Presisi News Scroll ke bawah untuk membaca
Example floating
Example floating
Release

Erpan Faryadi Sang Pejuang Agraria telah Berpulang

830
×

Erpan Faryadi Sang Pejuang Agraria telah Berpulang

Sebarkan artikel ini

WartaPress — Hari Minggu, 22 Februari 2026, pukul 09.12 Erpan Faryadi, yang dikenal sebagai sosok Pejuang Agraria meninggalkan kita setelah dirawat selama 3 hari di RS. Hasan Sadikin Bandung.

Lelaki kelahiran Bangka 7 Februari 1964 ini sudah memulai perjalan panjangnya sebagai aktivis selepas lulus SMA. Sebelum mengenyam pendidikan di jurusan antropologi Universitas Padjajarai, Erpan diterima di Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN) selama 1 tahun. Di tahun 1980-an, Bung Erpan, demikian orang sering memanggil, banyak terlibat dalam pekerjaan advokasi kasus-kasus rakyat sejak menjadi mahasiswa sampai akhir hayat. Sebelum gerakan mahasiswa 1998 memuncak, Erpan yang masih mahasiswa baru telah melakukan pekerjaan awal di Jawa Barat. Di daerah Cibereum, Agrabintang, Demak Luhur, Badega dan berbagai daerah lainnya menjadi tempat kontribusi pembelaannya sebelum jatuhnya rezim Soeharto.

Erpan Faryadi dikenal sebagai intelektual, aktivis dan penggerak Reforma Agraria di tanah air. Pengabdiannya dalam perjuangan reforma agraria telah dibangun dari desa-desa sampai tingkat nasional. Bahkan kalangan internasional telah mengakui dedikasinya. Bersama dengan beberapa aktivis gerakan rakyat lainnya, dia mendirikan KPA (Konsorsium Pembaharuan Agraria) dan terpilih sebagai sekjend dari tahun 2002 hingga tahun 2005. Selama hidupnya, Erpan mencurahkan pikiran, tenaga dan waktunya untuk membangun gerakan rakyat, menjaring aliansi dengan banyak organisasi lainnya, baik di level nasional maupun Internasional.

Baca Juga:  Perkuat Fondasi Diplomasi Investasi melalui Penyusunan Bahan Posisi Perjanjian Internasional

Seiring dengan berkembangnya pekerjaan di kalangan kaum tani, mendiang lalu mendirikan organisasi massa petani tingkat nasional. Erpan adalah salah satu anggota pendiri Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), dalam kongres pertamanya di tahun 2004 terpilih menjadi sekretaris jenderal pertama. Tidak hanya di tingkat nasional, dalam level internasional sosok tersebut selanjutnya didapuk menjadi kooordinator International Land Coalition – ILC Regional Asia pada tahun 2014 hingga 2016. Pasca COVID19, bung Erpan intensif berada di pedesaan melanjutkan kerja-kerja pengorganisasian sekaligus memimpin sekretariat AGRA Nasional. Beliau juga menjadi bagian dari APC (Asian Peasant Coalition) mewakili AGRA sebagai wakil ketua bagian internal sejak tahun 2023, dan bagian dari komisi VI (Petani) ILPS – International League of People’s Struggle sejak th 2024 hingga saat ini.

Baca Juga:  Mahasiswa Desak Kejati JATIM Tuntaskan Dugaan Korupsi Beasiswa Bidikmisi/ KIP UNISLA, Bakal ada Tersangka?

Selain aktif melakukan advokasi dan pengorganisasian rakyat, semasa hidupnya bung Erpan juga aktif menulis terutama masalah-masalah agraria. Karyanya banyak menjadi rujukan baik bagi kalangan akademisi maupun aktivis, diantaranya “Pokok- Pokok Pikiran Agraria”, “Study Landreform”, “Modul Kedaulatan Pangan,” dan editor dalam buku “Reforma Agraria: Perubahan Politik, Sengketa dan Agenda Pembaharuan Agraria di Indonesia” yang ditulis bersama beberapa rekannya. Tak terhitung berbagai tulisan artikel, panduan dan brosur dibuatnya sebagai kontribusi untuk kemajuan gerakan tani.

Kini, bung Erpan sudah pergi untuk selamanya, kita boleh berduka, akan tetapi deretan cerita panjang tentang kesabaran, kesederhanaan, kesetiaan, pengorbanan, pengabdian dan dedikasi yang tinggi akan perjuangan kaum tani akan terus menjadi inspirasi dan teladan bagi kita semua. Sosok yang hingga akhir hayatnya mendermakan diri untuk kaum papa. Namun “Dia tidak kemana mana, dia tetap ada di antara kita, bersama kaum tani dan anak-anak muda yang pernah disentuh dengan semangatnya yang tinggi meski harus dijalani dengan tertatih dan penuh keterbatasan.

Baca Juga:  Persaudaraan Tani-Nelayan Apresiasi Pembongkaran Pagar Laut di Pesisir Tangerang, Desak Pengusutan Substansi Masalah

Pada akhirnya, penghormatan terbaik yang bisa kita berikan adalah dengan menjaga hal-hal baik yang sudah dikerjakan beliau dan melanjutkan kerja-kerja yang belum usai. Demi kebebasan bangsa dan negeri ini. “Berjuanglah sampai menang..pembebasan kaum tani syarat pembebasan bangsa dan rakyat, pembuka jalan industri nasional…” Tak pernah bosan erpan menyampaiakannya dalam seminar dan diskusi, dalam pernyataan politik Agra nasional hingga kematiannya

Selamat jalan Bung dan Kakek Erpan. Kisah perjuangan, cerita penuh nasehat dan canda tawamu akan kami kenang. (rls). **

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *