WartaPress, Surabaya – Setelah penantian panjang, grup musik surf rock asal Ketintang, The Joo’s, resmi merilis Extended Play (EP) perdana bertajuk “Eksibisi Makhluk Aneh”. Mini album ini kini telah tersedia di seluruh platform streaming musik digital, sekaligus menandai eksistensi mereka di kancah musik independen Indonesia.
EP Eksibisi Makhluk Aneh terdiri dari 6 lagu, yang mencakup 4 track berlirik dan 2 track instrumental. Mengusung identitas musikal biblical surf rock, The Joo’s menghadirkan karya yang terinspirasi dari nilai-nilai dalam kitab suci agama Samawi. Lirik-liriknya sarat kritik terhadap sifat-sifat negatif manusia, seperti pengkhianatan dan keserakahan, yang dikemas dalam aransemen penuh emosi—mulai dari ketegangan, kemarahan, hingga refleksi dan kebahagiaan.
Mini album ini dirancang layaknya sebuah pertunjukan konseptual yang menampilkan sisi gelap manusia, seolah-olah pendengar diajak menyaksikan “pameran” karakter-karakter ganjil dalam kehidupan. Proses produksi EP ini memakan waktu kurang lebih tiga bulan hingga akhirnya siap dirilis ke publik.
“E.M.A. ini seperti pesan kolektif dari pemikiran kami yang ingin disampaikan ke dunia. Lagu-lagu di dalamnya memuat banyak kritik, pesan, dan satire terhadap kehidupan manusia, yang kami interpretasikan sebagai ‘Makhluk Aneh’,” ujar Cimz, vokalis sekaligus penulis lirik The Joo’s.
Mulai 24 Juli 2026, pendengar dapat menikmati Eksibisi Makhluk Aneh melalui berbagai platform digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube.
Daftar Lagu – Eksibisi Makhluk Aneh:
Eksibisi Dibuka
Maklumat Hubbus
Al-Khayin
Merana
Perut Paus Raksasa
Eksibisi Ditutup
Tentang The Joo’s
Terbentuk pada tahun 2023, The Joo’s merupakan grup musik surf rock asal Ketintang, Surabaya, yang beranggotakan Cimz (vokal), Bima (bass), Moreno (gitar), dan Melpin (drum). Mereka dikenal dengan aksi panggung yang energik serta gaya bermusik unik yang memadukan elemen religi dengan musik rock—sebuah kontras yang menjadi ciri khas mereka.
Sebelumnya, The Joo’s telah merilis single “Yajuj Majuj” dan “Al-Khayin” yang mendapat respons positif dari pendengar, sekaligus memperkuat identitas musikal mereka di skena independen. (rls). **









