Presisi News Scroll ke bawah untuk membaca
Example floating
Example floating
Release

Pendidikan Berbasis Pancasila Jadi Fondasi Kemajuan Bangsa, Menuju Indonesia Emas

22
×

Pendidikan Berbasis Pancasila Jadi Fondasi Kemajuan Bangsa, Menuju Indonesia Emas

Sebarkan artikel ini

WartaPress, ​Surabaya – Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni harus menjadi momentum krusial untuk merefleksikan kembali cita-cita luhur para pendiri bangsa. Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Komisi E bidang Pendidikan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dr. Sri Untari Bisowarno, menegaskan bahwa esensi pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945 mengenai kemerdekaan sebagai “jembatan emas” hanya akan terwujud menjadi keadilan dan kemakmuran melalui pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kuat.
​Usai mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6), Sri Untari menyatakan bahwa amanat Pembukaan UUD 1945 untuk mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan pilar utama pembangunan. Menurutnya, Indonesia harus belajar dari negara-negara maju seperti Jepang, Singapura, dan Korea Selatan yang memprioritaskan pembangunan kapasitas manusia sebelum melakukan lompatan pembangunan fisik.

Baca Juga:  Kolaborasi DPRD Jatim dan BLK Singosari, Pelatihan MUA Dorong Ekonomi Kreatif di Malang Raya

​”Saat ini intervensi kebijakan pemerintah di dunia pendidikan sudah sangat baik. Mulai dari alokasi anggaran 20 persen, program wajib belajar 12 tahun, hingga berbagai beasiswa berkelanjutan untuk jenjang S1, S2, sampai S3. Namun, kita masih melihat adanya ruang kosong (space) di mana output SDM ini masih bersifat administratif dan belum sepenuhnya terimplementasikan secara konkret bagi kepentingan Indonesia Emas,” ujar Sri Untari.

​Politisi perempuan yang juga dikenal sebagai tokoh koperasi ini menggarisbawahi fenomena di mana banyak SDM unggul anak bangsa yang telah menempuh pendidikan tinggi, justru kesulitan mendapatkan ruang atau wadah di dalam negeri untuk mengkreasikan pemikiran kreatif mereka. Akibatnya, potensi besar tersebut belum terintegrasi secara optimal untuk kemajuan bangsa dan negara.
​Oleh karena itu, Sri Untari menekankan pentingnya aktualisasi Sila Kelima, yakni Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, yang senantiasa dilandasi oleh nilai perikemanusiaan dan ketuhanan. Nilai-nilai inilah yang harus menjadi fondasi utama dalam mencetak SDM Indonesia yang tidak hanya unggul dan kompetitif, tetapi juga memiliki jiwa kooperatif (gotong royong).

Baca Juga:  Setelah Hiatus, Sabiella Maris Kembali dengan Super Mini Showcase

​”Sektor pendidikan dituntut mampu merancang cetak biru SDM yang tangguh menuju Indonesia Emas. Di sisi lain, negara juga wajib menyiapkan ekosistem dan ruang bagi mereka agar dapat menjadi generasi pelanjut proklamasi kemerdekaan yang produktif,” tambahnya.

​Menurut Sri Untari, Pancasila tidak boleh sekadar menjadi diskursus teoretis. Nilai-nilai lima butir Pancasila adalah konsensus universal yang terbukti mampu menjaga integrasi bangsa di tengah berbagai ancaman disintegrasi yang masih ada hingga hari ini.

Baca Juga:  Didampingi Arzeti, Lathifah Daftar Bacalon Bupati Malang Dari PKB

​Lebih lanjut, legislator yang membidangi dunia pendidikan dan kesra ini mengajak seluruh elemen bangsa untuk membumikan Pancasila dalam tindakan nyata. Agar mampu membentengi generasi muda dari pengaruh ideologi lain yang mengancam keutuhan bernegara, Pancasila harus diterjemahkan ke dalam ruang-ruang ilmiah, ruang diskusi, dan yang terpenting, diimplementasikan dalam praktik kehidupan sehari-hari.

​”Kita harus mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam pemikiran intelektual, tetapi juga matang dalam implementasi nilai-nilai kebangsaan. Dengan membumikan Pancasila melalui praktik hidup sehari-hari, SDM unggul kita akan menjadi benteng kokoh yang menjaga NKRI sekaligus motor penggerak menuju Indonesia Emas,” pungkasnya. (tf/wp). **

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *