Kita tahu pekan kemarin telah terjadi kesepakatan bersama kembali antara Indonesia dan Amerika tentang perpanjangan (IUPK) kontrak kerjasama PT. Freeport McMoRan (FCX) hingga tahun 2061 Di Papua Tengah. Lewat penandatanganan yang diteken kedua pihak pada 18/02/2026 di Washington DC Amerika Serikat. Kontrak tersebut merupakan kelanjutan dari kontrak sebelumnya yang saat ini berlangsung sampai 2041.
Itu berarti kelangsungan ivestasi ini masih akan berlangsung lagi sampai 20 tahun kedepan mulai dari 2041 – 2061. Jika demikian maka sudah tentu akan ada penambahan ataupun peningkatan area eksplorasi di wilayah Papua Tengah. Freeport Indonesia saat ini mengelola tambang tembaga, perak, dan emas di Papua, terutama Tambang Grasberg, salah satu tambang tembaga dan emas terbesar di dunia, dengan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).
Berdasarkan perjanjian divestasi 2018, Indonesia menguasai 51,23% saham Freeport Indonesia melalui MIND ID, sementara Freeport-McMoRan memegang sisanya. Dalam pernyataan menteri investasi sekaligus kepala BKPM, Rosan Roeslani bahwa perpanjangan kontrak 20 tahun kedepan ini juga diperkirakaan bisa meningkat nilai investasi 20 miliar dollar AS.
Kebijakan ini tentu menimbulkan banyak pertanyaan dan juga harapan masyarakyat Indonesia terkhusus kami rakyat Papua. Bahwasanya jika saat ini kebijakan negara perpanjangan perusahaan raksasa Amerika itu berlangsung sampai 2061 diatas Tanah Papua, dengan segala macam perkiraan keuntungan investasi yang djelaskan menteri terkait maka menurut kami perlu ada perbaikan/penegasan juga pada sumberdaya moral/nurani orang² yang akan mengelola kebijakan tersebut.
Sehingga kita tidak hanya mendengar informasi² yang terkesan fantastis soal dunia investasi, namun pada realitas masyarakat kita (terkhusus kami Papua) tetap masih hidup di medan perang dan terperosok dalam jurang kemiskinan yang berkepanjangan. Agar masyarakat Indonesia termasuk kami orang asli Papua betul² akan menilai bahwa pemerintahan Prabowo – Gibran saat ini Pancasila benar masih ada dan Hidup sebagai landasan kita dalam berbangsa dan bernegara.
Arie Waropen
Ketum SGM-Papua









