WartaPress, Lebanon — Dua orang jurnalis menjadi sasaran serangan udara militer Israel di Lebanon selatan. Korban adalah Ali Syuaib reporter TV Al Manar dan Fatima Fatouni reporter Al Mayadeen TV. Serangan tersebut bersamaan dengan meningkatnya eskalasi konflik antara pasukan Hizbullah yang didukung Iran, dengan militer Israel yang didukung AS.
Namun pihak Israel tidak mengakui status jurnalis salah satu korban yang terbunuh tersebut. “..Shaib exposed IDF troop positions in southern Lebanon and maintained direct contact with Hezbollah operatives.” tulis Israel Defense Forces melalui akun X nya pada Minggu.
IDF menuduh jurnalis Ali Hassan Shuaib merupakan anggota Hizbullah yang bertahun-tahun menyamar sebagai jurnalis Al Manar, yang menurut Israel, dia membocorkan informasi lokasi pasukan IDF yang kemudian menjadi sasaran serangan Hizbullah baru-baru ini.
Berbagai reaksi memprotes tindakan militer Israel tersebut. Seorang jurnalis independen asal AS, Ethan Levins, mengutuk tindakan tersebut sebagai kejahatan.
“Mereka adalah koresponden utama untuk media Lebanon. “Kejahatan” mereka adalah melaporkan kebenaran,” tulis Levins melalui akun X nya. (red2). **









