WartaPress, Manokwari —
Gelombang kekecewaan datang dari unsur pemuda Kabupaten Teluk Wondama usai pelantikan pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat pada 6 November 2025 lalu.
Melalui surat terbuka yang disampaikan ke publik, Richi Maikel Imburi, pimpinan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Teluk Wondama, menegaskan bahwa langkah pemerintah provinsi dinilai tidak mencerminkan asas pemerataan dan keadilan antarwilayah, terutama bagi masyarakat Teluk Wondama.
Berikut isi lengkap surat terbuka sebagaimana yang diterima media ini:
SURAT TERBUKA..!
“Assalamualaikum, warahmatullahi, wabarakatuh.. syalom,
Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Rahayu!”
SalamPemuda ✊
Saya Richi Maikel Imburi sebagai perwakilan pemuda Adat Wondama, sekaligus pimpinan pemuda Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Teluk Wondama, mewakili seluruh pemuda Kabupaten Teluk Wondama menyampaikan :
Kepada YTH : Bapak Gubernur Papua Barat beserta Wakil Gubernur Papua Barat yang Kami Cintai Di Manokwari.
Kami menyampaikan protes sebagai wujud rasa kekecewaan kami di sini hari ini, bukan untuk menentang pembangunan, melainkan untuk menyuarakan rasa kecewa kami yang mengganggu pikiran dan hati kami. Hati masyarakat Kabupaten Teluk Wondama dan hati seluruh rakyat Papua Barat yang mendambakan kebaikan dalam bingkai Otonomi Khusus dalam penyelenggaraan pemerintahan negara ini. Kami menyampaikan protes keras dan kekecewaan mendalam atas pengangkatan/pelantikan pejabat eselon II (kepala dinas) di lingkungan pemerintah provinsi Papua Barat yang baru saja dilaksanakan pada tanggal 06 November 2025 kemarin.
- Pengabaian keterwakilan wilayah dan pemerataan kami telah mencermati daftar nama-nama pejabat yang dilantik. Dengan sangat menyesal, kami harus menyampaikan bahwa tidak ada satupun putra atau putri terbaik dari kabupaten Teluk Wondama yang diberikan kepercayaan untuk menduduki posisi kepala dinas di lingkup pemprov Papua Barat saat ini. Ini bukan sekadar masalah jabatan, ini adalah masalah keadilan dan pemerataan. Mengapa Teluk Wondama, yang juga merupakan bagian integral dari provinsi Papua Barat, seolah-olah dianaktirikan dan tidak memiliki porsi dalam struktur birokrasi strategis di tingkat provinsi? Apakah ASN kami dianggap tidak memiliki kapasitas? Kami tegaskan, kami punya banyak SDM OAP Wondama yang cerdas, berintegritas, dan mumpuni!
- Cacat Afirmasi Otonomi Khusus (Otsus)
spirit dasar Undang-Undang Otonomi Khusus adalah memberikan afirmasi dan perlindungan kepada Orang Asli Papua (OAP) serta menjamin keterlibatan mereka dalam seluruh aspek pembangunan di Tanah Papua.
Pelantikan ini kami nilai cacat secara moral karena gagal mengimplementasikan semangat afirmasi tersebut secara merata ke seluruh suku dan wilayah Adat. Kami khawatir, jika pola penempatan pejabat ini terus terjadi, hal itu akan menciptakan kesenjangan sosial dan konflik horizontal di antara sesama anak asli daerah Papua Barat. Kami mendesak bapak Gubernur Papua Barat untuk berpedoman prinsip-prinsip Otsus dalam setiap kebijakan kepegawaian.
- Tuntutan dan Desakan
Berdasarkan fakta dan kekecewaan di atas, kami secara resmi menuntut hal-hal sebagai berikut:
- Kami meminta bapak Gubernur Papua Barat mengevaluasi total dan transparan: kami meminta Gubernur Papua Barat untuk segera melakukan evaluasi total terhadap proses seleksi dan penempatan pejabat eselon II ini.
- Jamin Keterwakilan Wondama: Kami meminta adanya tindakan korektif segera untuk memastikan bahwa dalam waktu dekat, posisi-posisi strategis eselon II di provinsi Papua Barat prioritas diisi oleh ASN OAP, termasuk keterwakilan yang proporsional dari Kabupaten Teluk Wondama.
- Hentikan Nepotisme: Kami menyerukan agar proses mutasi dan rotasi tidak didasarkan pada kedekatan primordial, melainkan murni berdasarkan kompetensi, integritas, dan pertimbangan pemerataan wilayah Papua Barat.
Kami berikan waktu kepada pemerintah provinsi Papua Barat untuk merespons dan mengambil langkah korektif atas protes ini.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Om santi-santi Om..Syalom..
Salam Pemuda, Merdeka! ✊









