WP, Malang – Kelompok Pengabdian kepada Masyarakat (PMM) dari Tim Teknik Industri 1 Universitas Muhammadiyah Malang yang beranggotakan Gribaldy Devota Sabrilliant, Ryandika Juan Putra Purnomo, Syahrul Latief Fahrudin, Giandita Firmanda, dan Nur Alya Nazifa dengan bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Arum Martikasari, M.Med.Kom., melaksanakan kegiatan penanaman bibit buah stroberi di Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang pada tanggal 30 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa terhadap pembangunan desa, khususnya dalam bidang pertanian berkelanjutan.
Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini juga merupakan bagian dari upaya untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ke tengah masyarakat, khususnya dalam sektor pertanian. Melalui pendekatan ini, ilmu pengetahuan yang diperoleh di kampus dapat langsung diterapkan dalam kehidupan nyata guna memberikan manfaat bagi petani dan pengembangan potensi lokal desa.
Bekerja sama dengan Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) setempat, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan jenis tanaman buah baru yang dapat dibudidayakan selain tanaman yang biasa ditanam oleh petani. Dengan memperkenalkan budidaya stroberi, diharapkan petani memiliki pilihan tambahan dalam bercocok tanam yang berpotensi meningkatkan pendapatan. Apalagi dengan kondisi tanah dan iklim yang mendukung, Desa Gubugklakah dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan tanaman stroberi.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa dan petani bahu-membahu dalam proses penanaman bibit, mulai dari pengolahan lahan hingga penanaman awal. Selain itu, tim PMM juga memberikan penyuluhan singkat mengenai teknik dasar budidaya stroberi, mulai dari pemilihan bibit unggul, teknik penanaman, hingga cara perawatan yang tepat agar menghasilkan buah berkualitas tinggi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat terjalin sinergi positif antara dunia pendidikan dan masyarakat, khususnya dalam penerapan ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani lokal. Program ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa dalam mengembangkan soft skill serta kepekaan sosial di tengah masyarakat.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga dan para petani yang tergabung dalam GAPOKTAN. Mereka berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut dan dikembangkan untuk komoditas lain di masa mendatang. (rls). **









