WartaPress, Teheran (29/1/2026) — Iran mengumumkan telah memasukkan 1.000 unit drone tempur strategis buatan dalam negeri ke dalam struktur tempur angkatan daratnya, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.
Menurut laporan media semi-resmi Tasnim yang dikutip Xinhua, drone-drone tersebut dikembangkan oleh para ahli militer Iran bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan, dan telah didistribusikan ke berbagai matra, termasuk angkatan darat, pertahanan udara, angkatan laut, dan angkatan udara.
Panglima Angkatan Darat Iran, Amir Hatami, mengatakan pengembangan drone ini merupakan respons terhadap ancaman yang terus berkembang, sekaligus hasil evaluasi dari konflik bersenjata selama 12 hari dengan Israel pada tahun sebelumnya.
Drone-drone tersebut disebut memiliki kemampuan serangan ofensif, pengintaian, perang elektronik, serta mampu menyerang sasaran tetap maupun bergerak di darat, laut, dan udara.
Hatami menegaskan bahwa angkatan darat Iran akan terus memperkuat keunggulan strategisnya guna mendukung operasi tempur cepat dan memberikan respons keras terhadap setiap bentuk agresi.
Pengumuman ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington, menyusul pengerahan gugus tempur kapal induk Amerika Serikat ke kawasan Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa waktu bagi Iran untuk mencapai kesepakatan dengan Washington semakin terbatas.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyatakan bahwa angkatan bersenjata Iran siap menanggapi secara segera dan tegas setiap tindakan agresif terhadap negara itu. (xinhua/wp). **









