WartaPress, Sanaa (Xinhua) — Babak baru konflik antara Houthi Yaman dengan Israel kian panas. Kelompok militer pembela Palestina tersebut terus menyerang sasaran militer Israel dengan drone dan rudal.
Media China Xinhua melaporkan (2/9), Houthi Yaman pada Selasa melancarkan sejumlah serangan terhadap sasaran di Israel, termasuk markas besar Staf Umum tentara Israel di Tel Aviv, Bandara Internasional Ben Gurion, dan sebuah kapal di Laut Merah utara.
Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di TV al-Masirah yang dikelola Houthi, juru bicara militer Yahya Sarea mengklaim bahwa “sebuah drone Sammad-4 menyerang gedung Staf Umum Angkatan Darat Israel” di Tel Aviv. Ia menambahkan bahwa drone lainnya menargetkan sebuah pembangkit listrik di Hadera, Bandara Ben Gurion, dan Pelabuhan Ashdod.
Sarea juga mengatakan kelompok itu meluncurkan dua pesawat tak berawak dan sebuah rudal jelajah ke kapal kontainer MSC Aby di Laut Merah utara, menuduh kapal tersebut memelihara hubungan dagang dengan pelabuhan Israel.
Eskalasi ini menyusul serangan udara Israel pada hari Kamis di ibu kota Sanaa yang dikuasai Houthi, yang menewaskan Ahmed al-Rahawi, perdana menteri yang ditunjuk Houthi, bersama 11 menteri Houthi lainnya. Serangan ini merupakan pukulan telak bagi kelompok pemberontak Houthi, yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman utara.
Media Israel melaporkan bahwa serangan terhadap kabinet Houthi bertujuan untuk mencegah kelompok tersebut melancarkan serangan lebih lanjut terhadap Israel dan kapal-kapal yang terkait dengan Israel di Laut Merah.
Namun, Houthi bersumpah akan membalas dendam, memperingatkan bahwa Israel akan menghadapi “hari-hari gelap di depan.” (xin/wp). **









