Presisi News Scroll ke bawah untuk membaca
Example floating
Example floating
PertanianSuara Pemuda

Sarinah GMNI Soroti Kondisi Pertanian di Kabupaten Malang pada Peringatan Hari Tani

636
×

Sarinah GMNI Soroti Kondisi Pertanian di Kabupaten Malang pada Peringatan Hari Tani

Sebarkan artikel ini

WartaPress, Malang JATIM (24/9/2024) – Dalam rangka memperingati Hari Tani, Sarinah Nicky Nastity Cahya Ningrum, Bendahara Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Fakultas Tarbiyah Universitas Al-Qolam Malang, memberikan sorotan tajam terhadap kondisi pertanian di Kabupaten Malang. Ia menekankan berbagai tantangan yang dihadapi petani lokal, mulai dari ketimpangan penguasaan lahan hingga masalah distribusi pupuk bersubsidi yang kerap menjadi kendala utama bagi kesejahteraan petani.

Dalam pernyataannya, Nicky menyoroti bahwa meskipun Kabupaten Malang dikenal sebagai salah satu daerah agraris dengan potensi pertanian yang besar, banyak petani kecil yang masih belum memiliki akses terhadap lahan yang memadai. “Banyak petani di Kabupaten Malang yang hanya memiliki lahan sempit atau bahkan hanya menjadi buruh tani. Ini bertentangan dengan semangat Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) 1960 yang seharusnya menjamin distribusi lahan secara adil,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemerintah Diminta Optimalkan Sertifikasi Halal Gratis Bagi Usaha Mikro dan Kecil

Ia juga menyoroti kelangkaan pupuk bersubsidi yang selalu menjadi masalah bagi petani setiap musim tanam. Menurutnya, kelangkaan tersebut sering kali disebabkan oleh distribusi yang tidak merata dan ketidakmampuan pemerintah dalam mengawasi penyaluran pupuk kepada petani. “Di mana peran pemerintah dalam memastikan pupuk bersubsidi sampai ke tangan petani yang berhak? Ini sudah menjadi polemik tahunan yang tak kunjung selesai,” tegasnya.

Selain itu, Nicky juga menyoroti tingkat kesejahteraan petani di Malang yang dinilai masih rendah. “Banyak petani hidup di bawah garis kemiskinan. Mereka menghadapi harga komoditas yang tidak stabil sementara biaya produksi terus meningkat, sehingga keuntungan yang diperoleh sangat minim,” lanjutnya.

Baca Juga:  KNPI Pusat Promosikan Beras Ungu Pemuda di Pameran Pangan - Rakernas IV PDI Perjuangan

Nicky juga mempertanyakan efektivitas program-program pemerintah yang digelontorkan untuk sektor pertanian. Menurutnya, banyak program tersebut tidak sampai kepada petani kecil di desa-desa, melainkan hanya dinikmati oleh segelintir kelompok yang memiliki akses lebih baik. “Apakah program pertanian itu benar-benar dirasakan oleh para petani kecil, atau hanya sekadar wacana di atas kertas? Banyak dari mereka yang justru tidak mendapatkan manfaat yang dijanjikan.”

Sebagai kader GMNI, Nicky menegaskan pentingnya reformasi agraria yang nyata dan lebih berpihak kepada petani kecil. Ia menuntut pemerintah Kabupaten Malang untuk lebih aktif memperjuangkan hak-hak petani, memperbaiki distribusi lahan, mengawasi penyaluran pupuk, serta memastikan harga komoditas yang adil.

Baca Juga:  Kolaborasi Gen-Z Indonesia: Milenialis & Generasi-Z Pemegang Obor Indonesia Emas 2045

“Mari kita peringati Hari Tani bukan sekadar sebagai seremonial, tetapi dengan tindakan nyata untuk memperbaiki nasib petani yang setiap hari menyediakan pangan untuk kita semua. Mereka layak mendapatkan kehidupan yang lebih baik, bukan sekadar menjadi objek retorika,” pungkasnya. (Rls/wp). **

Tentang GMNI
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) adalah organisasi kemahasiswaan yang berasaskan Marhaenisme, yang berfokus pada perjuangan bagi kaum tertindas dan lemah, serta mempromosikan keadilan sosial dan kedaulatan rakyat.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *