Presisi News Scroll ke bawah untuk membaca
Example floating
Example floating
Internasional

Israel Hambat Diplomasi Damai, Uni Eropa ancam sanksi ekonomi

193
×

Israel Hambat Diplomasi Damai, Uni Eropa ancam sanksi ekonomi

Sebarkan artikel ini

WartaPress, Brussels (Xinhua) BRUSSELS, 17 September — Sikap agresif Israel yang semakin tidak terkendali baik di Gaza maupun baru baru ini menyerang perwakilan Hamas di Qatar, menghambat diplomasi damai, membuat banyak negara gerah, bahkan kemarahan merambah Eropa.

Komisi Eropa mengatakan pada Rabu bahwa pihaknya telah mengajukan proposal kepada Dewan Uni Eropa (UE), yang merekomendasikan penangguhan sebagian preferensi perdagangan yang diberikan kepada Israel, dan sanksi terhadap menteri, pemukim, dan entitas terkait Israel tertentu, demikian dilaporkan kantor berita China Xinhua.

Baca Juga:  AS Kirim $725 Juta Lagi ke Ukraina untuk Sistem Anti-Pesawat Nirawak dan Ranjau Darat Anti-Personel

Menurut seorang pejabat senior Uni Eropa, langkah tersebut bukan berarti menghentikan perdagangan dengan Israel, melainkan menangguhkan perlakuan istimewanya berdasarkan Perjanjian Asosiasi Uni Eropa-Israel.

Setelah diterapkan, ekspor Israel ke Uni Eropa akan tunduk pada aturan negara paling disukai (MFN) Organisasi Perdagangan Dunia, yang mengakibatkan tarif yang lebih tinggi.

Menurut data perdagangan Uni Eropa, ekspor barang Israel ke Uni Eropa berjumlah sekitar 15,9 miliar euro (18,8 miliar dolar AS) pada tahun 2024. Uni Eropa merupakan mitra dagang terbesar Israel, yang menyumbang sekitar 32 persen dari perdagangan globalnya.

Baca Juga:  Muda Mudi Jepang Malas Kawin, Angka Kelahiran Merosot, Pemerintah Galang Kampanye Pernikahan

Komisi memperkirakan bahwa, jika volume perdagangan tetap tidak berubah, eksportir Israel akan menghadapi tarif tambahan sekitar 220 juta euro setiap tahunnya, yang memengaruhi sekitar 37 persen ekspor ke UE, yang sebagian besar adalah produk pertanian seperti buah-buahan, sayur-sayuran, dan kacang-kacangan.

Komisi mengatakan bahwa tindakan tersebut merupakan reaksi terhadap pelanggaran Israel terhadap Perjanjian Asosiasi Uni Eropa-Israel, dengan menyebutkan dampaknya terhadap krisis kemanusiaan di Gaza dan terkikisnya solusi dua negara.

Baca Juga:  AS dan Venezuela makin tegang, ledakan mulai menghantui Caracas

Selain itu, Komisi mengusulkan sanksi terhadap dua menteri Israel—Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich—serta sejumlah pemukim yang melakukan kekerasan dan entitas terkait.

Uni Eropa juga berencana menambahkan 10 anggota biro politik Hamas ke dalam daftar sanksinya, yang akan dikenakan pembekuan aset dan larangan bepergian. (xinhua/wp). **

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *