Presisi News Scroll ke bawah untuk membaca
Example floating
Example floating
Musik

Lucien Sunmoon Rilis Album Perdana Nothing Blooms at Midnight, Tonggak Pendewasaan yang Jujur dan Personal

167
×

Lucien Sunmoon Rilis Album Perdana Nothing Blooms at Midnight, Tonggak Pendewasaan yang Jujur dan Personal

Sebarkan artikel ini

WartaPress, Kota Malang – Grup pop alternatif asal Malang, Lucien Sunmoon, resmi merilis album penuh pertama mereka bertajuk Nothing Blooms at Midnight pada 14 Februari 2026. Album yang digarap sepanjang tahun 2025 ini memuat 10 track, termasuk dua single yang telah lebih dulu dirilis, “Slice of Life” dan “Flustered”.

Album ini lahir dari fase hidup yang tak sederhana. Nothing Blooms at Midnight merekam polemik personal yang tengah dihadapi para personel—tentang percintaan, pengorbanan, kisah tak terucap, hingga emosi yang lama terpendam. Namun lebih dari itu, album ini menjadi simbol pendewasaan Lucien Sunmoon—baik sebagai individu maupun sebagai sebuah entitas musikal.

Selain dua single terdahulu, delapan lagu baru turut mengisi album ini, di antaranya “Arc of Quiet Bloom”, “In The Shadow of Our Past, I’m Longing to Be With You”, “11:12”, “Lowest”, “Minuet”, “Jealousy”, “What We’ll Never Be”, serta versi akustik dari “Memoria”.

Baca Juga:  Musisi Ini "Bingung": Kanan dicap Kapitalis, tengah dinilai tak ideologis

Dalam proses kreatifnya, Danang selaku produser justru mengambil langkah yang tak biasa. Ia memilih mengurangi keterlibatan dalam penulisan lagu dan memberi kebebasan penuh kepada para personel.

“Aku bebasin ke kalian pengen bikin lagu yang kayak gimana terserah, ini lagu kalian, ntar aku cuma bantu di perekaman doang.”

Keputusan itu membuat setiap personel bebas mengeksplorasi identitas musikal masing-masing. Tanpa tekanan untuk mengejar tren atau membentuk karakter tertentu, album ini tumbuh secara organik. Mereka pun menyadari bahwa kebebasan tersebut membuat struktur album terasa cair dan tidak terlalu terikat oleh satu warna dominan—namun justru di situlah letak kejujurannya.

Baca Juga:  Band re:NAN akan tour kolaboratif di empat kota besar

Proses produksi dimulai sejak awal 2025 dengan pengumpulan materi. Perekaman berlangsung sejak Mei 2025 di Haum Studio, dioperatori oleh Dheka (Dugong Masurai) dan Axel (Masurai), hingga kuartal akhir 2025. Untuk track terakhir, “Memoria (Acoustic Version)”, rekaman dilakukan di RA2 Studio bersama Rio Armand, yang juga menangani proses mixing dan mastering keseluruhan album.

Sepanjang 2025, keenam personel bersama manajer mereka, Nayya, dan Danang, menjalani proses panjang ini di tengah dinamika kehidupan perkuliahan, keluarga, dan asmara. Di tengah berbagai polemik personal, satu visi tetap mereka jaga: menuntaskan album ini sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus perayaan perjalanan mereka yang semakin tak terduga.

Baca Juga:  Kisahkan Kerinduan, Indika Rilis Single Tentang Kampung Halaman

Tak hanya berhenti pada rilisan digital, Lucien Sunmoon juga menyiapkan versi fisik berupa kaset pita yang digarap oleh Haum Entertainment. Rilisan ini akan dibundel bersama buku Nothing Blooms at Midnight: A Visual Guide yang ditulis oleh Sukma Kelana melalui Batas Frekuensi, lengkap dengan merchandise eksklusif. Batas Frekuensi juga tengah menyiapkan empat video musik yang dijadwalkan rilis pada akhir Maret 2026, setelah melalui proses produksi intensif selama sebulan penuh.

Kini, Nothing Blooms at Midnight sudah dapat dinikmati di seluruh platform digital streaming sejak 14 Februari 2026. (rls). **

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *