WartaPress – RAW BLUE adalah band baru asal Jakarta yang beranggotakan personel dari berbagai grup seperti No Excuse, Twisted Games, Frack, Walk Fearless, Cold Skin, The Brandals, dan Expect. Jika band-band sebelumnya dikenal dengan akar hardcore dan punk, RAW BLUE justru mengambil arah berbeda dengan mengeksplorasi shoegaze, alternative rock, dan slowcore. Formasi RAW BLUE terdiri dari Kornelius Kevin, Chaidir Fadli Rahman, Ghani Noorputrawan, dan Herbert Widodo.
Proyek ini lahir sebagai ruang untuk ide-ide yang sebelumnya tidak memiliki tempat. Alih-alih tempo cepat dan riff yang agresif, RAW BLUE menonjolkan tekstur, ruang, dan melodi, menghasilkan karya yang terasa intim, reflektif, dan sarat emosi. Bukan berarti mereka meninggalkan masa lalu, melainkan mengeksplorasi sisi lain dari diri mereka yang selama ini tersembunyi.
Single debut mereka, “Chronic Blue”, menjadi pintu pertama untuk mengenal warna musik tersebut. Lagu ini merupakan bagian dari EP perdana yang berisi empat track, menampilkan kecintaan band terhadap gitar yang dreamy, penulisan lagu yang melankolis, serta aransemen yang sederhana namun kuat.
“Chronic Blue” menggambarkan kelelahan emosional seseorang yang berusaha keluar dari hubungan yang menguras energi, namun masih terjebak dalam kenangan dan pahitnya proses menerima kehilangan.
“Melalui ‘Chronic Blue’, kami ingin menangkap momen ketika seseorang merasa lelah dalam sebuah hubungan, tetapi masih sulit untuk benar-benar melepaskan masa lalu,” ujar Kevin.
RAW BLUE merilis karya mereka melalui Haum Entertainment, label independen asal Malang yang berfokus pada musik emo, shoegaze, dan alternative. Kolaborasi ini terjalin secara alami melalui hubungan lama antara Kevin dan pendiri label tersebut.
Meski mungkin terasa mengejutkan bagi pendengar yang mengenal latar belakang hardcore para personelnya, RAW BLUE tidak sedang berusaha mengubah identitas. Proyek ini hanyalah medium lain untuk mengekspresikan pengaruh, emosi, dan ritme yang berbeda.
EP debut RAW BLUE dijadwalkan rilis pada akhir Juli atau Agustus 2026. (Rls). **









