WartaPress, Malang – Tim Teknik Industri 2 dari Pengabdian kepada Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyusun sebuah e-booklet promosi digital sebagai bentuk kontribusi nyata untuk memaksimalkan potensi wisata di Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.
Tim ini beranggotakan Maulana Ahmad Buffon Arafat, Naufal Adrien Atalla, Lalu Danny Ardian Nugraha, Dyandini Faradiba Putri, dan Michelle Mandala Putri, dengan Arum Martikasari, M.Med.Kom. sebagai dosen pembimbing lapangan. Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
E-booklet yang disusun memuat berbagai informasi penting tentang Desa Gubugklakah sebagai destinasi wisata. Di dalamnya terdapat pendahuluan, daftar isi, sejarah singkat desa, visi dan misi desa, hingga bagian utama seperti destinasi wisata, homestay, dan UMKM lokal.
Tak hanya itu, e-booklet ini juga mencantumkan bagian “Mengapa Harus Mengunjungi Desa Wisata Gubugklakah”, serta informasi kontak meliputi tiga nomor yang bisa dihubungi, alamat email, website, akun Instagram resmi, dan lokasi Google Maps. Guna memudahkan pengunjung dalam mengakses informasi, tim turut menyisipkan dua jenis QR code pada bagian destinasi wisata dan homestay. QR code pertama terhubung ke lokasi Google Maps, sementara QR code kedua mengarah ke video promosi singkat dari masing-masing tempat.
Dalam proses penyusunannya, tim Teknik Industri 2 UMM berkolaborasi langsung dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Gubugklakah. Beberapa anggota Pokdarwis turut memberikan masukan dan saran perbaikan agar isi e-booklet semakin relevan dengan potensi yang dimiliki desa.
Setelah proses penyusunan selesai, e-booklet ini akan disebarluaskan melalui media sosial resmi Desa Gubugklakah dalam bentuk tautan (link) yang dapat diakses langsung oleh masyarakat umum maupun calon wisatawan. Salah satu anggota Pokdarwis, Bapak Anshori, memberikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh mahasiswa.
“E-booklet ini sangat penting bagi desa kami, karena bisa membantu mengenalkan Gubugklakah ke lebih banyak orang. Selain itu, dengan media seperti ini, promosi jadi lebih mudah dan bisa melengkapi media cetak seperti brosur dan leaflet yang sudah kami gunakan sebelumnya,” ungkapnya.
Melalui pembuatan e-booklet ini, tim berharap media digital yang telah dibuat bisa menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung promosi pariwisata lokal berbasis informasi. Harapannya, informasi yang tertata rapi dan mudah diakses ini bisa mendorong peningkatan kunjungan wisatawan, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal, homestay, dan UMKM di Desa Gubugklakah. (rls/wp). **









