Presisi News Scroll ke bawah untuk membaca
Example floating
Example floating
Umum

Mantan Wali Kota Malang Sutiaji Kecam Tayangan Trans7, Dinilai Mencoreng Tradisi Pesantren

258
×

Mantan Wali Kota Malang Sutiaji Kecam Tayangan Trans7, Dinilai Mencoreng Tradisi Pesantren

Sebarkan artikel ini

WartaPress, Kota Malang — Mantan Wali Kota Malang yang juga tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Malang, H. Sutiaji, angkat suara terkait polemik tayangan Trans7 yang dianggapnya melecehkan nilai-nilai pesantren.

Sutiaji menilai, persoalan ini bukan sekadar masalah lokal atau antara pesantren dengan media, melainkan sudah menyangkut tata krama dan etika yang harus dijunjung tinggi sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Saya sangat prihatin dan mengecam keras tayangan Trans7 yang mencoreng dan mencabik-cabik tradisi santun dan ikhlas yang selalu ditanamkan oleh para kyai kepada para santrinya,” kata Sutiaji, (15/10) di Malang.

Baca Juga:  Dampak Proyek Pengurugan Tanah Samping Kantor Kecamatan Pinang Kota Tangerang Diprotes

Menurut Sutiaji, pesantren bukan hanya lembaga pendidikan agama semata, tapi juga pusat pembentukan karakter dan moral bangsa. “Kalau nilai-nilai luhur pesantren dilecehkan, maka kita kehilangan jati diri sebagai bangsa yang santun dan beradab,” tegasnya.

Lebih jauh Sutiaji menilai, media massa punya tanggung jawab besar dalam menjaga dan menghormati nilai-nilai budaya dan etika masyarakat.

“Kebebasan pers bukan berarti bebas melanggar norma dan merusak keharmonisan sosial. Kita harus menjaga tata krama, apalagi di era global ini, di mana etika mulai luntur,” jelasnya.

Baca Juga:  Miliki Lebih dari 130 Mitra Integrasi, Amplitude Rangkul Teknologi AI Untuk Pengembangan Bisnis

Sutiaji mengajak semua pihak, khususnya pengelola media dan pemerintah, agar segera melakukan evaluasi terhadap konten siaran yang berpotensi menimbulkan konflik sosial dan merusak nilai-nilai luhur bangsa.

“Tayangan seperti ini harus menjadi alarm bagi kita semua untuk memperkuat etika penyiaran dan memastikan media berperan sebagai agen pendidikan dan pemersatu bangsa, bukan sebaliknya,” pungkasnya.

Pernyataan tegas dari tokoh NU ini mendapat dukungan luas dari masyarakat Malang dan sekitarnya. Mereka mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap Trans7, termasuk mempertimbangkan pencabutan izin siarannya jika terbukti melanggar kode etik penyiaran dan telah memicu reaksi keras dari kalangan santri dan kiyai seluruh Indonesia. (tf). **

Baca Juga:  Hadir di Islamic Book Fair 2024, Garislurus Travel Tawarkan Umroh Gratis, Begini Caranya 
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *