ekonomi Kerakyatan

Sekjen GMNI Kabupaten Malang: Koperasi Adalah Jalan Ekonomi Marhaenis untuk Kedaulatan Rakyat

507
×

Sekjen GMNI Kabupaten Malang: Koperasi Adalah Jalan Ekonomi Marhaenis untuk Kedaulatan Rakyat

Sebarkan artikel ini

WartaPress, Malang, 12 Juli 2025 – Dalam momentum peringatan Hari Koperasi Nasional, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Malang, Muhammad Ulil Albab, S.H., menyampaikan seruan penting untuk mengembalikan semangat koperasi sebagai *alat perjuangan ekonomi rakyat*, bukan sekadar instrumen administratif.

Ulil menegaskan bahwa koperasi, dalam perspektif Marhaenisme, adalah bentuk konkret dari ekonomi kerakyatan yang menolak dominasi modal besar dan pasar liberal. Koperasi adalah *wujud praksis dari ideologi Pancasila*, terutama sila kelima—keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Koperasi bukan sekadar unit ekonomi kecil. Ia adalah representasi dari kedaulatan rakyat atas alat produksi dan distribusi. Dalam ajaran Bung Karno, koperasi adalah soko guru ekonomi nasional yang seharusnya menjadi tulang punggung perlawanan ekonomi terhadap imperialisme dan kapitalisme,” ujarnya dalam keterangannya kepada media, Sabtu (12/7).

Ulil juga menyoroti pentingnya keterlibatan kaum muda, khususnya mahasiswa, dalam membumikan kembali koperasi sebagai alat pendidikan ekonomi dan wadah kemandirian kolektif.

“Sudah saatnya kampus menjadi lahan subur bagi koperasi mahasiswa yang berbasis produksi, bukan sekadar simpan pinjam atau etalase usaha. GMNI melihat koperasi sebagai ruang ideologis—sebagai tempat kader belajar mengelola ekonomi secara kolektif dan berkeadilan,” tambahnya.

Dalam konteks Kabupaten Malang, Ulil menyebut bahwa banyak pelaku UMKM dan petani kecil yang secara nilai dan praktik telah menjalankan prinsip koperasi, namun belum terlindungi dan diberdayakan secara struktural. Menurutnya, negara dan organisasi progresif harus hadir sebagai *penghubung kekuatan rakyat* dan arah kebijakan ekonomi nasional.

“Di tengah tekanan ekonomi global dan liberalisasi pasar, koperasi adalah tameng rakyat. Tapi koperasi hanya akan kuat jika ia dibangun dengan kesadaran ideologis dan keberpihakan. Bukan dengan pendekatan teknokratis atau proyek-proyek sesaat,” tegasnya.

Sebagai penutup, Ulil menekankan bahwa GMNI Kabupaten Malang siap mendorong program pendidikan ekonomi alternatif berbasis koperasi di kalangan mahasiswa dan rakyat. Ia menyerukan agar Hari Koperasi tak sekadar diperingati, tapi dijadikan momentum *konsolidasi ekonomi kerakyatan berbasis ideologi bangsa*.

“Koperasi bukan milik masa lalu, tapi harapan masa depan. Dan hanya dengan kekuatan rakyat bersatu—kita bisa menjadikan koperasi sebagai alat perjuangan menuju Indonesia yang benar-benar berdaulat, berdikari, dan berkepribadian dalam bidang ekonomi,” pungkasnya. (Rls). **

Baca Juga:  Sego Pecel Magetan, Kuliner Khas yang Memikat Hati di Tengah Gelar Seni Budaya di TMII
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *