Presisi News Scroll ke bawah untuk membaca
Example floating
Example floating
BeritaUtama

Haul ke-13 Kiai Mudlor, Momentum Menjaga Warisan Nilai Ulama

80
×

Haul ke-13 Kiai Mudlor, Momentum Menjaga Warisan Nilai Ulama

Sebarkan artikel ini

Momentum penguat nilai dan persatuan

WartaPress, Kota Malang – Acara puncak haul ke-13 Almaghfurlah Prof. Dr. KH. Achmad Mudlor, SH, ulama yang juga tokoh pendidikan, digelar di Aula Lembaga Tinggi Pesantren Luhur, Jalan Raya Sumbersari No. 88, Kota Malang, (18/7/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh, Wali Kota Malang yang diwakili Achmad Sholeh, S.IP, MM., Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Malang, AKP Lubis Ibroril Chosam (Wakasat Intelkam Polresta Malang Kota), KH. M. Syifa’ Malik M.Pd.I (Pengasuh Pondok Pesantren Al-Maliki 2 di kompleks PP. Bahrul Ulum Tambakberas), Drg. Illy Koesnoe Yoediono (Putri Prof. Dr. Mr. Moh Koesnoe, S.H.), Prof. Dr. H. A. Muhtadi Ridwan, M.Ag, dan sejumlah perwakilan pesantren di Malang Raya.

Haul kali ini mengusung tema “Meniti Jejak Sang Murabbi, Merekat Barisan Kalbu dalam Mewujudkan Jiwa Tangguh yang Berkarakter 3M”, acara tersebut melibatkan alumni, tokoh agama, perwakilan pondok pesantren, serta masyarakat sekitar. Rangkaian kegiatan diisi dengan pembacaan tahlil dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan sekaligus mengenang jasa dan perjuangan KH. Achmad Mudlor.

Melalui sambutannya, Achmad Sholeh menyampaikan bahwa haul bukan sekadar peringatan waktu, melainkan momentum untuk meneruskan nilai-nilai perjuangan para ulama. Ia menegaskan bahwa amal yang telah ditanamkan oleh KH. Achmad Mudlor akan terus hidup dan memberi manfaat meskipun beliau telah wafat.
Selain itu, ia juga menyampaikan pesan dari Wali Kota Malang yang mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan haul setiap tahun. Menurutnya, kegiatan ini menjadi jembatan yang mempererat hubungan antara santri, keluarga, dan para ulama.
Di akhir acara, Achmad Sholeh mengajak masyarakat untuk meneladani ajaran dan perjuangan KH. Achmad Mudlor, sehingga dapat memperoleh keberkahan serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Baca Juga:  Rekor Baru Dunia dari Atlet Panjat Tebing Indonesia: 15 Meter dalam 5 Detik

Kesan mendalam disampaikan oleh Kyai H. M. Syifa’ Malik M.Pd.I, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Maliki 2 di kompleks PP. Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, yang merupakan santri angkatan pertama Pesantren Luhur Malang. Beliau mengenang awal mula berdirinya pesantren pada tahun 1996 bersama sekitar 17 santri pertama, dan yang menjadi salah satu kenangan paling membekas bagi beliau adalah momen menjelang reformasi 1998, ketika Abah mengajak para santri menjalani riyadhoh dan puasa selama 40 hari.

“Beliau itu mengajak kami para santri riyadhoh, besok puasa berapa hari? Empat puluh hari… Ternyata setelah empat puluh hari puasa, di akhir istighosahnya beliau menyampaikan bahwa beberapa hari lagi akan terjadi peristiwa besar. Kami baru tahu, ternyata itu adalah meletusnya reformasi.” kenang beliau.

Baca Juga:  Terus Digempur Rusia, Ukraina Kian Agresif Terapkan Aturan Wajib Militer

Testimoni juga disampaikan oleh Prof. Dr. Kyai H. Muhtadi Ridwan, akademisi senior UIN Malang yang mengaku mengenal sosok yang dihaul sejak akhir tahun 1994. Dalam kesaksiannya, beliau mengenang keterlibatan Abah dalam merintis sejumlah lembaga pendidikan tinggi, termasuk Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Malang.

“Saya sebetulnya kenal beliau sejak akhir tahun 1994. Beliau ini sangat luar biasa. Ulama beneran, ilmunya banyak, multi-talenta.” Ujar beliau. Beliau menutup testimoninya dengan mendoakan agar segala amal dan jariyah sang guru diterima di sisi Allah SWT. “Beliau ini adalah piantun yang baik, piantun yang taat beragama, taat ibadah, termasuk juga punya banyak atsar, banyak warisan.” Puji beliau.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pesantren Luhur, Muhammad Danial Farafish, SH, M.Hum, atau akrab disapa Gus Danial, menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir. Ia menilai bahwa penyelenggaraan haul merupakan bagian dari sunatullah sekaligus wujud kecintaan kepada Allah SWT dan para ulama.

Menurutnya, haul menjadi momentum penting untuk mengenang jasa dan perjuangan KH. Achmad Mudlor, khususnya dalam bidang syiar Islam dan pendidikan. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat.

Baca Juga:  Dua Jurnalis TV Jadi Korban Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan
Pengasuh Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang, Moh. Danial Farafish, S.H, S.Ag, M.Hum / ltplm

Puncak acara ditutup dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh Dr. Kyai H. Suwandi, M.H. Ketua Dewan Kyai Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang. Dalam mauidhohnya, beliau mengajak para santri untuk meyakini bahwa Al-Maghfurlah adalah sosok yang saleh, sekaligus mengingatkan pesan terakhir sang kiai kepada para pengajar pesantren, yakni, “Nanti kalau saya meninggal, jangan meninggalkan pesantren luhur nggeh, sampean yang meneruskan.” Beliau juga mengajak seluruh santri untuk terus mendoakan dan meneladani perjuangan sang guru. “Ketika kita sudah meyakini bahwa Abah Muchdlor itu orang yang sholeh cukup sekarang itu kita tinggal berusa keras mencari ilmu, ngaji, dan lain sebagainya, belajar tinggal mudah-mudahan berkah dari Abah Muchdlor disampaikan oleh Allah kepada kita sekalian. Aamin aamiin ya Robbal Alamin” Tutup beliau.

Pembacaan doa di penghujung acara dipimpin secara bergantian oleh Dr. Kyai H. Fakhrur Rozi, Prof. Dr. H. A. Muhtadi Ridwan, M.Ag., dan diakhiri oleh Dr. Kyai H. Suwandi, M.H. sebelum ditutup dengan sesi ramah tamah antara Dewan Kiai, tamu undangan, dan para Ahlul Ma’had dan alumni. (Ed/wp).

Sumber berita:
malangkota.go.id
Pesantrenluhur.or.id

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *