Presisi News Scroll ke bawah untuk membaca
Example floating
Example floating
Warta MudaZona Aktivis

KONGRES SEMMI KE-IX, TITIK BALIK ESENSI PERJUANGAN

63
×

KONGRES SEMMI KE-IX, TITIK BALIK ESENSI PERJUANGAN

Sebarkan artikel ini

Oleh: Ahmad Mulyadi, Sekretaris Umum SEMMI Cabang Batam

Dalam teori pembangunan disebutkan aspek penting dalam membangun kesejahteraan suatu bangsa adalah tingkat indeks pembangunan manusia yang tinggi Human Development Index (HDI), HDI Indonesia saat ini berada di angka 75,90 dengan angka harapan hidup 74,47 tahun dan pengeluaran per kapita Rp 12.802.000 per tahun menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) Nasional. Pada peringkat Internasional Indonesia berada di posisi 113 dari 193 negara. Artinya Indonesia masih memiliki harapan yang cerah untuk dapat bersaing dengan negara-negara maju lainnya.
Tak hanya itu saja banyak aspek lain dalam teori pembangunan untuk menjadikan Indonesia benar-benar negara yang memiliki potensi menjadi negara maju.

INDONESIA BUBAR 2030 DALAM PIDATO PRABOWO

Jika menarik kembali ingatan kita menjelang kampanye Pilpres 2019, Presiden Prabowo sempat mengucapkan bahwa Indonesia akan bubar pada tahun 2030. Tentu hal ini sangat mengejutkan publik pada saat itu tepatnya Maret 2018 di ucapkan Prabowo pada pidatonya. Kita harus menafsirkan dengan cermat Indonesia bubar yang dimaksud Presiden Prabowo tersebut adalah tentang penguasaan asing yang begitu dominan. Sehingga rakyat tidak dapat menikmati manisnya kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki Ibu Pertiwi dengan maksimal. Yang ingin disampaikan Prabowo adalah pasal 33 UUD 1945, yang berbunyi “bumi, air dan kekayaan alam di bawahnya dikuasai oleh Negara untuk kemakmuran rakyat”. Lantas tidaklah keliru kalau Presiden Prabowo berkata demikian, hal itu bukan untuk menakut-nakuti tapi adalah alarm bagi Bangsa Indonesia untuk dapat menyadari potensi ancaman di masa depan apabila kita masih abai akan menjaga kekayaan alam kita.

Baca Juga:  Sah! Ahmad Syatibi Terpilih dalam Musda KNPI Kabupaten Blitar 2023

Di samping itu bangsa ini masih mempunyai pekerjaan rumah yang begitu berat dalam memberantas korupsi. Berdasarkan laporan Corruption Perceptions Index (CPI) yang dirilis oleh Tranparency International Indonesia masih berada di peringkat 109 dari 180 negara yang di survei menunjukkan skor 34 pada skala 0 sangat korup hingga 100 sangat bersih. Skor tersebut menunjukkan penurunan 3 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Tentunya bukan sesuatu yang mengejutkan bagi publik dimana rata-rata korupsi tersebut di dominasi oleh instansi Negara. Inilah alasan mengapa kecemasan tentang Indonesia bubar 2030 itu masih bergema di telinga kita.

Baca Juga:  GMNI Ogan Ilir Kawal Penuh Proses Perekrutan Penyelenggara Pilkada di KPU dan BAWASLU

EFEK DOMINO KURUPSI

Sudan adalah salah satu negara yang memiliki indeks korupsi yang tinggi dengan nilai 15 dari 100 poin. Padahal negara tersebut memiliki potensi hasil tambang yang melimpah. Namun praktik korupsinya sudah menjamur ke berbagai sektor pemerintahan. Ditambah lagi stabilitas nasional yang buruk membuat rakyat Sudan rata-rata hidup di bawah garis kemiskinan. Tentu Indonesia tidak akan mau seperti negara Sudan. Sudan adalah salah satu contoh negara yang gagal dalam menekan tingginya kasus korupsi di negara tersebut. Lantas kita bertanya apa efek domino yang terjadi akibat maraknya kasus korupsi ?, efek yang ditimbulkan tentu sangat sistemik di berbagai sektor. Yakni terjadi krisis ekonomi, runtuhnya kepercayaan publik terhadap penyelenggara negara, terhambatnya pembangunan infrastruktur, kesenjangan sosial yang semakin tinggi, dan hal buruk lainnya yang menghambat kemajuan bangsa.

Baca Juga:  Diskusi Tematik Forum Pemuda Saireri (Pasifik Star) di Universitas Muhammadiyah Malang

Kembali ke titik nadir perjuangan SEMMI (Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia) pada kongres ke-IX mengangkat tema “Asta Cita Untuk Indonesia Emas” yang dirangkai dengan semangat “SEMMI Satu, Wujudkan Astacita”. Untuk memperkuat kesatuan dan berkontribusi nyata bagi organisasi juga ikut berperan aktif membangun bangsa. Kader SEMMI tersebar hampir di seluruh Provinsi yang ada di Indonesia yang membuat SEMMI memiliki peran strategis dalam menyumbangkan ide dan gagasan mulai dari pembangunan daerah tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi hingga Nasional. Pada Kongres ke-IX ini menjadikan momentum bagi SEMMI untuk memilih ketua umum Pengurus Besar SEMMI yang memiliki semangat perjuangan untuk memimpin jalannya roda organisasi ke arah yang lebih baik lagi. Red

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *