Oleh : Nova Tika Ramadani (Mahasiswi Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI Depok, Prodi Akuntansi Syariah)
Akuntansi adalah suatu tahapan proses pengumpulan, pengidentifikasian, pencatatan, penggolongan, peringkasan serta penyajian atau laporan dari banyaknya transaksi keuangan serta penafsiran yang hasilnya guna pengambilan keputusan.
Dalam kehidupan sehari-hari tentunya tidak lepas dengan keuangan, terutama bagi seorang pembisnis, baik bisnis kecil ataupun besar, setiap hari kita bisa mengeluarkan dan mendapatkan uang. Agar keuangan tetap stabil dan kita bisa memperkirakan jangka panjang, tentunya akan lebih mudah apabila kita memahami cara mengelola dan mendata keuangan kita. Dalam akuntansi inilah kita belajar pencatatan keuangan sehingga memudahkan kita melihat masa depan keuangan. Ilmu ini memiliki banyak kegunaan dalam penerapan sehari-harinya seseorang, dan terutama pada kegiatan bisnis. Akuntansi yang benar dan tepat memungkinkan manajemen perusahaan menjadi lebih memahami keuangan bisnisnya, dengan akuntansi juga mereka dapat merencanakan pengeluaran masa depan secara strategis untuk memaksimalkan keuntungan. Yang termasuk di dalam akuntansi sendiri seperti membuat laporan keuangan, jurnal penyesuaian, dan masih banyak lagi. Karena banyaknya manfaat akuntansi ini, setidaknya setiap orang harus paham dasar dari akuntansi itu sendiri.
Adapun rumus persamaan dasar akuntasi adalah :
Aset = Liabilitas (Utang) + Modal
Dari rumus persamaan diatas, pendekatan ini membagi akun menjadi 5 jenis utama, yaitu :
- Aset, aset adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk memperoleh pendapatan, dan digunakan untuk membantu dalam operasi bisnis sehari-hari. Aset ini umumnya juga dikenal sebagai harta. Akun aset dibagi lagi menjadi empat jenis, yaitu :
a. Aset lancar, adalah aset perusahaan yang memiliki nilai manfaat kurang dari satu tahun. Misalnya kas, piutang, tinta, kertas, dan lain-lain.
b. Aset tidak lancar, adalah aset perusahaan yang mempunyai nilai manfaat lebih dari satu tahun. Contohnya mesin, dan lain-lain.
c. Aset berwujud, adalah aset perusahaan yang memiliki wujud nyata, seperti komputer, kendaraan, dan lain-lain.
d. Aset tidak berwujud, adalah aset perusahaan yang tidak berwujud namun memiliki nilai, seperti hak paten, merek dagang, logo dan lain-lain. - Liabilitas, istilah liabilitas juga biasa disebut sebagai utang dan kewajiban. Akun liabilitas perusahan dapat mencakup item seperti utang yang belum dilunasi, kewajiban pembayaran kepada kreditor dan lain-lain. Liabilitas terbagi menjadi dua jenis, yaitu :
a. Liabilitas lancar (current liability), adalah utang perusahaan yang harus dilunasi kurang dari satu tahun, seperti utang dagang dan lain-lain.
b. Liabilitas tidak lancar (uncurrent liability), adalah utang perusahaan yang jatuh temponya lebih dari satu tahun. Misalnya utang bank, utang bunga dan lain-lain. - Ekuitas, akun ekuitas atau modal adalah uang tunai atau sumber daya yang diinventasikan oleh pemilik atau pemegang saham dalam bisnis. Akun ini menunjukan nilai tersisa dalam aset. Modal terbagi menjadi dua jenis, yaitu:
a. Modal saham lancar, mencerminkan kepemilikan pemegang saham perusahaan
b. Laba ditahan, mencakup laba yang belum dibagikan kepada pemegang saham atau dicadangkan untuk keperluan tertentu. - Pendapatan, akun pendapatan adalah jumlah uang yang diperoleh perusahaan dari penjualan produk atau layanannya. Akun pendapatan juga dapat mencakup dividen yang diperoleh perusahaan dari investasi.
a. Pendapatan usaha, pendapatan yang didapat dari kegiatan jual beli perusahaan dan menjadi sumber utama pendapatan perusahaan.
b. Pendapatan diluar usaha, pendapatan yang bukan berasal dari kegiatan utama perusahaan. Contohnya pendapatan bunga atau biaya sewa dan bisa berasal dari penjualan beberapa aset yang dilakukan oleh pihak perusahaan. - Beban, beban adalah semua pengeluaran perusahaan yang mencakup produk atau layanan yang dibeli perusahaan untuk membantu menghasilkan pendapatan. Hal ini dapat mencakup pembelian produk atau jasa untuk meningkatkan produktivitas operasi manufaktur atau distribusinya. Beban lainnya mungkin berupa gaji karyawan, biaya pemasaran, biaya fasilitas, dan lain-lain. Beban terbagi menjadi dua, yaitu :
a. Beban usaha, yang menjadi suatu pengeluaran yang rutin dikeluarkan oleh perusahaan demi mendukung berjalannya operasional perusahaan agar bisa memperoleh keuntungan. Contohnya membayar upah, tagihan air, listrik, internet dan lain-lain.
b. Beban diluar usaha, pihak perusahaan juga bisa menanggung beban yang berada diluar operasional bisnisnya. Contohnya adalah seperti beban yang dikeluarkan untuk membayar bunga serta mengurus administrasi perbankan.
Kelima akun diatas adalah akun utama dalam akuntansi yang harus diketahui bagi seseorang yang ingin mempelajari atau ingin mengaplikasikan sistem akuntansi. Dengan memahami akuntansi akan membantu seseorang dalam mengelola dan mengetahui kondisi keuangannya.
(**).









