Presisi News Scroll ke bawah untuk membaca
Example floating
Example floating
Warta Muda

Petani Kecil Hadapi Tantangan Struktural, GmnI Gelar Kelas Kolektif Bahas Solusi Pertanian

290
×

Petani Kecil Hadapi Tantangan Struktural, GmnI Gelar Kelas Kolektif Bahas Solusi Pertanian

Sebarkan artikel ini

WartaPress, Malang – Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mahasiswa terhadap kondisi pertanian nasional, DPK GMNI Fakultas Dakwah & Syariah Universitas Al-Qolam, DPK GMNI Fakultas Tarbiyah Universitas Al-Qolam, dan DPK GMNI Universitas Kepanjen menyelenggarakan Kelas Kolektif dengan fokus pembahasan seputar peran petani kecil dan tantangan pertanian di Indonesia.

Kegiatan ini menyoroti kenyataan bahwa petani kecil—tulang punggung ketahanan pangan nasional—masih menghadapi berbagai persoalan struktural. Di negara agraris seperti Indonesia, sebagian besar petani masih mengandalkan cara-cara tradisional dalam proses produksi, mulai dari pengolahan lahan hingga distribusi hasil panen.

Sejumlah persoalan yang menjadi pembahasan utama dalam kelas kolektif ini antara lain: minimnya pemanfaatan teknologi pertanian, keterbatasan infrastruktur transportasi hasil panen, akses modal yang sulit, hingga peran perempuan dalam sektor pertanian yang belum optimal. Selain itu, distribusi pupuk dan hasil panen yang belum merata juga menjadi tantangan besar yang dihadapi oleh para petani kecil.

Baca Juga:  GenZ Ini Tantang EM UB Menyusun Narasi Sejarah Lahir Pancasila

Kondisi di lapangan semakin diperparah dengan masih banyaknya pohon kelapa tua yang terus berproduksi tanpa hasil maksimal, serta pengolahan hasil panen yang dilakukan secara sederhana, seperti pengeringan manual. Dampak perubahan cuaca yang tidak menentu turut berkontribusi pada ketidakstabilan hasil pertanian.

Di sisi lain, persoalan sosial-ekonomi seperti penyaluran bantuan yang tidak tepat sasaran dan penyalahgunaan subsidi turut memperparah kondisi petani. Program bantuan seperti BPJS dan subsidi pemerintah dinilai belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan petani di lapangan.

Baca Juga:  Pleno 1 HMI Cabang Malang Resmi Dimulai, Mirdan : Momentum Menyalakan Energi Perjuangan

Melalui kelas kolektif ini, GMNI berharap mahasiswa dapat memahami kompleksitas permasalahan pertanian dan turut berperan aktif dalam mencari solusi. Modernisasi teknologi, pemberdayaan perempuan, pemerataan bantuan, serta perbaikan sistem distribusi menjadi langkah strategis yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani kecil sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Khofi, perwakilan GMNI Universitas Al-Qolam, menyampaikan bahwa perjuangan petani adalah cermin dari perjuangan rakyat Indonesia itu sendiri.

“Petani kecil tidak hanya berhadapan dengan cangkul dan tanah, tapi juga dengan sistem yang belum berpihak. Melalui kelas kolektif ini, kami ingin mengajak mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori, tapi juga menanamkan empati dan semangat perubahan. Karena ketika petani sejahtera, bangsa pun berdaulat,” tegas Khofi.

Ia menambahkan, GMNI melihat bahwa peran mahasiswa hari ini bukan sekadar menjadi penonton dari penderitaan rakyat, tetapi harus menjadi bagian dari solusi. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan kelompok tani menjadi langkah penting menuju kedaulatan pangan dan keadilan agraria yang sejati. (rls). **

Baca Juga:  PPAB Raya GMNI Al-Qolam Sukses Hadirkan Kader dari Tiga Kampus dalam Lokakarya dan Nobar Film Pesta Oligarki
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *