Presisi News Scroll ke bawah untuk membaca
Example floating
Example floating
Diskusi PublikKomunitas

Solusi Hadapi Kendala Teknis Advokasi Perempuan Korban Kekerasan

511
×

Solusi Hadapi Kendala Teknis Advokasi Perempuan Korban Kekerasan

Sebarkan artikel ini

WCC Dian Mutiara adakan pelatihan penyusunan proposal dana hibah women's fund

WartaPress, Kota Malang JATIM – Advokasi pendampingan perempuan korban kekerasan memerlukan sinergi, dukungan, dan kolaborasi semua pihak. Masyarakat dapat menggandeng stakeholder terkait dalam mendukung terlaksananya program yang direncanakan.

Namun terdapat kendala teknis, antara lain masih minimnya akses pembiayaan. Sejauh ini lembaga sosial yang konsen pada advokasi perempuan dan anak korban kekerasan di berbagai daerah, termasuk di Malang Raya, rata-rata masih mengandalkan swadaya internal. SDM yang bekerja pun bersifat volunteer.

Kabar baiknya, terdapat sejumlah program bantuan pusat yang dapat diakses oleh lembaga sosial di daerah, seperti Pundi Perempuan (women’s fund), berupa dana hibah dalam menangani kekerasan terhadap perempuan di Indonesia yang semakin meningkat setiap tahunnya. Pundi Perempuan digagas oleh Komnas Perempuan, yang kini dikelola bersama Indonesia untuk Kemanusiaan, menghadirkan model hibah yang memberdayakan, sesuai dengan nilai-nilai yang diperjuangkan. Badan Hukum sosial yang memenuhi persyaratan dapat mengajukan dana tersebut. Meski demikian, tidak semua lembaga kemasyarakatan mengetahui detail pengajuan hibah yang dimaksud.

Baca Juga:  Alhamdulillah, Aksara Bhakti Ramadhan 2026 Berjalan Lancar

Women’s Crisis Centre (WCC) Dian Mutiara Parahita menfasilitasi kendala akses tersebut dengan mengadakan pelatihan teknis menyusun proposal untuk mendapatkan bantuan dana dari lembaga pendukung. Acara ini digelar di kantor WCC Jalan Jombang, Kecamatan Klojen, Kota Malang, pada Sabtu lalu, (15/2/2025).

Pelatihan ini diikuti oleh puluhan aktivis yang konsen pada advokasi pendamping kasus kekerasan perempuan dan anak di Malang Raya. Hadir juga dari Dinas Sosial Kota Malang, yang sejauh ini aktif berkolaborasi dengan lembaga sosial kemasyarakatan di kota pendidikan ini.

Baca Juga:  Visi Wima Brahmantya Diuji Pemuda-Pemudi Blitar Institute

Narasumber, Sri Wahyuningsih, SH., M.Pd., selaku pendiri sekaligus Ketua WCC Dian Mutiara, dan Dr. Lilik Wahyuni, M.Pd., akademisi yang juga Ketua Pusat Studi Gender Universitas Brawijaya.

Diskusi interaktif, mulai dari cara membuat proposal pengajuan dana hibah, hingga membahas berbagai permasalahan substantif seputar advokasi pendampingan perempuan korban kekerasan di Malang Raya / wp

“Proposal yang baik harus mencerminkan visi yang jelas, kebutuhan yang terukur, serta memiliki dampak yang nyata bagi masyarakat,” kata Sri Wahyuningsih.

Akademisi yang pernah menjadi anggota tim penyusun Naskah Akademik RUU Perlindungan Anak ini juga memaparkan urgensi perjuangan membela kesetaraan gender pada situasi dimana diskriminasi masih marak terjadi, baik ada tataran paradigma hingga praktik sehari-hari.

Sementara Dr. Lilik menjelaskan seputar pola kemitraan dengan perguruan tinggi, termasuk akses pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) kampus. “Banyak perguruan tinggi memiliki dana hibah yang dapat dimanfaatkan untuk program sosial, namun dibutuhkan strategi dan sinergi yang tepat dalam pengajuannya,” jelasnya.

Baca Juga:  Di Area Velodrome, Anggota PKDI Malang Edukasi dan Sosialisasikan Steril Kucing Domestik

Sebagaimana diketahui, selain terjun langsung melakukan pendampingan, WCC Dian Mutiara sejauh ini juga aktif dalam menfasilitasi para mahasiswa hingga aktivis lembaga sosial kemasyarakatan, dengan program seperti workshop, FGD, Sekolah Paralegal, dan menjadi pemateri di berbagai seminar di kampus hingga di forum yang digelar pemerintah daerah. Fokus program, mendukung advokasi pendampingan perempuan korban kekerasan dan edukasi kesetaraan gender yang goalnya adalah menegakkan Hak Asasi Perempuan Indonesia, khususnya di Malang Raya. (la/wp). **

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *