WartaPress, Kota Malang – Sebagai rangkaian dari perayaan hari batik nasional, Grand Mercure Malang Mirama menggelar Fashion Show Karnavall Batik Indonesia, Kamis (3/10) lemarin. Acara ini digelar di area Oasis Pool ini menghadirkan parade busana batik rancangan desainer Boy Barja dan Feby Ayusta.
Yang menarik para model yang terlibat adalah para staf dan karyawan hotel, termasuk General Manager Grand Mercure Malang Mirama Sugito Adhi, para model anak-anak serta remaja, serta dari anak penyandang disabilitas. Mengusung konsep ‘trunk show’, para model tersebut memeragakan busana di area pool atau kolam renang yang berada di area terbuka sebagai runway, dengan audiens dari tamu undangan yang merupakan pendamping atau orang tua model termasuk para tamu hotel yang sedang berenang di kolam renang hotel tersebut.
Fashion Designer Boy Barja mengungkapkan, ia mengusung brandnya sendiri yakni Naeos by Boy Barja untuk acara kali ini. Nama tersebut dari bahasa Korea yang artinya baju.
“Saya sengaja mengambil spirit dari Korea sebagai negara Asia yang menjadi trend-setter, dari musik sampai fashion. Namun untuk di sini saya keluarkan tema glamour batik, memunculkan kembali batik klasik dari kawasan Yogya, Solo maupun Pekalongan dengan motif parang, kawung, truntumnya,” ujarnya di sela kegiatan.
Boy mengaku batiknya memang dirancang untuk menarik minat anak muda. Namun ia melihat bahwa tren yang sedang berkembang adalah warna-warna terang. “Jadi saya desain lagi antara klasik dan moderen agar lebih mengena di masa kini,” tegasnya.
Founder Focus Model Management ini menambahkan, dalam Fashion Show Karnavall Batik Indonesia ini, dia menampilkan 15 koleksi baru dan 8 koleksi lama. Boy mengaku sangat ‘excited’ dengan kolaborasi kedua dengan Grand Mercure Malang Mirama ini, yang menurutnya konsisten ikut menjaga heritage Indonesia.
“Yaitu batik yang terus berkembang, agar tetap bertahan dan disukai masyarakat, khususnya kalangan muda, serta menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” tandasnya.
General Manager Grand Mercure Malang Mirama Sugito Adhi menambahkan, ini adalah kedua kalinya pihaknya berkolaborasi dengan dua desainer, Boy Barja dan Feby Ayusta dalam merayakan Hari Batik Nasional.
“Tapi tahun ini berbeda dalam konsep batik yang dibawakan, karena secara garis besar tahun lalu konsepnya lebih ke tradisional, sementara kali ini mix antara tradisional dan moderen, serta lebih meriah, termasuk hadirnya tamu undangan maupun penampilan dance dan menyanyi,” paparnya.
Sugito Adhi menjelaskan, batik rancangan Feby Ayusta yang ia kenakan dalam kesempatan ini disebut sebagai Jeans Kontemporer, yang memadukan batik dengan jeans yang merupakan busana masa kini. Dikatakan pria ramah senyum ini, selain fashion show, hotel Grand Mercure Malang Mirama telah mencoba konsisten ikut menjaga heritage Indonesia, seperti dengan membuka gerai batik corner.
“Gerai itu tidak hanya memajang batik saja, namun kami mengajak para tamu ikut terlibat bagaimana membatik, sehingga dapat memahami nilai yang terkandung di dalamnya,” pungkasnya. (Rls/wp). **









