Presisi News Scroll ke bawah untuk membaca
Example floating
Example floating
ReleaseWarta Muda

Mahasiswa Baru Takut Jadi Aktivis? Kader GMNI Universitas Al-Qolam Buktikan Bisa Lulus Lebih Cepat

448
×

Mahasiswa Baru Takut Jadi Aktivis? Kader GMNI Universitas Al-Qolam Buktikan Bisa Lulus Lebih Cepat

Sebarkan artikel ini

WartaPress, Malang JATIM (13/9/2024) – Seiring dengan berlangsungnya penerimaan mahasiswa baru di Universitas Al-Qolam, muncul kekhawatiran di kalangan mahasiswa terkait keterlibatan dalam organisasi ekstra kampus, khususnya di GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia). Banyak yang takut bahwa menjadi aktivis akan menghambat kelulusan tepat waktu. Namun, hal ini dibantah oleh sejumlah kader GMNI yang telah membuktikan sebaliknya.

Sarinah Muhairina Sri Wulandari, salah satu kader aktif GMNI, memberikan tanggapan atas ketakutan ini. Dalam opininya, ia menegaskan bahwa menjadi aktivis justru dapat membantu mahasiswa dalam mengasah keterampilan manajemen waktu dan kepemimpinan. Hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa kader GMNI di Universitas Al-Qolam yang mampu lulus lebih cepat, bahkan ada yang menyelesaikan studi dalam waktu 3,5 tahun.

Baca Juga:  Heboh Pesan Berantai "Nanas 10. 000 X Lebih Kuat Dari Khemoterapi" Ini Tanggapan FK UB

“Ini membuktikan bahwa menjadi aktivis bukanlah penghambat untuk lulus tepat waktu. Semua kembali pada diri mahasiswa itu sendiri, bagaimana mereka mampu mengatur waktu dan prioritas. Menjadi aktivis justru bisa menjadi nilai tambah,” ungkap Sarinah.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menyeimbangkan antara akademik dan kegiatan organisasi. Menurutnya, mahasiswa yang aktif berorganisasi memiliki kesempatan untuk tumbuh tidak hanya secara intelektual, tetapi juga secara emosional dan sosial. “Ini bukan soal memilih akademik atau organisasi, tapi soal bagaimana kita bisa sukses di keduanya,” tambahnya.

Baca Juga:  Nadine Fatiana Angkat Kisah Pertemanan di “All The Way Up”

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa keterlibatan dalam organisasi ekstra kampus seperti GMNI tidak menghalangi kelulusan. Justru, banyak kader yang berhasil menunjukkan bahwa menjadi aktivis dapat mendukung prestasi akademik. Dengan manajemen waktu yang baik, para kader GMNI telah membuktikan bahwa mereka bisa menyelesaikan studi dengan cepat dan sukses.

Opini dari Sarinah Muhairina ini diharapkan dapat memberikan pencerahan kepada mahasiswa baru yang masih ragu-ragu untuk bergabung dengan organisasi ekstra kampus. Menjadi aktivis, menurutnya, bukanlah beban, melainkan peluang untuk mengembangkan diri lebih baik lagi di masa depan. (Rls/wp). **

Baca Juga:  Pj Gubernur Papua Selatan Siap Dukung Kongres dan MPA PMKRI di Merauke
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *