WP, Beijing (Xinhua) – Berbeda dengan gagasan Presiden AS yang ingin mengambil alih Gaza, Tiongkok justru mendukung rencana tata kelola pascaperang untuk Gaza yang didukung oleh rakyat Palestina dan disetujui oleh negara-negara Arab, kata juru bicara kementerian luar negeri Lin Jian pada hari Rabu. Hal tersebut dilansir kantor berita Xinhua.
Pada pertemuan puncak Arab darurat di Kairo pada hari Selasa, para pemimpin Arab menyetujui rencana rekonstruksi Mesir untuk Gaza, yang diperkirakan menelan biaya 53 miliar dolar AS dan bertujuan untuk menghindari pengusiran warga Palestina dari daerah kantong tersebut.
Pertemuan puncak itu juga disepakati untuk membentuk komite teknokratis non-faksi untuk mengelola Gaza selama setidaknya enam bulan di bawah naungan Otoritas Palestina.
Tiongkok mendukung upaya yang dilakukan oleh Mesir dan negara-negara Arab lainnya untuk mendorong penerapan perjanjian gencatan senjata di Gaza secara berkelanjutan dan efektif, memfasilitasi bantuan kemanusiaan, dan memulihkan keamanan dan stabilitas di kawasan itu, kata Lin dalam jumpa pers reguler.
Prinsip “Palestina memerintah Palestina” harus ditegakkan dalam pemerintahan Gaza pascaperang sejalan dengan solusi dua negara dengan tujuan akhir mencapai hidup berdampingan secara damai antara Palestina dan Israel, serta perdamaian dan stabilitas jangka panjang di Timur Tengah, kata juru bicara tersebut. (xinhua/ed). **









