Presisi News Scroll ke bawah untuk membaca
Example floating
Example floating
Ekonomi

Asia Dominasi Pertumbuhan Ekonomi Global 2026, Indonesia Masuk Empat Besar

179
×

Asia Dominasi Pertumbuhan Ekonomi Global 2026, Indonesia Masuk Empat Besar

Sebarkan artikel ini

WartaPress, Jakarta — Pusat gravitasi pertumbuhan ekonomi dunia kian bergeser ke kawasan Asia. Data terbaru yang dibagikan akun X @stats_feed menunjukkan bahwa Asia-Pasifik menjadi kontributor utama terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil global pada tahun 2026.

Dalam unggahan tersebut, China menempati posisi pertama sebagai penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi dunia dengan kontribusi 26,6 persen, disusul India sebesar 17,0 persen. Amerika Serikat berada di posisi ketiga dengan kontribusi 9,9 persen.

Baca Juga:  ITIF 2024 Hasilkan 5 MoU Investasi Senilai Rp862 Miliar

Menariknya, Indonesia menempati peringkat keempat dunia dengan kontribusi 3,8 persen terhadap pertumbuhan ekonomi global, mengungguli sejumlah negara besar seperti Jerman, Brasil, dan Arab Saudi.

“China dan India secara bersama-sama menyumbang sekitar 43,6 persen dari total pertumbuhan ekonomi global, sementara kawasan Asia-Pasifik secara keseluruhan berkontribusi hampir 50 persen,” tulis @stats_feed dalam unggahannya.

Selain Indonesia, negara berkembang lain yang masuk daftar 10 besar antara lain Türkiye (2,2 persen), Vietnam (1,6 persen), Nigeria (1,5 persen), Brasil (1,5 persen), dan Arab Saudi (1,7 persen). Jerman menjadi satu-satunya wakil Eropa Barat dengan kontribusi 0,9 persen.

Baca Juga:  Tiongkok balas naikkan tarif hingga 125 persen pada produk impor AS

Data tersebut bersumber dari International Monetary Fund (IMF) dan mencerminkan perubahan struktur ekonomi global, di mana negara-negara Global South semakin berperan sebagai motor pertumbuhan dunia.

Para analis menilai, posisi Indonesia yang masuk empat besar menunjukkan kuatnya peran konsumsi domestik dan bonus demografi. Namun, tantangan ke depan adalah meningkatkan kualitas pertumbuhan melalui industrialisasi bernilai tambah, inovasi teknologi, dan peningkatan produktivitas.

Baca Juga:  Terus beli BTC yang longsor, Robert Kiyosaki sebut obligasi AS mulai ditinggalkan

Sementara itu, rendahnya kontribusi negara-negara Eropa menandakan perlambatan ekonomi struktural di kawasan tersebut, seiring tekanan demografi, energi, dan industri.

“The balance of power is changing,” balas Elon Musk terhadap cuitan tersebut. Keseimbangan kekuatan sedang terjadi. (red2/wp). **

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *