Penulis: Orviani Ersa Putri Samuel
(09 September 2025) Ditengah tantangan lingkungan dan ancaman bencana yang kerap menjadi masalah utama dalam kehidupan masyarakat desa, mahasiswa KKN hadir membawa solusi sederhana namun berdampak dan penuh makna. Melalui kreativitas penyusunan program kerja dan semangat pengabdian, mahasiswa KKN memperkenalkan berbagai inovasi, mulai dari penanaman biopori sebagai tempat pengelolaan sampah organik serta daerah resapan air yang ramah lingkungan, pemasangan plang mitigasi longsor untuk meningkatkan kewaspadaan warga, hingga program kerja rocket stove sebagai tempat pembakaran sampah anorganik yang minim asap.
Kehadiran program-program kerja tersebut tidak hanya memberi manfaat praktis, namun juga menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan dan kesiapsiagaan bencana merupakan sebuah tanggungjawab bersama.
Mahasiswa Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) membuktikan kreativitasnya dalam menghadirkan Desa yang ramah lingkungan dan siaga bencana di Kabupaten Malang. Kreativitas tersebut dibuktikan dengan keberhasilannya mereka melakasanakan program kerja yang telah disusun sebelumnya. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tidak hanya sekadar bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga bentuk kegiatan yang membawa ide-ide kreativitas mahasiswa untuk menjawab kebutuhan warga desa dan kebutuhan desa tempat mereka melaksanakan KKN. Kreativitas yang dimaksud ialah merupakan program kerja (proker) yang nyata dan berdampak bagi desa dan warga desa. Kegiatan KKN tersebut telah dilaksanakan selama 31 hari bertempat di Desa Petungsewu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.
Sebelum pelaksanaan program kerja KKN, mahasiswa KKN Universitas PGRI Kanjuruhan Malang melakukan observasi yang mendalam terkait keadaan desa dan warga petungsewu. Observasi tersebut dilakukan dengan cara mewawancarai kepala desa Petungsewu serta melakukan pengamatan didesa tersebut. Berkeliling menjelajahi setiap sudut desa Petungsewu membuat kelompok KKN Unikama memahamin permasalahan dan kebutuhan desa serta warga desa Petungsewu. Setelah melakukan observasi para mahasiswa KKN memutuskan untuk melaksanakan program unggulan yang nyata dan berdampak bagi desa. Tidak hanya berdampak dan nyata, namun program kerja tersebut juga membutuhkan kreativitas para mahasiswa KKN Unikama dalam penyusunan dan pelaksanaan program kerja.
Salah satu program kerja yang menarik serta nyata dan berdampak bagi kehidupan masyarakat desa adalah pembuatan lubang dan penanaman biopori. Pelaksanaan program kerja biopori dilaksanakan dengan alat dan bahan yang sederhana. Bahan yang digunakan untuk pembuatan biopori hanya pipa dengan panjang 40 cm dan diameter 15 cm. Pipa tersebut ditanam didalam tanah sedalam 35 cm. Para mahasiswa KKN mengali lubang dengan alat yang dipinjam dari warga setempat, hal ini membuktikan bahwa warga setempat juga sangat mendukung program kerja yang dilaksanakan oleh kelompok mahasiswa KKN Unikama saat itu. Dengan kesederhanaan dan alat serta bahan yang sederhana, mahasiswa KKN Unikama telah berhasil mengajarkan cara membuat lubang di tanah dan penanaman pipa biopori yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat resapan air, namun juga berfungsi sebagai tempat pengelolaan sampah organik sebagai pupuk yang ramah lingkungan. Biopori juga berfugsi mencegah genangan air dan banjir kecil saat hujan deras terjadi. Mahasiswa KKN Unikama membuktikan kepada warga desa Petungsewu, bahwa biopori merupkan bukti nyata guna solusi bagi lingkungan yang ramah bisa diwujudkan dengan cara yang mudah dan murah.
Tak kalah penting dengan program kerja Biopori, mahasiswa KKN Unikama juga menggagas pemasangan plang mitigasi longsor di titik-titik rawan bencana longsor. Pengukuran daerah rawan longsor dilaksanakan oleh anggota kelompok KKN Unikama sendiri. Dengan alat yang dipinjam dari kampus dan didampingi oleh perangkat desa untuk berkeliling dan melakuka pengukuran pada lingkungan desa Petungsewu. Dari kegiatan pengukuran daerah rawan longsong di desa Petungsewu ditemukan kurang lebih 3 titik daerah rawan longsor di desa Petungsewu. Setelah melaksanakan pengukuran mahasiswa KKN dengan segara melaksanakan pembuatan plang. Plang mitigasi longsor dibuat dari besi dan plat besi. Semua pembuatan dan pemasangan plat mitigasi longsor dilaksanakan sendiri oleh anggota KKN Unikama di desa petungsewu. Melalui papan peringatan yang sederhana namun informatif tersebut, warga desa Petungsewu diingatkan untuk lebih waspada terhadap potensi longsor. Plang mitigasi longsor ini bukan hanya sekedar tanda, tetapi juga sebagai srana edukasi kepada masyarakat desa Petungsewu agar selalu siap menghadapi kondisi darurat. Dengan adanya program kerja pemasangan plang mitigasi longsor tersebut, desa semakin menyadari pentingnya budaya siaga bencana sebagaai upaya mengurangi risiko dan kerugian yang akan disebabkan oleh bencana.
Selain itu, mahasiswa KKN Unikama juga turut memperkenalkan media pembakaran sampah anorganik yang minim asap kepada warga Petungsewu. Rocket stove menjadi pilihan program kerja yang nyata serta berdampak bagi masyarakat guna pengelolaan sampah anorganik. Pembangun rocket stove dari bahan batu ringan yang dibantu dengan aktif oleh warga setempat berhasil bediri dan dibangun oleh mahasiswa KKN dengan berkolaborasi dengan wrga setempat. Kehadiran teknologi ini disambut positif oleh masyarakat desa petungsewu. Teknologi ini dikenalkan oleh mahasiswa KKN Unikama kepada masyarakat desa Petungsewu sebagai alternatif baru untuk pengelolaan sampah anorganik dengan cara dibakar namun dengan asap yang minim serta lebih ramah lingkungan.
Program kerja mahasiswa KKN Universitas PGRI Kanjuruhan Malang ini membuktikan bahwa sebuah langkah kecil bisa membawa perubahan besar. Tidak hanya program kerja yang kreativ saja, namun program kerja tersebut dapat berdampak secara nyata bagi perkembangan desa Petungsewu untuk saat ini. Melalui program kerja unggulan yang ada berharap dapat membantu kegiatan dan kehidupan masyarakat desa Petungsewu. Melalui biopori, mahasiswa KKN Unikama berharap warga bisa lebih peduli terhadap lingkungan dan pengelolaan sampah organik yang ada. Juga lewat pemasangan plang mitigasi longsor, masyarakat lebih waspada terhadap bencana longsor yang ada di desa Petungsewu. Dan dengan melalui pembangunan rocket stove, masyarakat dapat melakukan pembakaran sampah anorganik dengan minim asap. Dengan pelaksanaan KKN di desa Petungsewu juga menciptakan sinergi antara masyarakat desa Petungsewu dan mahasiswa KKN Universitas PGRI Kanjuruhan Malang yang melahirkan semangat kebersamaan dalam menjaga alam sekaligus kualitas hidup serta membangun desa Petungsewu lebih maju lagi. Kuliah kerja nyata bukan hanya tentang pengabdian, melainkan juga tentang berbagi inspirasi untuk masa depan desa yang lebih berdaya lagi. (rls). **









