Presisi News Scroll ke bawah untuk membaca
Example floating
Example floating
Release

Syaifudin Zuhri Tegaskan Peran Mahasiswa dalam Menyikapi Putusan MK dalam Diskusi Proyeksi Desain Pemilu

347
×

Syaifudin Zuhri Tegaskan Peran Mahasiswa dalam Menyikapi Putusan MK dalam Diskusi Proyeksi Desain Pemilu

Sebarkan artikel ini

WartaPress, Malang, (12 Juli 2025) — Komitmen mahasiswa sebagai kekuatan moral-politik dalam mengawal arah demokrasi Indonesia kembali ditekankan oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kabupaten Malang, Bung Syaifudin Zuhri, S.Pd., dalam sebuah diskusi publik bertajuk *”Proyeksi Desain Pemilu Pasca Putusan MK Nomor 135/PUU-XXII/2024”*.

Kegiatan yang diselenggarakan di Kantor Bawaslu Kabupaten Malang ini telah menghadirkan sejumlah peserta dari kalangan mahasiswa, aktivis kepemiluan, serta pegiat demokrasi lokal. Diskusi dipandu oleh Bung Hozin Kafabika, Wakabid Kaderisasi DPC GMNI Kabupaten Malang, dan turut menghadirkan Bung Tobias Gula Aran, M.H., selaku Komisioner Bawaslu Kabupaten Malang sebagai narasumber utama bersama Bung Syaifudin Zuhri.

Baca Juga:  Hasil Pleno Terbuka KPU Kota Malang, Wahyu-Ali Menang di Pilkada Kota Malang

Dalam forum tersebut, pernyataan reflektif dan argumentatif telah disampaikan secara lugas oleh Bung Syaifudin. Ia menilai bahwa Putusan MK Nomor 135/PUU-XXII/2024 tidak boleh dilihat sebatas sebagai koreksi yuridis, melainkan harus dijadikan sebagai titik balik dalam merancang ulang sistem demokrasi yang lebih berpihak pada kedaulatan rakyat.

*“Momentum ini harus dijadikan bahan bakar perjuangan mahasiswa untuk merebut kembali ruang-ruang demokrasi yang sempat direduksi oleh praktik-praktik elektoral yang elitis. Putusan MK bukan sekadar dokumen hukum, tetapi panggilan sejarah bagi gerakan mahasiswa untuk memproduksi kesadaran konstitusional di akar rumput,”* tegas Syaifudin dalam penyampaiannya.

Penekanan juga diberikan pada pentingnya keterlibatan aktif organisasi mahasiswa dalam proses legislasi pasca putusan. Menurutnya, GMNI harus mengambil peran sebagai pelopor dalam mendorong kejelasan regulasi, serta memastikan bahwa prinsip keadilan dan pemerataan politik benar-benar dijalankan dalam setiap tahapan penyusunan desain pemilu mendatang.

Baca Juga:  DJPPR Sosialisasi Pembiayaan APBN dan Investasi SBN Ritel di Yogyakarta: Tingkatkan Literasi Keuangan

Diskusi yang berlangsung selama lebih dari dua jam tersebut direspons dengan antusiasme tinggi oleh sekitar 30 peserta. Interaksi aktif dan dialektika kritis mengalir sepanjang forum, menunjukkan bahwa wacana tentang perbaikan sistem demokrasi masih mendapat tempat strategis di kalangan pemuda.

Melalui kegiatan ini, peran Bung Syaifudin Zuhri tidak hanya ditunjukkan sebagai pimpinan organisasi, tetapi juga sebagai aktor intelektual yang terus mendorong integrasi antara pemikiran Marhaenis dan semangat konstitusionalisme dalam konstelasi politik nasional. (rls). **

Baca Juga:  Himbauan Bawaslu Kabupaten Boven Digoel Sebelum Fase Penetapan Daftar Calon Tetap
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *