WartaPress, Kota Malang – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Malang menegaskan komitmennya terhadap akuntabilitas dan transparansi organisasi melalui penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) seluruh Dewan Pengurus Cabang (DPC) se-Kota Malang dalam Musyawarah Cabang (Muscab) VI yang digelar di Hotel Trio Indah 2, Minggu (26/10/2025).
Mengusung tema “Kokoh Bersama Majukan Kota Malang”, forum tersebut menjadi ajang evaluasi sekaligus refleksi bagi seluruh DPC untuk memaparkan capaian, tantangan, serta strategi perbaikan selama masa kepengurusan 2022–2025. Proses pelaporan dilakukan secara terbuka dan disaksikan jajaran pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD), kader perwakilan cabang, hingga para Ketua Dewan Pengurus Ranting (DPRa).
Ketua DPC PKS Kecamatan Klojen, Muhammad Hasan, SE, menyampaikan bahwa forum Muscab menjadi ruang pembelajaran kolektif bagi seluruh pengurus.
“Selama ini kami para ketua DPC saling belajar dari kelebihan dan kekuatan cabang lain. Sedangkan kekurangannya, menjadi bahan evaluasi bersama agar kita terus berkembang,” ujarnya.
Dalam laporan yang dipresentasikan masing-masing DPC, sejumlah program strategis menjadi sorotan—mulai dari kegiatan kaderisasi, pelayanan sosial, hingga penguatan jaringan partisipasi masyarakat di tingkat akar rumput. Selain itu, data capaian politik juga menunjukkan peningkatan raihan suara PKS pada Pemilu terakhir, yang menjadi bukti konkret dari kerja struktural dan kedekatan partai dengan masyarakat.
Usai penyampaian LPJ, kegiatan dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus baru DPC PKS se-Kota Malang periode 2025–2030, disertai pembacaan sumpah jabatan dan pakta integritas. Dalam momen ini, para pengurus berikrar untuk memperkuat visi partai yang berorientasi pada pelayanan publik, keadilan, dan kebermanfaatan sosial.
Tak hanya itu, PKS Kota Malang juga memberikan penghargaan kepada pengurus dan kader berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi selama masa kepengurusan sebelumnya.
Melalui penyampaian LPJ dan Muscab VI ini, PKS Kota Malang kembali meneguhkan diri sebagai partai yang terbuka dan akuntabel. Budaya evaluasi yang dilakukan secara periodik menjadi bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan di setiap lini organisasi. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat soliditas internal partai sekaligus memperluas kontribusi PKS dalam membangun Kota Malang yang lebih maju dan berkeadilan. (tf/wp). **









