Presisi News Scroll ke bawah untuk membaca
Example floating
Example floating
Sorotan

Insan Pers Geram, Pengawal Kapolri yang Tampar Jurnalis ANTARA Akhirnya Minta Maaf

357
×

Insan Pers Geram, Pengawal Kapolri yang Tampar Jurnalis ANTARA Akhirnya Minta Maaf

Sebarkan artikel ini

WartaPress, Semarang – Kasus kekerasan terhadap wartawan yang diduga dilakukan oleh seorang anggota tim pengamanan protokoler Kapolri saat kunjungan ke Stasiun Semarang Tawang, Sabtu lalu, menimbulkan reaksi keras dari insan pers Indonesia.

Sebagaimana diketahui, kejadian berawal saat Kapolri menyapa seorang penumpang yang duduk di kursi roda di peron penumpang yang hendak menuju salah satu gerbong kereta untuk menyapa penumpang arus balik Lebaran. Apa yang dilakukan Kapolri sebenarnya sangat simpatik, layak diapresiasi.

Namun, salah satu ajudan dengan tergesa-gesa berusaha membuka akses jalan dengan cara mendorong awak media yang bersiap di tangga peron. Aksi dorong tersebut sempat terekam salah satu wartawan (diswayjateng), saat melakukan live di akun tiktok pribadinya.

Baca Juga:  Heboh Anggota DPR RI Pakai Kostum Ultramen, Dokter Tifa Singgung Penyakit Psikologis dan Ciri Gangguan Jiwa

Kekerasan fisik tidak berhenti, seorang pewarta foto dari Kantor Berita Antara Foto, Makna Zaezar juga terkena tamparan dibagian kepala padahal ia sudah menjauh dari kerumunan. Setelah insiden itu, petugas tersebut terdengar mengeluarkan ancaman kepada beberapa jurnalis dengan mengatakan: “kalian pers, saya tempeleng satu-satu.”

Sejumlah jurnalis lain juga mengaku mengalami dorongan dan intimidasi fisik, salah satunya bahkan sempat dicekik, menurut sejumlah pemberitaan media nasional yang meliput.

Pasca kejadian itu, kecaman datang dari banyak pihak khususnya dari organisasi pers. Ada Pewarta Foto Indonesia (PFI) Semarang dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang yang mengecam aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh salah satu oknum ajudan tersebut. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jateng juga bereaksi keras atas tindakan yang tidak terpuji tersebut.

Baca Juga:  Bongkar Korupsi BBM, Ahok: Butuh Macan Sejati bukan Macan Sirkus

Zainal Abidin Petir selaku wakil ketua PWI Jateng, kepada media, mengaku tidak hanya prihatin tapi geram atas perilaku ajudan Kapolri yang memukul/menampar kepala Makna, wartawan foto LKBM Antara Makna Zaezar.

“Enak aja wartawan mau ditempeleng satu- satu. Mereka jurnalis bukan preman kok dipukul. Mereka sedang menjalankan tugas mulia menyampaikan informasi edukatif kepada masyarakat. Koruptor saja tidak Anda tempeleng,” tegas Zainal Petir yang juga LBH PETIR Jateng, Minggu, (6/4/2025).

Lebih lanjut Zainal Petir minta kepada Kapolri untuk mencopot posisi ajudan menjadi anggota Bhabinkamtibmas Polsek, biar banyak belajar dengan rakyat di kelurahan atau desa.

“Kapolri harus minta maaf kepada teman-teman media. Sedangkan ajudan, pelaku sebaiknya dilakukan sidang etik Propam. Selain itu, korban perlu melaporkan ke Polda Jateng terkait dugaan tindak pidana Pers, ada ancaman pidana 2 tahun. Locus delicti di wilayah hukum Polda Jateng,” ujarnya lagi.

Baca Juga:  Prof. Laode Husein: Kebijakan Publik Harus Berpihak Pada Kepentingan Masyarakat

Akhirnya, proses mediasi sudah dilakukan. Anggota tim pengamanan protokoler tersebut, Ipda Endri Purwa Sefa (EPS) menyampaikan permintaan maaf kepada pewarta foto Perum LKBN ANTARA, Makna Zaesar, atas insiden yang kini sedang ramai diberitakan media ini.

EPS menyampaikan permintaan maafnya usai mediasi di kantor Perum LKBN ANTARA Biro Jawa Tengah di Semarang, Minggu (6/4/2025) malam. “Saya menyesal dan menyampaikan permohonan maaf kepada rekan-rekan media atas kejadian di Stasiun Tawang,” kata Ipda EPS. (tf/la). **

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *