Presisi News Scroll ke bawah untuk membaca
Example floating
Example floating
Umum

Bisnis Startup Syariah dan Peranannya dalam Ekonomi Inklusif

540
×

Bisnis Startup Syariah dan Peranannya dalam Ekonomi Inklusif

Sebarkan artikel ini

Penulis: Alfina Wahyu Rahmasari (Mahasiswi Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI, Program Studi Manajemen Bisnis Syariah)

Startup dan teknologi syariah memainkan peran penting dalam inklusi keuangan, yang mempercepat pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi syariah, kini startup dan teknologi syariah adalah salah satu bidang yang kini menjadi perhatian utama. Selain menghasilkan inovasi teknologi, sektor ini juga memainkan peran penting dalam mendorong inklusi keuangan dan memberdayakan UMKM. Berkembangnya fintech syariah dan industri halal lainnya membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi pusat ekonomi syariah dunia. Untuk memaksimalkan potensi ini, bagaimanapun, ada tantangan yang harus diatasi.

Financial technology (fintech) dan lembaga keuangan syariah, terutama perbankan syariah, dapat bekerja sama untuk meningkatkan inklusi keuangan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Perkembangan teknologi saat ini berkembang dengan sangat cepat dan telah masuk ke semua bidang, termasuk sektor keuangan. Oleh karena itu, masuknya teknologi ke sektor keuangan akan membawa industri keuangan ke era digital. Implementasi Fintech dalam perbankan syariah akan memungkinkan bisnis kecil dan menengah (UMKM) untuk mengakses produk dan layanan keuangan syariah serta mengajukan pembiayaan secanggih. Model seperti itu dapat meningkatkan inklusi keuangan dan meni Bank Syariah adalah jenis bank yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah dan terdiri dari Bank Umum Syariah dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah . Saat ini, ada peningkatan yang signifikan dalam jumlah bank Syariah. Tabel berikut menunjukkan hasil dari laporan Statistik Perbankan Syariah.ngkatkan kinerja bank syariah selain mempermudah akses keuangan bagi bisnis UMKM.

Baca Juga:  Turnamen Golf Dies Natalis UM ke-49, Momentum Strategis Membangun Sinergi

Startup dan Teknologi Syariah: Katalisator Inklusi Keuangan
Fenomena startup berbasis teknologi syariah semakin mendapat perhatian publik. Tidak hanya sebagai solusi finansial, sektor ini juga menawarkan model bisnis yang berlandaskan pada prinsip-prinsip syariah, terutama dalam konteks inklusi keuangan. Data yang ada menunjukkan bahwa pertumbuhan fintech syariah di Indonesia menunjukkan angka yang menggembirakan. Menurut sebuah artikel yang diterbitkan oleh Infobank, di Indonesia, banyak startup syariah yang terus berkembang meskipun kondisi global sedang mengalami tech winter (Infobank, 2024).
Sektor ini diperkirakan akan terus tumbuh karena adanya potensi besar dari segi jumlah pengguna yang sangat besar di Indonesia, terutama yang membutuhkan akses keuangan berbasis nilai Islam yang bebas dari riba.

Pertumbuhan Perbankan Syariah Di Indonesia
Pada tahun 2011 total aset Bank Umum Syariah sebesar 116.930, angka tersebut mengalami peningkatan yang signifikan pada setiap tahun dan mencapai 288.027 pada tahun 2017. Peluang perbankan syariah untuk meningkatkan total asset sangatterbuka, karena beberapa alasan diantaranya sebagai berikut:
1. Kebutuhan pembiayaan dalam negeri masih sangat besar
2. Distribusi pembiayaan nasional masih belum merata
3. Inklusi keuangan nasional masih rendah
4. Kemampuan ekspor UMKM masih rendah
5. Peningkatan penggunaan tekhnologi di Indonesia

Tentu, untuk menggapai peluang-peluang tersebut di atas, perbankan syariah harus menggandeng fintech. Tanpa fintech, perbankan syariah akan kesulitan untuk mengambil peluang-peluang tersebut. Sementara itu, UMKM merupakan salah satu variabel penting dalam perekonomian suatu negara. Sektor UMKM dapat mendorong pertumbuhan ekonomi serta menciptakan lapangan pekerjaan, sehingga dapat dikatakan bahwa sektor UMKM dapat berperan dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Peran fintech dalam meningkatkan keuangan inklusif pada UMKM di Indonesia.

Baca Juga:  Prediksi Dua Putaran Pilpres, yang Kalah Bergabung ke Mana

Pada era globalisasi saat ini peran financial technology berkembang begitu pesat bagi perekonomian dunia salah satunya pada lembaga keuangan syariah khususnya pada perbankan syariah. Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia dengan jumlah total penduduk mencapai 255 juta jiwa. Jumlah penduduk yang besar ini harus diimbangi dengan banyaknya lapangan kerja yang dibuka. Indonesia harus secara mandiri mengatasi hal tersebut dengan mendukung usaha-usaha yang didirikan oleh anak negeri. Perbankan syariah sebagai salah satu lembaga keuangan intermediasi yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah harus hadir untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pelaku usaha. Kebutuhankebutuhan tersebut tidak hanya dalam hal penyediaan modal, tetapi juga membantu dalam hal sistem pembayaran.

Di era digital saat ini, bank syariah tidak boleh hanya melakukan kegiatan operasionalnya secara konvensional saja, yaitu hanya mengandalkan aktivitas lewat kantorkantor cabang, yang cenderung bersifat esklusif. Akan tetapai, bank syariah harus melakukan inovasi dalam aktivitas bisnisnya, salah satu yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan kerja sama dengan perusahaan fintech. Sehingga, dengan melakukan kerja sama dengan perusahaan fintech, maka produk-produk yang ditawarkan oleh perbankan syariah akan dapat di akses oleh semua pelaku bisnis di seluruh wilayah Indonesia. perbankan syariah akan semakin dekat dengan pelaku usaha (UMKM).

Baca Juga:  Presiden Jokowi Resmikan Pembukaan Kongres Hikmahbudhi XII Tahun 2024

Sementara itu, Kehadiran sejumlah perusahaan fintech turut berkontribusi dalam pengembangan UMKM. Tidak hanya sebatas membantu pembiayaan modal usaha, peran Fintech juga sudah merambah ke berbagai aspek seperti layanan pembayaran digital dan pengaturan keuangan. (***).

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *