Presisi News Scroll ke bawah untuk membaca
Example floating
Example floating
RegionalWarta Muda

Ribuan Lulusan SMK Jatim ke Luar Negeri, Masuk Industri di Negara Asia hingga Eropa

39
×

Ribuan Lulusan SMK Jatim ke Luar Negeri, Masuk Industri di Negara Asia hingga Eropa

Sebarkan artikel ini

WartaPress, ​Surabaya – Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) menjadi saksi kebangkitan generasi muda Jawa Timur di kancah internasional. Sebanyak 3.000 tenaga kerja lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) asal Jatim resmi dilepas untuk memenuhi kebutuhan sektor industri di berbagai negara penempatan, mulai dari Asia, Eropa, hingga Australia.

​Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., yang hadir langsung dalam prosesi pelepasan tersebut memberikan apresiasi tinggi terhadap program strategis ini. Menurutnya, langkah ini merupakan bukti nyata bahwa lulusan SMK Jawa Timur memiliki kapasitas global dan daya saing yang luar biasa jika diberikan ruang untuk berkembang.

​”Anak-anak kita sebenarnya memiliki kapasitas yang sangat baik ketika mereka diberikan kesempatan. Program ini dirancang melalui sinergi kuat antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Pemerintah Pusat untuk memutus stigma negatif bahwa lulusan SMK berkontribusi terhadap tingginya angka pengangguran terbuka,” ujar Sri Untari saat dikonfirmasi, Rabu (20/5).

Baca Juga:  Gelar Leaders Fest, MLS Kokohkan Kepemimpinan Generasi Muda

​Legislator yang juga tokoh koperasi nasional ini menambahkan, para lulusan tidak langsung diberangkatkan begitu saja. Mereka telah dibekali persiapan matang selama satu tahun penuh melalui pelatihan bahasa, pengenalan budaya, serta pemantapan kompetensi teknis sesuai dengan spesifikasi negara tujuan.

​Beberapa negara yang menjadi tujuan penempatan di antaranya adalah Jerman, Turki, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Australia, Singapura, dan Bulgaria. Kebutuhan tenaga kerja di negara-negara tersebut sangat bervariasi dan spesifik.
​Di Jepang, lulusan Jatim banyak diserap pada sektor caregiver (perawat lansia) dan pertanian. Sementara di Turki dibutuhkan tenaga untuk sektor ketelitian industri, Bulgaria di sektor perhotelan (hospitality), dan Jerman fokus pada sektor manufaktur berskala besar. Menariknya, dari ribuan peserta yang berangkat, Sri Untari mendapati banyak anak muda asal Malang Raya yang berhasil lolos seleksi dan menjadi perwakilan di garda depan.

Baca Juga:  Mahasiswa Baru Takut Jadi Aktivis? Kader GMNI Universitas Al-Qolam Buktikan Bisa Lulus Lebih Cepat

​”Alhamdulillah, tadi saya bertemu langsung dengan perwakilan anak-anak dari Malang, ada yang dari Arjowinangun, Klojen, hingga Ngantang. Mereka siap berangkat untuk bekerja di Jepang dan Jerman. Ini sangat membanggakan,” urai legislator dari daerah pemilihan Malang Raya tersebut.

​Lebih lanjut, Sri Untari menegaskan bahwa fungsi legislasi dan pengawasan di DPRD Jatim akan terus mendorong penguatan sektor pendidikan vokasi. Di tengah keterbatasan lapangan kerja domestik saat ini, peluang puluhan juta lapangan kerja di luar negeri harus ditangkap sebagai solusi strategis.

Baca Juga:  Moreno Soeprapto Sinergi dengan Program BPBL dari Kementerian ESDM

​”Sebagai legislator, bagi saya penting sekali di masa kebangkitan nasional ini kita betul-betul memberikan harapan hidup yang lebih baik bagi anak-anak kita. Jika di dalam negeri wadahnya belum sepenuhnya siap, pasar internasional ini menjadi jawaban agar mereka tidak menganggur. Kedepan, kita harus terus menyiapkan sekolah-sekolah kejuruan yang kurikulumnya linier dengan apa yang paling diminati dan dibutuhkan oleh negara-negara maju tersebut,” pungkasnya. (tf/wp). **

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *